26
Okt
09

HAKIKAT NABI DAN RASUL

Allah swt. berfirman dalam Surat Al Jinn ayat 26 s/d 28 .(QS.[7]:26-28)

عَالِمُ الْغَيْبِ فَلا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَدًا (٢٦)
إِلا مَنِ ارْتَضَى مِنْ رَسُولٍ فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ رَصَدًا (٢٧)
لِيَعْلَمَ أَنْ قَدْ أَبْلَغُوا رِسَالاتِ رَبِّهِمْ وَأَحَاطَ بِمَا لَدَيْهِمْ وَأَحْصَى كُلَّ شَيْءٍ عَدَدًا (٢٨)

26. (dia adalah Tuhan) yang mengetahui yang ghaib, Maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu.
27. kecuali kepada Rasul yang diridhai-Nya, Maka Sesungguhnya Dia Mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya.
28. supaya Dia mengetahui, bahwa Sesungguhnya Rasul-rasul itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya, sedang (sebenarnya) ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu.

Pengertian Nabi dan Rasulullah

Nabi menurut bahasa Arab adalah adalah bentuk mufrod (tunggal) , sedang bentuk jamaknya adalah anbiyaaatau Nabiyyun. Nabi itu artinya orang laki-laki yang menyampaikan kabar ghaib yang telah diterima dari Allah.
Ahmad Warsan Munawir menulis Annabiyyu (jama’) anbiyaa-u : almukhbiru ‘anillah.
Artinya nabi itu bentuk jamaknya anbiyaa,yaituorang laki-laki yang menyampaikan berita dari Allah.

Nabi juga disebut Rasul sebab jika ia bukan rasul tidak akan mendapat kabar gaib yang bersih dari Allah dan akan berlawanan dengan firman Allah di atas (Al Jinn Surat 72 ayat 26 s/d 28).(QS.[7]:26-28)
Jadi setiap nabi atau rasul itu dipilih oleh Allah sebagaimana firmannya dala Surah

اللَّهُ يَصْطَفِي مِنَ الْمَلائِكَةِ رُسُلا وَمِنَ النَّاسِ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ بَصِيرٌ (٧٥)

75. Allah memilih utusan-utusan-(Nya) dari Malaikat dan dari manusia; Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha melihat..

Seperti Nabi Adam as., Nabi Nuh as, para nabi keturunan Nabi Ibrahim as dan keturunan Imran sebagaimana Allah berfirman dalam Surah Al Imran ayat 33 (QS.[7]:33)

إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى آدَمَ وَنُوحًا وَآلَ إِبْرَاهِيمَ وَآلَ عِمْرَانَ عَلَى الْعَالَمِينَ (٣٣)

33. Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga ‘Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing),

Nabi atau Rasul itu wajib menyampaikan risalah Allahkepada umatnya disamping itu ia juga mengumumkan bahwa dirinya itu seorang nabi atau rasul misalnya Nabi Nuh as. Allah berfirman dalam Surah Al A’raf ayat 61 (QS. [7]:61)
قَالَ يَا قَوْمِ لَيْسَ بِي ضَلالَةٌ وَلَكِنِّي رَسُولٌ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ (٦١)

61. Nuh menjawab: “Hai kaumku, tak ada padaku kesesatan sedikitpun tetapi aku adalah utusan dari Tuhan semesta alam”.

Nabi Hud as. sebagaimana Allah berfirman dalam Surah Al A’raf ayat 67 (QS [7]:67) dan Surah Asy Syu’araa’ ayat 125 (QS.[26] :125)

قَالَ يَا قَوْمِ لَيْسَ بِي سَفَاهَةٌ وَلَكِنِّي رَسُولٌ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ (٦٧)

67. Hud herkata “Hai kaumku, tidak ada padaku kekurangan akal sedikitpun, tetapi aku ini adalah utusan dari Tuhan semesta alam.

إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ (١٢٥)

125. Sesungguhnya aku adalah seorang Rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,

Nabi Musa as.sebagaimana Allah berfirman dalam Surah Al A’raf ayat 103 (QS. [7]:103)

ثُمَّ بَعَثْنَا مِنْ بَعْدِهِمْ مُوسَى بِآيَاتِنَا إِلَى فِرْعَوْنَ وَمَلَئِهِ فَظَلَمُوا بِهَا فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُفْسِدِينَ (١٠٣)

103. kemudian Kami utus Musa sesudah Rasul-rasul itu dengan membawa ayat-ayat Kami kepada Fir’aun dan pemuka-pemuka kaumnya, lalu mereka mengingkari ayat-ayat itu. Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang membuat kerusakan.

Nabi Nuh as, sebagaimana Allah berfirman dalam Surah Asy Syu’araa’ ayat 107 (QS. [26]:107)

إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ (١٠٧)

107. Sesungguhnya aku adalah seorang Rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,

Nabi Shaleh as, sebagaimana Allah berfirman dalam Surah Asy Syu’araa’ ayat 43 (QS. [26]:43)
قَالَ لَهُمْ مُوسَى أَلْقُوا مَا أَنْتُمْ مُلْقُونَ (٤٣)

43. berkatalah Musa kepada mereka: “Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan”.

Nabi Luth as, sebagaimana Allah berfirman dalam Surah Asy Syu’araa’ ayat 162 (QS. [26]:162)

إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ (١٦٢)

162. Sesungguhnya aku adalah seorang Rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,

Nabi Syuaib as, sebagaimana Allah berfirman dalam Surah Asy Syu’araa’ ayat 178 (QS. [26]:178)

إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ (١٧٨)

178. Sesungguhnya aku adalah seorang Rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu.

Nabi Isa as, sebagaimana Allah berfirman dalam Surah Ash Shaf ayat 6 (QS. [61]:6)

وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَذَا سِحْرٌ مُبِينٌ (٦)

6. dan (ingatlah) ketika Isa Ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israil, Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, Yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” Maka tatkala Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata.”

Nabi Muhammad saw, sebagaimana Allah berfirman dalam Surah Al A’raf ayat 158 (QS. [7]:158)

قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ لا إِلَهَ إِلا هُوَ يُحْيِي وَيُمِيتُ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ الأمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَكَلِمَاتِهِ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ (١٥٨)

158. Katakanlah: “Hai manusia Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, Yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, yang menghidupkan dan mematikan, Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang Ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah Dia, supaya kamu mendapat petunjuk”.

Adapun bentuk kenabiyan atau kerasulan itu ada dua macam, yaitu nabi atau rasul yang membawa syariat dan nabi atau rasul yang tidak membawa syariat

Sedang nabi atau rasul yang tidak membawa syariat itu ada yang mustakil (berdiri sendiri/tidak terikat) seperti para nabi yang diutus sesudah nabi Musa as. dan nabi ghirul mustakil (terikat) dengan kenabiyan Muhammad saw. Sebagai khataman nabiyyin

Sumber : Al Quran dan Terjemahannya Depag RI Tahun 1889


0 Responses to “HAKIKAT NABI DAN RASUL”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: