22
Mei
13

NU TIDAK AKAN INGKAR ADA NABI TURUN SETELAH RASULULLAH SAW

Ahkamul Fuqaha (Solusi Problematika Aktual Hukum Islam) hal. 50~51 memuat Keputusan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-3 28/09/1928 yang berbunyi sbb.:
46. Nabi Isa Akan Turun Kembali Ke Dunia Sebagai Nabi dan Rasul.
S. Bagaimana pendapat Muktamar tentang Nabi Isa as setelah turun kembali ke dunia. Apakah tetap sebagai Nabi dan Rasul? Padahal Nabi Muhammad SAW adalah Nabi Terakhir. Dan apakah mazhab empat itu akan tetap ada pada waktu itu?
J. Kita wajib berkeyakinan bahwa Nabi Isa as itu akan diturunkan kembali pada akhir zaman nanti sebagai Nabi dan Rasul yang melaksanakan syariat Nabi Muhammad SAW dan hal itu, tidak berarti menghalangi Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi terakhir, sebab Nabi Isa as hanya akan melaksanakan syariat Nabi Muhammad SAW sedangkan mazhab empat pada waktu itu hapus (tidak berlaku). Keterangan, dalam kitab Syarah AR-Raudh Juz III:
Allah berfirman (al-Ahzab:40) “… akan tetapi Rasulullah dan penutup Nabi-Nabi” firman Allah tersebut tidak bertentangan dengan (hadist) yang menjelaskan tentang turunnya Isa as di akhir zaman, karena ia tidak akan datang dengan ajaran yang menghapuskan ajaran Nabi Muhammad SAW., namun justru akan menetapkannya dan mengamalkannya.
Beliau ditanya mudah-mudahan Allah memberi manfaat terhadap ilmu beliau, dengan statemen: Para ulama sepakat bahwa Isa akan melaksanakan hukum berdasarkan syariat kita (Islam), maka bagaimanakan cara pelaksanaan hukumnya apakah berdasarkan salah satu mazhab dari mazhab-mazhab yang ada atau berdasarkan ijtihad? Jawabannya adalah, bahwa Isa as itu tersucikan dari ikut menjadi muqallid terhadap imam-imam mujtahid, bahkan ia lebih utama untuk berijtihad sendiri.
Maka lihatlah wahai saudaraku apa yang ada di bawah pohon dan cabangnya, rantingnya serta buahnya, maka Anda akan mendapatkan semuanya bercabang dari inti syariat, …. sampai keluarnya Imam Mahdi as yang akan membatalkan amalan yang berdasarkan taklid pada mazhab-mazhab yang ada pada masanya seperti telah dijelaskan oleh para ahli kasyaf, …. sampai kemudian Isa as turun, maka bergantilah hukum ke yang lainnya dan bahwasanya ia mendapatkan wahyu untuk melaksanakan syariat Muhammad SAW melalui lisan jibril as.

Dari Keputusan Muktamar NU tersebut, nampak bahwa NU sepakat dengan Ahmadiyah bahwa (1) setelah Nabi Muhammad SAW masih akan ada Nabi Isa as yang akan turun kembali ke dunia sebagai Nabi dan Rasul, dan (2) Nabi Isa as yang akan turun kembali ke dunia itu akan mendapatkan wahyu melalui lisan Jibril as. Jadi wahyu-wahyu setelah Nabi Muhammad SAW masih terbuka. Begitu bukan pa Hasyim? Untuk lebih jelasnya, saya sarankan agar NU dan/atau MUI berdialog dengan Ahmadiyah untuk mencari KEBENARAN dan/atau mempererat Ukhuwwah Islamiyyah.

http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,1-id,11020-lang,id-c,warta-t,Hasyim+Tak+Setuju+Ahmadiyah-.phpx


0 Responses to “NU TIDAK AKAN INGKAR ADA NABI TURUN SETELAH RASULULLAH SAW”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: