22
Okt
09

Loh, Ahmadiyah Hajinya Ke Mekkah Juga Ya?

Saya baru tahu kalau jemaat Ahmadiyah naik haji ke Mekkah juga. Anehnya saya malah tahu dari Pemerintah Saudi. Saya tahu bukan dari teman-teman saya yang berasal dari pengikut Ahmadiyah, meski saya cukup dekat dengan mereka tapi saya tidak pernah tanya soal sas-sus itu. Dan saya memang tak pernah mau tahu urusan keyakinan mereka.

Saya tahu setelah media kita ribut-ribut mengabarkan bahwaPemerintah
Saudi Arabia akan melarang jemaat Ahmadiyah naik haji. Loh, selama ini
Pemerintah Saudi yang Wahabi itu mengabarkan bahwa Ahmadiyah termasukaliran sesat karena salah satu alasannya: haji mereka ke Qodian atauLahore. Alasan ini pula yang ditaklid buta oleh kelompok-kelompok yangselama ini menerima dana dari Saudi di Indonesia.

Lihatlah bagaimana jemaat Ahmadiyah menjadi bulan-bulanan di negeri
ini. Hingga kini jemaat Ahmadiyah di NTB masih hidup di pengungsian di
gedung Transito hampir sejak lima tahun yang lalu. KampungAhmadiyah diManislor diserang, sekolahnya disegel, di tempat lain masjid-masjid
Ahmadiyah dibakar. Alasannya, ya tuduhan itu: salah satunya karena
mereka hajinya tidak ke Mekkah, tapi ke Qodian atau Lahore.

Saya sebenarnya tak terlalu peduli alasan-alasan kenapa jemaat
Ahmadiyah ini muncul, alasan teologis misalnya tentang pemahaman dan
keyakinan internal yang mereka anut. Pun selama ini, saya tak peduli
pada serangan-serangan terhadap jemaat Ahmadiyah ini, misalnya kononmereka mengganti kalimat syahadat, mengganti Al-Quran dengan Tadzkirah,atau hajinya tidak ke Mekkah. Saya tidak pernah tahu
kesahihan-kesahihan tuduhan ini. Saya tidak pernah meminta konfirmasi
ke pengikutnya—karena bagi saya ini tidak penting.

Bagi saya Ahmadiyah memiliki hak untuk hidup di Indonesia—dengan model keyakinan apapun yang dimilikinya, asal mereka mematuhi hukum yang ada di Indonesia ini, demikian juga dengan kelompok-kelompok Islam yang lain. Sepanjang pengetahuan saya, pengikut Ahmadiyah telah memenuhi kewajibannya sebagai warga negara yang baik, mereka juga terlibat pembangunan fasilitas publik: sekolah, rumah ibadah, balai pendidikan, yayasan dan fasilitas-fasilitas yang lain-lain.
Malah pengikut-pengikut dari kelompok-kelompok yang menyerang mereka melakukan tindakan kekerasan dan sering mengangkangi hukum di negeri ini. Pun dari kelompok-kelompok itu tak satu-ruangan-pun membangun untuk sekolah atau pesantren, program asasinya adalah demonstrasi, dan mengumbar cacian dan fitnah di media-media yang mereka terbitkan.

Mumpung lagi terbuka alam demokrasi dan kebebasan, meski mereka tak
paham apa itu demokrasi dan kebebasan. Pikir mereka, demokrasi dan
kebebasan adalah alasan yang sebebas-bebasnya untuk menghakimi
keyakinan orang lain, mengumbar fitnah, cacian dan provokasi, melakukan penyerangan dan kekerasan terhadap kelompok yang dituding “sesat” dan “menyimpang”. Maklum kelompok ini memang “penumpang gelap” dalam kondisi ini.

Kira-kita tiga tahun yang lalu, saya pernah berada di dalam sebuah
masjid Ahmadiyah Al-Fadl di Bogor yang dituntut disegel oleh kelompok
yang menamakan dirinya Gerakan Umat Islam (GUI) di bawah pimpinan yang mengaku Habib Abdurrahman Assegaf. Saya juga baru tahu, ternyata “Habib Abdurrahman Assegaf” bukan nama sebenarnya. Laki-laki ini tidak memiliki wajah Timur Tengah, tapi “Timur Tengah Indonesia” alias berwajah Ambon Manise. Nama aslinya Abdul Haris Umarella. Saya tidak pernah tahu, bagaimana ia mendapat marga Assegaf, dan mendapat julukan Habib yang berarti orang yang dicintai. Wajah Habib Abdurrahman Assegaf ini, uuupss Abdul Haris Umerella baru saja muncul di televisi ketika menyebut bahwa Nur Said atau Nur Sahid yang sebelum-sebelum ini ditenggarai pelaku bom bunuh diri (ternyata salah!) adalah lulusan Pesantren Ngruki. Pihak Ngruki pun meradang, mereka akan menuntut Pak Abdul Haris ini. Mereka awalnya menolak informasi tentang Nur Said itu, namun akhirnya mengakuinya.

Pertanyaan saya, darimana sumber informasi yang diterima oleh Pak Abdul Haris Umarella ini? Saya kenal dia bukan peneliti atau pengamat terorisme, darimana ia memperoleh data yang valid? Dari intel atau aparat kah? Wallahu a’lam.

Tuntutan penyegelan itu hari Jumat, tepatnya setelah sholat Jumat. Saya pun merinding, bagaimana sholat Jumat digunakan sebagai tempat
mobilisir massa, khutbahnya ajang provokasi, setelah tu teriak-teriak
takbir “Allahu Akbar, Allahu Akbar” ingin menyerang orang. Sholat Jumat
di masjid Ahmadiyah sama seperti yang lain, khutbah dua kali, khatibnya
duduk di antara dua khutbah, tiap khutbah memuji Allah dan bersalawat
pad Rasul-Nya, menganjurkan wasiat taqwa, dan di khutbah kedua
mendoakan ampunan bagi kaum muslimin—termasuk mereka yang menyerang Ahmadiyah. Khutbahnya dalam bahasa Indonesia. Sholat Jumat nya juga dua rakaat.

Kembali ke larangan Pemerintah Saudi itu yang akan melarang jemaat
Ahmadiyah naik haji, direspon oleh seorang sekretaris Muhammadiyah,
yang menurutnya sangat sulit karena paspor dan KTP Indonesia cuma
mencantumkan agama Islam “thok”. Tak ada embel-embel yang lain. Ketika saya lemparkan informasi ini di status facebook saya, ada komentar menarik, hal ini akan mungkin kalau Saudi Arabia memiliki kecanggihan teknologi melebihi Amerika, yakni semacam “pemindai keyakinan”. Kalau “metal detector” akan mengeluarkan bunyi-peringatan kalau mendeteksi besi—kalau “pemindai keyakinan” akan berbunyi kalau menyentuh orang Ahmadiyah atau orang-orang yang disesatkan oleh Pemerintah Saudi yang Wahabi itu.

Saya ingin kegilaan Pemerintah Saudi ini ditolak mentah-mentah oleh
Pemerintah Indonesia yang masih waras ini. Dan dari permintaan Saudi
ini pula, saya baru tahu kalau jemaat Ahmadiyah naik haji ke Mekkah,
bukan ke Qodian atau Lahore yang selama ini dituduhkan pada mereka.

Jakarta 11 Agustus 2009
Mohamad Guntur Romli

Sumber : http://jarikmataram.wordpress.com/2009/08/12/loh-ahmadiyah-hajinya-ke-mekkah-juga-ya/#more-448


0 Responses to “Loh, Ahmadiyah Hajinya Ke Mekkah Juga Ya?”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: