30
Okt
09

Masalah Kafir

DALAM “masalah kafir”, dapat kami sampaikan sebagai berikut:
Salah satu pengertian kafir menurut bahasa adalah “ingkar”. (Al-Munjid fil- lughah wal a’lam, hal. 691, Daarul Masyriq, Beirut 1986)
Dalam beberapa Hadits Nabi disebutkan sabda beliau antara lain:

1- من ترك الصلاة متعمدا فقد كفر جِهارًا. (الطبراني فى الأوسط عن أنس ، “جامع الصغير” الجزء الثانى صفحه589 ، نمرة8587 ، دار الفكر بيروت ، 1981 م)
2- بين العبد و بين الكفر ترك الصلوة. (رواه مسلم ، “مشكوة المصابيح” صفحه58 ، نور محمد مالك دهلوى ، 1932 م ، سنن الرمذي ، الجزء 5 ، صفحه13، كتاب الإيمان باب ماجاء في ترك الصلوة ، مصطفى البابي الحلبي بمصر 1965
3- العهد الذي بيننا و بينهم الصلوة فمن تركها فقد كفر. (رواه أحمد و الترمذي و النساءى و إبن ماجه “مشكوة المصابيح” صفحه58)

Islam merupakan sebuah lingkaran yang diikat dengan لا إله إلاّ الله ، محمّد رسول الله Di dalam lingkaran tersebut sesuai dengan pengertian Hadits-Hadits di atas ada orang-orang kafir, yang tidak keluar dari lingkaran Islam. Dan hal ini sesuai dengan ayat Al-Quran Surat Al-Hujurat (49) : 15.

قالت الأعراب اامنا قل لم تؤمنوا ولكن قولوا اسلمنا …  الحجرات : 15

“Orang-orang Arab gurun berkata, “Kami telah beriman.” Katakanlah, “Kamu belum beriman”; akan tetapi hendaknya kamu berkata, “Kami telah menjadi Muslim (menyerahkan diri), ….”
Kemudian, di dalam Hadits berikut ini, Yang Mulia Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam menjelaskan bahwa yang akan terpecah menjadi 73 golongan adalah umat beliau shallallaahu ‘alaihi wasallam, bukan Islam-nya. Oleh karena itu, ke-73 golongan adalah “tetap” di dalam lingkaran Islam, yakni tidak keluar dari Islam.

عن عبد الله ابن عمر قال : قال رسول الله صل الله عليه وسلم ليأتين ﻋﻠﻰ أمتي … وتفترق أمتي على ثلاث و سبعين ملة ، كلهم فى النارإلا ملة واحدة قالوا و من هي يا رسول الله قال ما أنا عليه وأصحابي. (سنن الترمذي ، الجزء 5 صفحه26 ، حديث نمرة 2641 ، مصطفى البابي الحلبي بمصر 1965)

Oleh karena itu, beberapa pernyataan Pendiri Ahmadiyah berkenaan dengan kata “kafir” hanya dapat diartikan: “orang yang mengingkari/menolak-pendakwaan/pengakuan beliau”, jadi bukan berarti ingkar kepada Kenabian/Kerasulan Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam. Dengan demikian, beliau tetap menganggap bahwa orang yang ingkar kepada beliau adalah sebagai orang Islam (Muslim). Sebagaimana pernyataan beliau, sebagai berikut:

“Pokok pikiran berikut ini layak dicamkan bahwa mengatakan kafir kepada orang yang ingkar tentang pendakwaannya, hanyalah khusus bagi para Nabi yang membawa syari’at dan Hukum-hukum Baru dari Allah Subhaanahuu wa Ta’aalaa. Namun selain pembawa syari’at, betapapun banyaknya orang yang mendapatkan ilham dan muhaddats (orang yang bercakap-cakap dengan Allah Subhaanahuu wa Ta’aalaa)—tidak perduli betapapun mulia kedudukannya di sisi Allah

Subhaanahuu wa Ta’aalaa dan memperoleh anugerah bercakap-cakap langsung dengan Allah Subhaanahuu wa Ta’aalaa, dengan mengingkari mereka—tidak ada yang menjadi kafir.” (Taryaqul-Qulub, Catatan Kaki hal. 130; Ruhani Khazain, Jilid XV, Catatan Kaki hal. 432, Mubarak Ahmad Saqi, Additional Nadzir Isyaat, London 1984).

Contoh-contoh dalam buku Tadzkirah antara lain:

1- إن الذين كفروا وصدوا عن سبيل الله رد عليهم رجل من فارس شكر الله سعيه. (تذكرة ، صفحه74)
2- لم يكن الذين كفروا من أهل الكتاب و المشركين منفكين حتى تأتيهم البينة. (سورة البينة : 2) (تذكرة ، صفحه84)
3- …بل الذين كفروا في ظلال مبين. (تذكرة ، صفحه248)
4- و إني جاعل الذين اتبعوك فوق الذين كفروا إلى يوم القيامة. (تذكرة ، صفحه376)
5- و جاعل الذين اتبعوك فوق الذين كفروا إلى يوم القيامة. (سورة
اال عمران : 56) (تذكرة ، صفحه62)
Contoh Terjemah No. 4 dari Bahasa Urdu
4- و إني جاعل الذين اتبعوك فوق الذين كفروا…
“Saya akan selalu memberikan kemenangan kepada pengikut engkau diatas orang yang ingkar sampai hari kiamat.” (Tadzkirah, hal 376)

Contoh Penjelasan/Tafsir No. 5 dari Bahasa Urdu
5- و جاعل الذين اتبعوك فوق الذين كفروا…

“Dari ayat ini, berkah-berkah diilhamkan kepadaku secara terus-menerus—hanya Allah Taala yang mengetahui jumlahnya. Sedemikian rupa penekanannya, sehingga seakan-akan seperti paku baja yang ditempelkan ke dalam hati. Dari sini dapat diketahui bahwa semua kawan-kawan (anggota Jemaat Ahmadiyah) yang mengikuti langkah-langkah saya yang lemah ini, akan mendapatkan berkat yang sangat banyak dan mereka akan diberikan keunggulan terhadap orang-orang yang mengikuti cara yang lain dan keunggulan ini terus berlangsung sampai hari kiamat. Kemudian, setelah saya yang lemah ini, tidak akan ada seorangpun yang datang dan berhasil usahanya, jika mereka melangkah bertentangan dengan cara ini. Dan siapapun, yang mengambil langkah yang bertentangan dengan hal tersebut, maka Allah Taala akan menghancurkannya dan golongannya tidak akan lestari/langgeng. Ini adalah janji yang datang dari Allah Subhaanahuu wa Ta’aalaa, dan Dia (Allah) tidak pernah menyalahi janji-Nya.” (Tadzkirah, halaman 62)

Penting disebutkan di sini bahwa pengertian “kafir” tidak hanya berlaku untuk orang yang ingkar/menolak/tidak-menerima agama Islam, tetapi berlaku juga untuk yang menolak/mengingkari kebatilan thaggut. Sesuai firman Allah Subhaanahuu wa Ta’aalaa:

… فمن يكفر بالطا غوت ويؤمن با الله فقد استمسك بالعرة الوثقىق لا انفصام لها ط … (االبقرة : 257)

“…Dan barangsiapa yang ingkar (kafir) terhadap ajakan orang-orang sesat, dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada sesuatu pegangan yang kuat dan tak kenal putus….” (QS Aly-Baqarah {2} : 257)

Sumber :
Buku Klarifikasi Tazkirah PB JAI


0 Responses to “Masalah Kafir”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: