05
Nov
09

Muballigh Ahmadiyah : KAMI ORANG ISLAM (Tanggapan Atas Tuduhan Ahmadiyah Murtad, Kafir, Sesat dan Menyesatkan) Oleh: M. Syaeful ‘Uyun

PENYERANGAN sekelompok umat Islam terhadap Kampus Mubarak, Pusat Jamaah Ahamadiyah Indonesia, 15 Juli lalu, di Kemang, Bogor, Jabar, telah mengorbitkan nama Ahmadiyah di pelataran nusantara. Tapi, Ahmadiyah, mengorbit namanya, bukan sebagai kelompok Islam yang bercorak agamis murni, yang gigih dan getol menyampaikan dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia dan menarik banyak orang non-Islam ke dalam Islam di Afrika, Eropa dan Amerika, seperti yang selama ini menjadi ciri khas aktivitasnya. Ahmadiyah, mengorbit namanya, justru sebagai kelompok murtad, berada diluar Islam, sesat dan menyesatkan.
Pangkal yang menyebabkan Ahmadiyah dikenal sebagai kelompok murtad, berada diluar Islam, dan sesat menyesatkan, adalah karena Habib Abdul Rahman Assegaf, Panglima Lasykar Jundullah yang mengepung dan menyerbu Markaz Jamaah Ahmadiyah (15/07/05), beralasan seperti itu untuk melegitimasi dan membenarkan aksinya. Dan, semua pihak, tak peduli dengan aksi Habib Assegaf, meskipun, sesungguhnya, mereka tahu, aksi itu tidak Islami, bertentangan dengan tatakrama dan sopan santun, tidak mencerminkan berada di negara hukum yang beradab dan berdaulat, dan hanya orang yang tidak beragama dan berada di rimba belantara yang dapat melakukannya. Umat hanya mendengar satu kata saja: Ahmadiyah murtad, berada diluar Islam, sesat dan menyesatkan.
Kesan, bahwa Ahmadiyah telah murtad, keluar dari Islam, sesat dan menyesatkan, makin lengkap lagi, setelah, ditengah kontrovesri seputar Ahmadiyah, Majlis Ulama Indonesia (MUI), untuk kedua kalinya, kembali menghakimi dan memvonis Ahmadiyah, sebagai murtad, keluar dari Islam, sesat dan menyesatkan, dalam Munas ke VII-nya, akhir Juli lalu. Penghakiman dan vonis yang sama, kemudian dilakukan lembaga-lembaga agama, orpol, tokoh-tokoh agama, hingga lembaga dakwah kampus (LDK), dengan cara menyatakan setuju dengan fatwa MUI dan meminta pemerintah segera menindaklanjuti Fatwa MUI.
Di Makassar, dari sekian tokoh masyarakat yang menyatakan tidak setuju dengan fatwa MUI, dan berkomentar positif tentang Ahmadiyah hanya satu orang saja, yaitu: Dr. M. Qasim Mathar. Lewat Kolom Jendela langitnya (Fajar, 19/07/05), beliau menulis: Ahmadiyah, Sebuah Ranting Pada Pohon Islam. Membaca judulnya saja, terasa sangat menyejukan. Sepontan, terbayang dalam angan saya, jika setiap ulama memiliki perasaan dan pikiran seperti Pak Qasim Mathar, barangkali kehidupan beragama yang pasti telah dipisahkan oleh mazhab dan firqah itu, akan tenang, dan kasus Parung, Bogor, pastilah tidak akan terjadi.
Menyikapi hal ini, dan supaya umat juga tidak berdosa karena telah ikut memvonis Ahmadiyah sebagai murtad, berada diluar Islam, sesat dan menyesatkan, tanpa pengetahuan yang benar dan pasti, saya sebagai pribadi dan sebagai Mubaligh Jamaah Ahmadiyah ingin menyampaikan dan menyatakan: KAMI ORANG ISLAM.
Kami meyakini rukun iman yang enam: Iman pada Allah, Malaikat, Kitab-kitab, Rasul-rasul, Hari Qiyamat, Taqdir baik dan buruk, dan kami melaksanakan rukun Islam yang lima. Kami mengucap dua kalimah syahadat: Asyhadu an-laa ilaaha ilallaahu, Wa asyhadu annsa muhammadar-Rasulullah, sebagaimana umumnya muslimin mengucap kalimah syahadat. Kami shalat, puasa, zakat, dan haji, sebagaimana umumnya muslimin shalat, puasa, zakat dan haji. Kami, Ahmadiyah, meyakini, Rasulullah Muhammad SAW., adalah Khataman-Nabiyiin – nabi terakhir yang paripurna, yang sesudahnya, tidak akan ada lagi nabi yang setara dengannya. Kami, Ahmadiyah, meyakini, sebagaimana Rasulullah Muhammad SAW., adalah Khataman-Nabiyyin, Al-Quran juga adalah Khaatamul Kutub – kitab terakhir yang paripurna, yang sesudahnya, tidak akan ada lagi kitab yang setara dengannya. Kami, Ahmadiyah, meyakini, menyimpang selangkah saja dari Islam dan Al-quran adalah haram dan akan menyebabkan kenistaan.
Lalu, jika kami, Ahmadiyah, mengaku Muslim, bagaimana dengan fatwa MUI, bahwa Ahmadiyah adalah murtad, kafir, sesat dan menyesatkan?
Fatwa MUI, sesungguhnya, hanya menceminkan: 1) Ketidakfahaman dan ketidaktahuan MUI., tentang Ahmadiyah yang sebenarnya. 2) Kalau pun MUI tahu tentang Ahmadiyah, kami Ahmadiyah yakin, MUI tahu Ahmadiyah pasti hanya berasal dari literature, dan literatur yang mereka baca pun pasti berasal dari penulis-penulis kelompok anti Ahmadiyah, bukan literature yang berasal dari Ahmadiyah. 3) MUI tidak pernah mengenal Ahmadiyah dari dekat, dari pergaulan dan dari praktek peribadahan sehari-hari. Seandainya benar, MUI mengetahui betul aqidah Ahmadiyah, paling tidak, aqidah Ahmadiyah seperti yang saya paparkan diatas, saya yakin, pastilah Fatwa Ahmadiyah murtad, berada diluar Islam, sesat dan menyesatkan, dengan alasan tidak mengakui Nabi Muhammad, punya nabi baru, punya kitab suci baru, tidak akan pernah lahir.
Dan memang, sebelum dan sesudah fatwa MUI lahir, MUI tidak pernah mengajak Ahmadiyah dialog, ta’aruf, lebih-lebih datang bertandang ke pusat-pusat Ahmadiyah, sekedar untuk mengamati, melihat dari dekat, siapa, apa, dan bagaimana Ahmadiyah itu, dan berbicara dari hati ke hati dengan orang-orang Ahmadiyah, mendengar penuturan langsung, mereka punya akidah dan mereka punya keyakinan.
Prihal Khataman-Nabiyyin
Pendiri Jemaat Ahmadiyah dengan tegas menyatakan imannya pada Khatamun-Nubuwwah. Ia mengemukakan dengan tandas bahwa Nabi Muhammad SAW., adalah manusia pilihan Allah, dan betul-betul Khataman-Nabiyyin.
1. “Dengan sungguh-sungguh saya percaya bahwa Nabi Muihammad SAW., adalah Khatamul An-biya. Seorang yang tidak percaya kepada Khatamun-Nubuwwah beliau (Rasulullah SAW.,), adalah orang yang tidak beriman dan berada di luar lingkungan Islam”. (Ahmad, Taqrir Wajibul I’lan, 1891)
2. “Inti dari kepercayaan saya ialah: Laa Ilaaha Illallaahu, Muhammadur-Rasulullaahu (Tak ada Tuhan selain Allah, Muhammaadalh utusan Allah). Kepercayaan kami yang menjadi pergantungan dalam hidup ini, dan yang pada-Nya kami, dengan rahmat dan karunia Allah, berpegang sampai saat terakhir dari hayat kami di bumi ini, ialah bahwa junjungan dan penghulu kami, Nabi Muhammad SAW., adalah Khaataman-Nabiyyin dan Khairul Mursalin, yang termulia dari antara nabi-nabi. Di tangan beliau hukum syari’at telah disempurnakan. Karunia yang sempurna ini pada waktu sekarang adalah satu-satunya penuntun ke jalan yang lurus dan satu-satunya sarana untuk mencapai “kesatuan” dengan Tuhan Yang Maha Kuasa”.(Ahmad, Izalah Auham, 1891 : 137).
Setiap orang yang hendak bergabung dengan Ahmadiyah, disyaratkan untuk mengucapkan ikrar bai’at, dengan pernyataan sbb :
Bismillaahir-Rahmaanir-Rahiim. Nahmaduhu wanushali ‘alaa rasuulihi kariim.
Asyhadu an-laa ilaaha ilallaahu wahdahuu laa syarikalahu,
Wa asyhadu anna Muhammadan abduhuu warasuluh,
Aku bersaksi, tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa dan tidak ada sekutu baginya.
Dan aku bersaksi, Muhammad adalah hambanya dan Rasul-Nya
Saya hari ini masuk ke dalam Jamaah Islam Ahmadiyah, di tangan Masroor.
Saya memiliki keyakinan yang teguh bahwa Hazrat Muhammad Rasulullah SAW., adalah Khataman-Nabiyyin, cap (yang mengesahkan) semua nabi.
Saya juga percaya bahwa Hazrat Mirza Ghulam Ahmad as., adalah Imam Mahdi dan Al-Masihil Mau’ud (Al-Masih yang dijanjikan), yang kedatangannya telah dikabarghaibkan oleh Hazrat Muhammad Rasulullah SAW,.”
Pernyataan-pernyataan Pendiri Ahmadiyah, dan pernyataan ikrar baiat setiap orang yang menyatakan hendak bergabung dengan Ahmadiyah, menunjukan, tuduhan yang dilontarkan MUI, bahwa Ahmadiyah tidak mengakui Nabi Muhammad sebagai Khataman-Nabiyyin, bahwa Ahmadiyah telah mengakui nabi baru yang ke 26, yaitu Mirza Ghulam Ahmad, sama sekali tidak benar dan mengada-ada.
Dalam pernyataan baiat mereka, jelas Ahmadiyah mengakui Rasulullah SAW., sebagai Khataman-Nabiyyin, dan mengakui Ghulam Ahmad hanya sebagai Imam Mahdi-Al-Masihil Mau’ud, bukan nabi, lebih-lebih dengan embel-embel nabi yang ke 26.
Pernyataan bai’at orang-orang Ahmadiyah terhadap Ghulam Ahmad, adalah sama dengan pernyataan baiat yang dilakukan muslimin umumnya yang tergabung dalam thariqah-thariqah, apabila mereka hendak bai’at terhadap mursyid atau guru thariqah mereka.
Perihal Kenabian
Memang benar, dalam perjalanan sejarahnya, selain mengumumkan diri sebagai Mujadid abad XIV H, (1989), Ghulam Ahmad juga mengumumkan diri sebagai Imam Mahdi-Masih Mau’ud, dan juga Nabi (1891).
Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad berkata:
“Dasar buat pengakuan saya sebagai nabi adalah bahwa saya telah mendapat kemuliaan untuk berkomunikasi dengan Tuhan Yang Mahakuasa, bahwa dia kerapkali berbicara dengan saya dan memberikan jawaban-jawaban kepada saya dan membukakan banyak rahasia tersembunyi kepada saya, dan memberi tahu saya tentang peristiwa-peristiwa masa datang, dalam cara yang dia lakukan hanya kepada orang yang menikmati kehampiran khusus dengan-Nya, dan bahwa karena banyaknya jumlah hal-hal ini Dia menyebut saya nabi.”(Sinar Islam, Agustus 1985:13).
Tetapi, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, juga menolak jika ia disebut nabi yang membawa syariat baru, dan terpisah dari kenabian Muhammad SAW, dan Islam. Beliau berkata:
“Disaat dan dimana saya menolak disebut nabi dan rasul, adalah dalam pengertian, bahwa saya bukanlah seorang pembawa syariat baru atau nabi hakiki, tetapi sesungguhnya aku seorang nabi dalam arti, bahwa saya secara rohani memperoleh nikmat, berkat Tuanku yang besar dan mulia, Muhammad SAW,.”(Sinar Islam, Agustus 1985:5).
“Tuduhan-tuduhan yang dilontarkan kepada saya, seakan-akan saya mengaku sebagai suatu jenis nabi yang tidak punya pertalian dengan Islam, dan bahwa saya menganggap diri saya nabi yang tidak tunduk pada Alquran suci, dan bahwa saya telah menciptakan kalimah baru, dan menentukan suatu kiblat baru, dan bahwa saya mengaku telah membatalkan hukum Islam, dan bahwa saya tidak ikut dan patuh pada Nabi Muhammad SAW., seluruhnya adalah palsu. Saya berpendapat bahwa pengakuan kenabian semacam itu adalah sama dengan kufur dan dalam seluruh buku saya telah saya bentangkan selalu bahwa saya tidak mengaku nabi seperti itu, dan menisbahkan pengakuan demikian terhadap saya adalah suatu fitnah.”(Sinar Islam, Agustus 1985:12-13)
Klaim Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi, sesungguhnya tak perlu membuat para Ulama heran. Sebab, jika benar ia sebagai Isa yang dijanjikan kedatangannya, seharusnyalah memang ia menyandang gelar nabi. Rasulullah SAW., seperti diriwayatkan oleh Nawwas bin Sam’an, 4 kali menyebut nabi kepada Isa yang dijanjikan kedatangannya:
1. Nanti nabi Allah Isa dan sahabat-sahabatnya akan terkepung.
2. Nanti nabi Allah Isa dan sahabat-sahabatnya akan memanjatkan doa kepada Allah.
3. Kemudian turunlah nabi Allah Isa dan sahabat-sahabatnya.
4. Maka mendoalah nabi Allah Isa dan sahabat-sahabatnya.
(Muslim, Misykat, hal 474)
Ulama-ulama yang tergabung dalam wadah Nahdhatul Ulama (NU), juga punya aqidah dan keyakinan, jika Nabi Isa as datang, ia akan bergelar Nabi dan Rasul.
S (Soal): Bagaimana pendapat muktamar tentang Nabi Isa as setelah turun kembali ke dunia. Apakah tetap sebagai Nabi dan Rasul? Padahal Nabi Muhammad adalah Nabi terakhir. Dan apakah mazdhab empat itu akan tetap ada pada waktu itu?
J (Jawab): Kita wajib berkeyakinan bahwa Nabi Isa as, itu akan diturunkan kembali pada akhir zaman nanti sebagai Nabi dan Rasul yang melaksanakan syariat Nabi Muhammad SAW., dan hal itu, tidak berarti menghalangi Nabi Muhammad sebagai Nabi yang terakhir, sebab Nabi Isa as, hanya akan melaksanakan syariat Nabi Muhammad. Sedang madzhab empat pada waktu itu hapus (tidak berlaku). (Ahqamul Fuqaha, buku kumpulan masalah-masalah Diniyah, hasil Mu’tamar NU ke 1 s/d 15, hal. 29-30, CV Toha Putra Semarang, tt; Lihat juga: Solusi Problematika Aktual Hukum Islam Keputusan Muktamar, Munas, dan Konbes Nadlatul Ulama (1926-1999), Diantama-LTN NU, 2005:50-51)
Dan, Al-Quran juga tidak menutup kemungkinan datangnya nabi sepeninggal Rasulullah SAW, seperti yang dapat kita baca dalam An-Nisa, 4:69-70, Ad-Dukhan, 44:5-6, Al-Haj, 22:75, Al-Mukmin, 40:15, Al-Jin, 72:26-27, Al-A’raf, 7:34.
Tetapi, meskipun pangkat nabi bagi Isa yang dijanjikan kedatangannya itu mendapat legitimasi dari Al-Quran, Rasulullah SAW juga dari para ulama Islam, Ahmadiyah tidak pernah me-nabi-kan Ghulam Ahmad. Ahmadiyah tetap komit dan konsisten dengan pendirian awal seperti yang dinyatakan dalam pernyataan bai’at, yaitu sebagai Imam Mahdi-Al-Masihil Mau’ud. Sebab, itulah memang, kedudukan utama beliau. Itulah sebabnya, Ahmadiyah memanggil Ghulam Ahmad, hanya dengan istilah Masih Mau’ud atau Mahdi Mau’ud, bukan nabi Ahmad, nabi Mirza atau nabi Ghulam.
Tiga istilah terakhir ini, sungguh, sangat asing didengar dalam telinga dan diucapkan pada lidah orang-orang Ahmadiyah. Kepada Khalifah-Khalifah pengganti Pendiri Ahmadiyah pun, mereka hanya biasa memanggil Khalifatul Masih, bukan Khalifah Nabi Ahmad.
Istilah-istilah ini menandakan, pokok kedudukan Ghulam Ahmad hanyalah Imam Mahdi-Almasihil Mau’ud. Nabi, hanyalah dalam kafasitas sebagai Ummati — anugrah kehormatan semata-mata karena mengikut Rasulullah SAW., bukan Mustqil – berdiri sendiri, terpisah dari kenabian Rasulullah Muhammad SAW,.***
Menutup tulisan ini, saya ingin mengutip Firman Allah dan Sabda Rasul-Nya, sebagai renungan :
“Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu berdiri teguh di jalan Allah dan menjadi saksi dengan adil; dan janganlah permusuhan suatu kaum mendorong kamu bertindak tidak adil. Berlakulah adil. Itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya, Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”.(Al-Maidah, 5:8).
“Dan janganlah engkau ikuti apa yang tentang itu engkau tidak mempunyai pengetahuan. Sesungguhnya, telinga dan mata dan hati tentang semuanya ini akan ditanya”.(Bani Israil, 17:36)
“Sesungguhnya, segenap orang beriman itu bersaudara. Maka adakanlah perdamaian di antara saudara-saudaramu, dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat. Hai, orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mencemoohkan kaum lain, mungkin mereka itu lebih baik daripada mereka, dan janganlah sebagian wanita mencemoohkan akan wanita lain, mungkin mereka lebih baik daripada mereka. Dan janganlah kamu memburuk-burukan kaummu, begitu pula jangan panggil memanggil dengan nama buruk. Adalah suatu hal yang buruk jika dipanggil dengan nama buruk sesudah beriman, dan barangsiapa tidak bertaubat, mereka itulah orang-orang aniaya”.(Al-Hujurat, 49:10,11)
“Hai, orang-orang yang beriman! Apabila kamu pergi berjihad di jalan Allah, maka selidikilah dahulu, dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang memberi salam kepadamu, “Engkau bukan mukmin….”.(An-Nisa, 4:94)
“Barangsiapa memanggil atau menyebut seseorang itu kafir, atau musuh Allah, padahal sebenarnya bukan demikian, maka ucapannya itu akan kembali kepada orang yang mengatakan (menuduh) itu” (Bukhari)
“Barangsiapa shalat seperti kami, dan menghadapkan wajahnya ke kiblat kami, dan makan makanan yang kami sembelih, maka ia itu adalah seorang muslim”.(Bukhari)
Orang Muslim adalah orang yang memelihara orang Islam dari bencana lidah dan tangannya. Dan orang Muhajir adalah orang yang meninggalkan larangan Alah”. (Bukhari)
“Wahai, para ulama Islam! Janganlah Anda tergesa-gesa mencap diriku pendusta sebab banyak sekali rahasia yang orang-orang tidak dapat memahaminya dengan segera. Janganlah cepat-cepat menolak sesuatu, sesaat Anda mendengarnya sebab sikap semacam itu tidak sejalan dengan jiwa ketakwaan.”(Ghulam Ahmad, Ajaranku, Jemaat Ahmadiyah Indonesia 2002:62)
Wassalamu’alaa manittaba’al huda.
Disajikan Dalam Dialog Pakar Bertema: Seputar Kontroversi Ahmadiyah, Diselenggarakan Kerjasama LSAP – Lembaga Studi Agama dan Perubahan UIN Makassar dengan FORLOK (Forum Dialog Antar Kita) Sulawesi Selatan
di Aula Rektorat UIN Makassar, Senin, 08 Agustus 2005
* Penulis adalah Mubaligh Jamaah Ahmadiyah Wilayah Sulawesi Selatan

05
Nov
09

Berita Ahmadiyah : AlQuran Terjemahan Jamaah Muslim Ahmadiyah : Tafsir Al Qur’an

Al-Qur’an, Kitab Suci dari sekitar 1 miliar umat Islam di seluruh dunia sekarang telah tersedia, dengan terjemahan pilihan ayat-ayat dalam 114 bahasa dunia dan 50 bahasa terjemahan Lengkap satu buku. Al-qur’an, dalam kata-kata sendiri, “.. Merupakan kitab; yang tidak ada keraguan di dalamnya, yang merupakan panduan bagi orang-orang yang bertakwa, yang percaya pada yang gaib dan senantiasa mendirikan shalat dan membelanjakan dari apa yang telah Kami rezekikan kepada mereka, dan yang beriman kepada apa yang telah wahyukan kepadamu dan apa yang telah diwahyukan sebelum kamu dan mereka mempunyai iman teguh kepada akhirat. ” (Q.S 2:1-5) Jamaah Muslim Ahmadiyah, gerakan yang relatif baru di dalam Islam, dengan senang hati mempersembahkan Al-Qu’an – firman Allah – ke dalam 114 bahasa dunia (Quran Suci pada awalnya diturunkan oleh Allah dalam bahasa Arab). Berikut ini adalah daftar dari terjemahan ke dalam 50 bahasa, dan juga daftar 114 bahasa yang dipilih dalam ayat-ayat suci Alquran. Jika Anda memerlukan terjemahan dalam salah satu bahasa, atau literatur Islam lainnya, atau informasi, silahkan kunjungi Toko Buku Alislam.http://store.alislam.org/ LIST OF LANGUAGES IN WHICH THE COMPLETE HOLY QURAN IS TRANSLATED (50): Language Regions where spoken. ———- ——————— 1. ALBANIAN Albania, Kosova (Ex-Yugoslavia), Greece, Italy, Bulgaria 2. ASSAMESE India, Assam (North India), Bhutan, Bangladesh 3. BANGLA Bangladesh, West Bengal (India) 4. BULGARIAN Bulgaria, Greece, Romania, Moldova, Ukraine 5. CHINESE China, Taiwan, Malaysia, Hong Kong, Thailand, Singapore 6. CZECH Czech Republic, Some in U.S.A. and Canada 7. DANISH Denmark, Faeroe Islands, Greenland, North Germany 8. DUTCH Netherlands, Belgium, Suriname, Netherlands Antilles, France 9. ENGLISH Most of North America, Europe, Australia. Some Asia & Africa 10. ESPERANTO Eastern Europe, Japan, China, Holland 11. FIJIAN Fiji Islands 12. FRENCH France, Canada, Belgium, Switzerland, U.S.A. 13. GERMAN Germany, Austria, Switzerland, Liechtenstein 14. GREEK Greece, Cyprus, Turkey (and surrounding areas) 15. GUJRATI India (Gujrat, Maharashtra), Some Pakistan 16. GURMUKHI India 17. HAUSA Niger, Nigeria, Cameroon, Chad, Ghana, West Africa 18. HINDI India, Fiji, Surinam, Guyana, Some Africa 19. IGBO South-east Nigeria, 20. INDONESIAN Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapore, Brunei 21. ITALIAN Italy, Switzerland, San Marino, Vatican City 22. JAPANESE Japan 23. KIKUYU Kenya, NEC Africa 24. KOREAN Korea (North + South), China, Japan, Uzbekistan, Kazakhstan 25. LUGANDA Uganda 26. MALAYALAM South-west India, Kerala 27. MALAY Malaysia, Thailand, Singapore, Brunei, Indonesian 28. MANIPURI India (Assam) 29. MARATHI Maharashtra (north-west India) 30. MENDE Sierra Leone, Liberia 31. ORIYA India (Orissa) 32. PASHTU Pakistan, Afghanistan 33. PERSIAN Iran, Afghanistan 34. POLISH Poland, Some republics of former USSR. 35. PORTUGUESE Portugal, Brazil, Angola, Mozambique, Guinea-Bissau 36. PUNJABI India, Pakistan 37. RUSSIAN Russia, Some other former USSR republics, Afghanistan, China 38. SARAEKI India, Pakistan 39. SINDHI Pakistan, India 40. SPANISH Spain, Central + South America, Mexico, U.S.A. 41. SWAHILI Mozambique, Kenya, Somalia, Comoros, Tanzania 42. SWEDISH Sweden, Finland, Estonia, USA, Canada 43. TAGALOG Phillipines, Luzon, Manila, Mindanao 44. TAMIL Sri Lanka, India, Malaysia, Far East, E & S Africa 45. TELUGU India (Andhra Pradesh) 46. TURKISH Turkey, Bulgaria, Turkish Cyprus 47. TUVALU Tuvalu, Nauru 48. URDU Pakistan, some India 49. VIETNAMESE Vietnam, Cambodia 50. YORUBA Nigeria, Benin, Togo LIST OF LANGUAGES IN WHICH SELECTED VERSES OF THE HOLY QURAN ARE TRANSLATED (114): Language Regions where spoken. ———- ——————— 1.AFRIKAANS South Africa, Namibia, Malawi, Zambia, Zimbabwe 2. ALBANIAN Albania, Kosova (Ex-Yugoslavia), Greece, Italy, Bulgaria 3. AMHERIC Ethiopia, Sudan 4. ASANTE Ghana, Togo, Ivory Coast 5. ASSAMESE India, Assam (North India), Bhutan, Bangladesh 6. AZERBIJANI Azerbaijan, Iran, Turkey, Syria, Afghanistan 7. BALINESE Indonesia, Bali (Island) 8. BALOUCHI Baluchistan (Pakistan), Iran, Afghanistan, Bahrain, India 9. BANGLA Bangladesh, West Bengal (India) 10. BASSA Liberia, NWC Africa 11. BATAKESE Sumatra, Indonesia 12. BEMBA Zambia, Zaire 13. BETE Ivory Coast 14. BHUTANI Bhutan 15. BOULE 16. BULGARIAN Bulgaria, Greece, Romania, Moldova, Ukraine 17. BURMESE Mayanmar (Burma) 18. CATALAN Spanish, France, Andorra, Italy, Balearic Islands, U.S.A. 19. CHICHIWA 20. CHINESE China, Taiwan, Malaysia, Hong Kong, Thailand, Singapore 21. CHIYAO 22. CREOLE Mauritius, Haiti 23. CZECH Czech Republic, Some in U.S.A. and Canada 24. DAGBANI Ghana, Togo 25. DANISH Denmark, Faeroe Islands, Greenland, North Germany 26. DOGRI 27. DUSUN 28. DUTCH Netherlands, Belgium, Suriname, Netherlands Antilles, France 29. ENGLISH Most of North America, Europe, Australia. Some Asia & Africa 30. ESPERANTO Eastern Europe, Japan, China, Holland 31. ESTONIAN Estonia, Latvia, Russia 32. EWE Ghana, South Togo, South Benin 33. FANTE Ghana, Ivory Coast, Togo 34. FIJIAN Fiji Islands 35. FINNISH Finland, Sweden, Estonia, Norway, Russia 36. FRENCH France, Canada, Belgium, Switzerland, U.S.A. 37. FULA Nigeria, Guinea, Senegal, Western African Bulge 38. GA Ghana, Togo, Benin 39. GEORGIAN Georgian Republic, Azerbaijan, Turkey, Iran 40. GERMAN Germany, Austria, Switzerland, Liechtenstein 41. GREEK Greece, Cyprus, Turkey (and surrounding areas) 42. GUJRATI India (Gujrat, Maharashtra), Some Pakistan 43. GURMUKHI India 44. HAUSA Niger, Nigeria, Cameroon, Chad, Ghana, West Africa 45. HEBREW Israel, U.S.A., Europe 46. HINDI India, Fiji, Surinam, Guyana, Some Africa 47. HUNGARIAN Hungary, Romania, Czech and Slovak republics, Yugoslavia 48. IGBO South-east Nigeria, 49. INDONESIAN Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapore, Brunei 50. IRISH Ireland 51. ITALIAN Italy, Switzerland, San Marino, Vatican City 52. JAPANESE Japan 53. JAVANESE Indonesia (Java), Malaysia, Suriname 54. JULA 55. KANNADA South-west India (Karnataka) 56. KASHMIRI Kashmir (North India/Pakistan) 57. KIKAMBA NEC Africa 58. KIKONGO Zaire, Angola, Congo 59. KIKUYU Kenya, NEC Africa 60. KOREAN Korea (North + South), China, Japan, Uzbekistan, Kazakhstan 61. KPELLE Guinea, Liberia 62. KURDISH Iraq, Turkey, Iran 63. LATVIAN Latvia, Lithuania, Ukraine, Estonia, Belorussia 64. LINGALA NWC Africa 65. LITHUANIAN Lithuania 66. LUGANDA Uganda 67. MADINKA Guinea, Mali 68. MALAY Malaysia, Thailand, Singapore, Brunei, Indonesian 69. MALAYALAM South-west India, Kerala 70. MANIPURI India (Assam) 71. MAORI New Zealand 72. MARATHI Maharashtra (north-west India) 73. MENDE Sierra Leone, Liberia 74. NAYANJA 75. NEPAL Nepal, India 76. NORWEGIAN Norway, Denmark 77. NZEMA 78. ORIYA India (Orissa) 79. OROMO Ethiopia, Kenya 80. PASHTU Pakistan, Afghanistan 81. PERSIAN Iran, Afghanistan 82. POLISH Poland, Some republics of former USSR. 83. PORTUGUESE Portugal, Brazil, Angola, Mozambique, Guinea-Bissau 84. PUNJABI India, Pakistan 85. ROMANIAN Romania, Voivodina, Greece, Albania, Bulgaria, Moldova 86. RUSSIAN Russia, Some other former USSR republics, Afghanistan, China 87. SAMOAN Samoa, USA, New Zealand, Fiji 88. SARAEKI India, Pakistan 89. SERBO-CROAT Bosnia, Croatia, Serbia + Montenegro (Latin Script) 90. SINDHI Pakistan (Sindh), India 91. SINHALA Sri Lanka 92. SPANISH Spain, Central + South America, Mexico, U.S.A. 93. SUNDANESE Indonesia (Western Java) 94. SURANAN 95. SWAHILI Mozambique, Kenya, Somalia, Comoros, Tanzania 96. SWEDISH Sweden, Finland, Estonia, USA, Canada 97. TAGALOG Phillipines, Luzon, Manila, Mindanao 98. TAMIL Sri Lanka, India, Malaysia, Far East, E & S Africa 99. TELUGU India (Andhra Pradesh) 100. TEMNE Sierra Leone 101. TONGAN Tonga 102. TSHILUBA 103. TURKISH Turkey, Bulgaria, Turkish Cyprus 104. TUVALU Tuvalu, Nauru 105. UKRANIAN Ukraine, Poland, Czech, Slovak repulics, Former USSR. 106. URDU Pakistan, India 107. VAI Liberia, Sierra Leone 108. VIETNAMESE Vietnam, Cambodia 109. WAALE 110. WELSH Wales (UK) 111. XHOSA South Africa 112. YAO Southern China, North Laos, Thailand, Malawi, Mozambique 113. YIDDISH Israel, Central & Eastern Europe, USA 114. YORUBA Nigeria, Benin, Togo

http://www.alislam.org/library/links/translations.html

http://ajaranislam.com/index.php?option=com_content&view=article&id=66:alquran-terjemahan-jamaah-muslim-ahmadiyah&catid=34:tafsir-alquran&Itemid=57

Translations of the Holy Quran
________________________________________
The Holy Quran, the holy of book of about 1 billion Muslims around the world is now available, with selected verses translated in 114 languages and the complete book in 50 languages of the world.
The Holy Quran, in its own words,
“.. is a perfect Book; there is no doubt in it; it is a guidance for the righteous, Who believe in the unseen and observe Prayer and spend out of what We have provided for them; And who believe in that which has been revealed to thee and that which has been revealed before thee and they have firm faith in the Hereafter.” (The Holy Quran, 2:1-5)
The Ahmadiyya Muslim Community, a relatively new movement in Islam, is happy to present the Holy Quran, the word of God, into 114 languages of the world (the Holy Quran was originally revealed in Arabic by God).
The following is a list of the 50 languages along with the region in which they are spoken, in which the Holy Quran is available in complete. It follows another list of 114 languages (along with their regions), in which selected verses of the Holy Quran are available. If you need a translation in any of these languages, or need other Islamic literature or information, please visit Alislam Book Store.
________________________________________
LIST OF LANGUAGES IN WHICH THE COMPLETE HOLY QURAN IS TRANSLATED (50):

Language Regions where spoken.
———- ———————

1. ALBANIAN Albania, Kosova (Ex-Yugoslavia), Greece, Italy, Bulgaria
2. ASSAMESE India, Assam (North India), Bhutan, Bangladesh
3. BANGLA Bangladesh, West Bengal (India)
4. BULGARIAN Bulgaria, Greece, Romania, Moldova, Ukraine
5. CHINESE China, Taiwan, Malaysia, Hong Kong, Thailand, Singapore
6. CZECH Czech Republic, Some in U.S.A. and Canada
7. DANISH Denmark, Faeroe Islands, Greenland, North Germany
8. DUTCH Netherlands, Belgium, Suriname, Netherlands Antilles, France
9. ENGLISH Most of North America, Europe, Australia. Some Asia & Africa
10. ESPERANTO Eastern Europe, Japan, China, Holland
11. FIJIAN Fiji Islands
12. FRENCH France, Canada, Belgium, Switzerland, U.S.A.
13. GERMAN Germany, Austria, Switzerland, Liechtenstein
14. GREEK Greece, Cyprus, Turkey (and surrounding areas)
15. GUJRATI India (Gujrat, Maharashtra), Some Pakistan
16. GURMUKHI India
17. HAUSA Niger, Nigeria, Cameroon, Chad, Ghana, West Africa
18. HINDI India, Fiji, Surinam, Guyana, Some Africa
19. IGBO South-east Nigeria,
20. INDONESIAN Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapore, Brunei
21. ITALIAN Italy, Switzerland, San Marino, Vatican City
22. JAPANESE Japan
23. KIKUYU Kenya, NEC Africa
24. KOREAN Korea (North + South), China, Japan, Uzbekistan, Kazakhstan
25. LUGANDA Uganda
26. MALAYALAM South-west India, Kerala
27. MALAY Malaysia, Thailand, Singapore, Brunei, Indonesian
28. MANIPURI India (Assam)
29. MARATHI Maharashtra (north-west India)
30. MENDE Sierra Leone, Liberia
31. ORIYA India (Orissa)
32. PASHTU Pakistan, Afghanistan
33. PERSIAN Iran, Afghanistan
34. POLISH Poland, Some republics of former USSR.
35. PORTUGUESE Portugal, Brazil, Angola, Mozambique, Guinea-Bissau
36. PUNJABI India, Pakistan
37. RUSSIAN Russia, Some other former USSR republics, Afghanistan, China
38. SARAEKI India, Pakistan
39. SINDHI Pakistan, India
40. SPANISH Spain, Central + South America, Mexico, U.S.A.
41. SWAHILI Mozambique, Kenya, Somalia, Comoros, Tanzania
42. SWEDISH Sweden, Finland, Estonia, USA, Canada
43. TAGALOG Phillipines, Luzon, Manila, Mindanao
44. TAMIL Sri Lanka, India, Malaysia, Far East, E & S Africa
45. TELUGU India (Andhra Pradesh)
46. TURKISH Turkey, Bulgaria, Turkish Cyprus
47. TUVALU Tuvalu, Nauru
48. URDU Pakistan, some India
49. VIETNAMESE Vietnam, Cambodia
50. YORUBA Nigeria, Benin, Togo

LIST OF LANGUAGES IN WHICH SELECTED VERSES OF THE HOLY QURAN ARE TRANSLATED (114):

Language Regions where spoken.
———- ———————

1. AFRIKAANS South Africa, Namibia, Malawi, Zambia, Zimbabwe
2. ALBANIAN Albania, Kosova (Ex-Yugoslavia), Greece, Italy, Bulgaria
3. AMHERIC Ethiopia, Sudan
4. ASANTE Ghana, Togo, Ivory Coast
5. ASSAMESE India, Assam (North India), Bhutan, Bangladesh
6. AZERBIJANI Azerbaijan, Iran, Turkey, Syria, Afghanistan
7. BALINESE Indonesia, Bali (Island)
8. BALOUCHI Baluchistan (Pakistan), Iran, Afghanistan, Bahrain, India
9. BANGLA Bangladesh, West Bengal (India)
10. BASSA Liberia, NWC Africa
11. BATAKESE Sumatra, Indonesia
12. BEMBA Zambia, Zaire
13. BETE Ivory Coast
14. BHUTANI Bhutan
15. BOULE
16. BULGARIAN Bulgaria, Greece, Romania, Moldova, Ukraine
17. BURMESE Mayanmar (Burma)
18. CATALAN Spanish, France, Andorra, Italy, Balearic Islands, U.S.A.
19. CHICHIWA
20. CHINESE China, Taiwan, Malaysia, Hong Kong, Thailand, Singapore
21. CHIYAO
22. CREOLE Mauritius, Haiti
23. CZECH Czech Republic, Some in U.S.A. and Canada
24. DAGBANI Ghana, Togo
25. DANISH Denmark, Faeroe Islands, Greenland, North Germany
26. DOGRI
27. DUSUN
28. DUTCH Netherlands, Belgium, Suriname, Netherlands Antilles, France
29. ENGLISH Most of North America, Europe, Australia. Some Asia & Africa
30. ESPERANTO Eastern Europe, Japan, China, Holland
31. ESTONIAN Estonia, Latvia, Russia
32. EWE Ghana, South Togo, South Benin
33. FANTE Ghana, Ivory Coast, Togo
34. FIJIAN Fiji Islands
35. FINNISH Finland, Sweden, Estonia, Norway, Russia
36. FRENCH France, Canada, Belgium, Switzerland, U.S.A.
37. FULA Nigeria, Guinea, Senegal, Western African Bulge
38. GA Ghana, Togo, Benin
39. GEORGIAN Georgian Republic, Azerbaijan, Turkey, Iran
40. GERMAN Germany, Austria, Switzerland, Liechtenstein
41. GREEK Greece, Cyprus, Turkey (and surrounding areas)
42. GUJRATI India (Gujrat, Maharashtra), Some Pakistan
43. GURMUKHI India
44. HAUSA Niger, Nigeria, Cameroon, Chad, Ghana, West Africa
45. HEBREW Israel, U.S.A., Europe
46. HINDI India, Fiji, Surinam, Guyana, Some Africa
47. HUNGARIAN Hungary, Romania, Czech and Slovak republics, Yugoslavia
48. IGBO South-east Nigeria,
49. INDONESIAN Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapore, Brunei
50. IRISH Ireland
51. ITALIAN Italy, Switzerland, San Marino, Vatican City
52. JAPANESE Japan
53. JAVANESE Indonesia (Java), Malaysia, Suriname
54. JULA
55. KANNADA South-west India (Karnataka)
56. KASHMIRI Kashmir (North India/Pakistan)
57. KIKAMBA NEC Africa
58. KIKONGO Zaire, Angola, Congo
59. KIKUYU Kenya, NEC Africa
60. KOREAN Korea (North + South), China, Japan, Uzbekistan, Kazakhstan
61. KPELLE Guinea, Liberia
62. KURDISH Iraq, Turkey, Iran
63. LATVIAN Latvia, Lithuania, Ukraine, Estonia, Belorussia
64. LINGALA NWC Africa
65. LITHUANIAN Lithuania
66. LUGANDA Uganda
67. MADINKA Guinea, Mali
68. MALAY Malaysia, Thailand, Singapore, Brunei, Indonesian
69. MALAYALAM South-west India, Kerala
70. MANIPURI India (Assam)
71. MAORI New Zealand
72. MARATHI Maharashtra (north-west India)
73. MENDE Sierra Leone, Liberia
74. NAYANJA
75. NEPAL Nepal, India
76. NORWEGIAN Norway, Denmark
77. NZEMA
78. ORIYA India (Orissa)
79. OROMO Ethiopia, Kenya
80. PASHTU Pakistan, Afghanistan
81. PERSIAN Iran, Afghanistan
82. POLISH Poland, Some republics of former USSR.
83. PORTUGUESE Portugal, Brazil, Angola, Mozambique, Guinea-Bissau
84. PUNJABI India, Pakistan
85. ROMANIAN Romania, Voivodina, Greece, Albania, Bulgaria, Moldova
86. RUSSIAN Russia, Some other former USSR republics, Afghanistan, China
87. SAMOAN Samoa, USA, New Zealand, Fiji
88. SARAEKI India, Pakistan
89. SERBO-CROAT Bosnia, Croatia, Serbia + Montenegro (Latin Script)
90. SINDHI Pakistan (Sindh), India
91. SINHALA Sri Lanka
92. SPANISH Spain, Central + South America, Mexico, U.S.A.
93. SUNDANESE Indonesia (Western Java)
94. SURANAN
95. SWAHILI Mozambique, Kenya, Somalia, Comoros, Tanzania
96. SWEDISH Sweden, Finland, Estonia, USA, Canada
97. TAGALOG Phillipines, Luzon, Manila, Mindanao
98. TAMIL Sri Lanka, India, Malaysia, Far East, E & S Africa
99. TELUGU India (Andhra Pradesh)
100. TEMNE Sierra Leone
101. TONGAN Tonga
102. TSHILUBA
103. TURKISH Turkey, Bulgaria, Turkish Cyprus
104. TUVALU Tuvalu, Nauru
105. UKRANIAN Ukraine, Poland, Czech, Slovak repulics, Former USSR.
106. URDU Pakistan, India
107. VAI Liberia, Sierra Leone
108. VIETNAMESE Vietnam, Cambodia
109. WAALE
110. WELSH Wales (UK)
111. XHOSA South Africa
112. YAO Southern China, North Laos, Thailand, Malawi, Mozambique
113. YIDDISH Israel, Central & Eastern Europe, USA
114. YORUBA Nigeria, Benin, Togo

http://www.alislam.org/library/links/translations.html

22
Mei
13

NU TIDAK AKAN INGKAR ADA NABI TURUN SETELAH RASULULLAH SAW

Ahkamul Fuqaha (Solusi Problematika Aktual Hukum Islam) hal. 50~51 memuat Keputusan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-3 28/09/1928 yang berbunyi sbb.:
46. Nabi Isa Akan Turun Kembali Ke Dunia Sebagai Nabi dan Rasul.
S. Bagaimana pendapat Muktamar tentang Nabi Isa as setelah turun kembali ke dunia. Apakah tetap sebagai Nabi dan Rasul? Padahal Nabi Muhammad SAW adalah Nabi Terakhir. Dan apakah mazhab empat itu akan tetap ada pada waktu itu?
J. Kita wajib berkeyakinan bahwa Nabi Isa as itu akan diturunkan kembali pada akhir zaman nanti sebagai Nabi dan Rasul yang melaksanakan syariat Nabi Muhammad SAW dan hal itu, tidak berarti menghalangi Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi terakhir, sebab Nabi Isa as hanya akan melaksanakan syariat Nabi Muhammad SAW sedangkan mazhab empat pada waktu itu hapus (tidak berlaku). Keterangan, dalam kitab Syarah AR-Raudh Juz III:
Allah berfirman (al-Ahzab:40) “… akan tetapi Rasulullah dan penutup Nabi-Nabi” firman Allah tersebut tidak bertentangan dengan (hadist) yang menjelaskan tentang turunnya Isa as di akhir zaman, karena ia tidak akan datang dengan ajaran yang menghapuskan ajaran Nabi Muhammad SAW., namun justru akan menetapkannya dan mengamalkannya.
Beliau ditanya mudah-mudahan Allah memberi manfaat terhadap ilmu beliau, dengan statemen: Para ulama sepakat bahwa Isa akan melaksanakan hukum berdasarkan syariat kita (Islam), maka bagaimanakan cara pelaksanaan hukumnya apakah berdasarkan salah satu mazhab dari mazhab-mazhab yang ada atau berdasarkan ijtihad? Jawabannya adalah, bahwa Isa as itu tersucikan dari ikut menjadi muqallid terhadap imam-imam mujtahid, bahkan ia lebih utama untuk berijtihad sendiri.
Maka lihatlah wahai saudaraku apa yang ada di bawah pohon dan cabangnya, rantingnya serta buahnya, maka Anda akan mendapatkan semuanya bercabang dari inti syariat, …. sampai keluarnya Imam Mahdi as yang akan membatalkan amalan yang berdasarkan taklid pada mazhab-mazhab yang ada pada masanya seperti telah dijelaskan oleh para ahli kasyaf, …. sampai kemudian Isa as turun, maka bergantilah hukum ke yang lainnya dan bahwasanya ia mendapatkan wahyu untuk melaksanakan syariat Muhammad SAW melalui lisan jibril as.

Dari Keputusan Muktamar NU tersebut, nampak bahwa NU sepakat dengan Ahmadiyah bahwa (1) setelah Nabi Muhammad SAW masih akan ada Nabi Isa as yang akan turun kembali ke dunia sebagai Nabi dan Rasul, dan (2) Nabi Isa as yang akan turun kembali ke dunia itu akan mendapatkan wahyu melalui lisan Jibril as. Jadi wahyu-wahyu setelah Nabi Muhammad SAW masih terbuka. Begitu bukan pa Hasyim? Untuk lebih jelasnya, saya sarankan agar NU dan/atau MUI berdialog dengan Ahmadiyah untuk mencari KEBENARAN dan/atau mempererat Ukhuwwah Islamiyyah.

http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,1-id,11020-lang,id-c,warta-t,Hasyim+Tak+Setuju+Ahmadiyah-.phpx

22
Mei
13

NU – NABI DAN RASUL AKAN TURUN SETELAH RASULULLAH SAW

Ahkamul Fuqaha (Solusi Problematika Aktual Hukum Islam) hal. 50~51 memuat Keputusan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-3 28/09/1928 yang berbunyi sbb.:
46. Nabi Isa Akan Turun Kembali Ke Dunia Sebagai Nabi dan Rasul.
S. Bagaimana pendapat Muktamar tentang Nabi Isa as setelah turun kembali ke dunia. Apakah tetap sebagai Nabi dan Rasul? Padahal Nabi Muhammad SAW adalah Nabi Terakhir. Dan apakah mazhab empat itu akan tetap ada pada waktu itu?
J. Kita wajib berkeyakinan bahwa Nabi Isa as itu akan diturunkan kembali pada akhir zaman nanti sebagai Nabi dan Rasul yang melaksanakan syariat Nabi Muhammad SAW dan hal itu, tidak berarti menghalangi Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi terakhir, sebab Nabi Isa as hanya akan melaksanakan syariat Nabi Muhammad SAW sedangkan mazhab empat pada waktu itu hapus (tidak berlaku). Keterangan, dalam kitab Syarah AR-Raudh Juz III:
Allah berfirman (al-Ahzab:40) “… akan tetapi Rasulullah dan penutup Nabi-Nabi” firman Allah tersebut tidak bertentangan dengan (hadist) yang menjelaskan tentang turunnya Isa as di akhir zaman, karena ia tidak akan datang dengan ajaran yang menghapuskan ajaran Nabi Muhammad SAW., namun justru akan menetapkannya dan mengamalkannya.
Beliau ditanya mudah-mudahan Allah memberi manfaat terhadap ilmu beliau, dengan statemen: Para ulama sepakat bahwa Isa akan melaksanakan hukum berdasarkan syariat kita (Islam), maka bagaimanakan cara pelaksanaan hukumnya apakah berdasarkan salah satu mazhab dari mazhab-mazhab yang ada atau berdasarkan ijtihad? Jawabannya adalah, bahwa Isa as itu tersucikan dari ikut menjadi muqallid terhadap imam-imam mujtahid, bahkan ia lebih utama untuk berijtihad sendiri.
Maka lihatlah wahai saudaraku apa yang ada di bawah pohon dan cabangnya, rantingnya serta buahnya, maka Anda akan mendapatkan semuanya bercabang dari inti syariat, …. sampai keluarnya Imam Mahdi as yang akan membatalkan amalan yang berdasarkan taklid pada mazhab-mazhab yang ada pada masanya seperti telah dijelaskan oleh para ahli kasyaf, …. sampai kemudian Isa as turun, maka bergantilah hukum ke yang lainnya dan bahwasanya ia mendapatkan wahyu untuk melaksanakan syariat Muhammad SAW melalui lisan jibril as.

Dari Keputusan Muktamar NU tersebut, nampak bahwa NU sepakat dengan Ahmadiyah bahwa (1) setelah Nabi Muhammad SAW masih akan ada Nabi Isa as yang akan turun kembali ke dunia sebagai Nabi dan Rasul, dan (2) Nabi Isa as yang akan turun kembali ke dunia itu akan mendapatkan wahyu melalui lisan Jibril as. Jadi wahyu-wahyu setelah Nabi Muhammad SAW masih terbuka. Begitu bukan pa Hasyim? Untuk lebih jelasnya, saya sarankan agar NU dan/atau MUI berdialog dengan Ahmadiyah untuk mencari KEBENARAN dan/atau mempererat Ukhuwwah Islamiyyah.

http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,1-id,11020-lang,id-c,warta-t,Hasyim+Tak+Setuju+Ahmadiyah-.phpx

22
Mei
13

AHMADIYAH DAN NU SEPAKAT ADA NABI LAGI

Ahkamul Fuqaha (Solusi Problematika Aktual Hukum Islam) hal. 50~51 memuat Keputusan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-3 28/09/1928 yang berbunyi sbb.:
46. Nabi Isa Akan Turun Kembali Ke Dunia Sebagai Nabi dan Rasul.
S. Bagaimana pendapat Muktamar tentang Nabi Isa as setelah turun kembali ke dunia. Apakah tetap sebagai Nabi dan Rasul? Padahal Nabi Muhammad SAW adalah Nabi Terakhir. Dan apakah mazhab empat itu akan tetap ada pada waktu itu?
J. Kita wajib berkeyakinan bahwa Nabi Isa as itu akan diturunkan kembali pada akhir zaman nanti sebagai Nabi dan Rasul yang melaksanakan syariat Nabi Muhammad SAW dan hal itu, tidak berarti menghalangi Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi terakhir, sebab Nabi Isa as hanya akan melaksanakan syariat Nabi Muhammad SAW sedangkan mazhab empat pada waktu itu hapus (tidak berlaku). Keterangan, dalam kitab Syarah AR-Raudh Juz III:
Allah berfirman (al-Ahzab:40) “… akan tetapi Rasulullah dan penutup Nabi-Nabi” firman Allah tersebut tidak bertentangan dengan (hadist) yang menjelaskan tentang turunnya Isa as di akhir zaman, karena ia tidak akan datang dengan ajaran yang menghapuskan ajaran Nabi Muhammad SAW., namun justru akan menetapkannya dan mengamalkannya.
Beliau ditanya mudah-mudahan Allah memberi manfaat terhadap ilmu beliau, dengan statemen: Para ulama sepakat bahwa Isa akan melaksanakan hukum berdasarkan syariat kita (Islam), maka bagaimanakan cara pelaksanaan hukumnya apakah berdasarkan salah satu mazhab dari mazhab-mazhab yang ada atau berdasarkan ijtihad? Jawabannya adalah, bahwa Isa as itu tersucikan dari ikut menjadi muqallid terhadap imam-imam mujtahid, bahkan ia lebih utama untuk berijtihad sendiri.
Maka lihatlah wahai saudaraku apa yang ada di bawah pohon dan cabangnya, rantingnya serta buahnya, maka Anda akan mendapatkan semuanya bercabang dari inti syariat, …. sampai keluarnya Imam Mahdi as yang akan membatalkan amalan yang berdasarkan taklid pada mazhab-mazhab yang ada pada masanya seperti telah dijelaskan oleh para ahli kasyaf, …. sampai kemudian Isa as turun, maka bergantilah hukum ke yang lainnya dan bahwasanya ia mendapatkan wahyu untuk melaksanakan syariat Muhammad SAW melalui lisan jibril as.

Dari Keputusan Muktamar NU tersebut, nampak bahwa NU sepakat dengan Ahmadiyah bahwa (1) setelah Nabi Muhammad SAW masih akan ada Nabi Isa as yang akan turun kembali ke dunia sebagai Nabi dan Rasul, dan (2) Nabi Isa as yang akan turun kembali ke dunia itu akan mendapatkan wahyu melalui lisan Jibril as. Jadi wahyu-wahyu setelah Nabi Muhammad SAW masih terbuka. Begitu bukan pa Hasyim? Untuk lebih jelasnya, saya sarankan agar NU dan/atau MUI berdialog dengan Ahmadiyah untuk mencari KEBENARAN dan/atau mempererat Ukhuwwah Islamiyyah.

http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,1-id,11020-lang,id-c,warta-t,Hasyim+Tak+Setuju+Ahmadiyah-.phpx

http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,1-id,11020-lang,id-c,warta-t,Hasyim+Tak+Setuju+Ahmadiyah-.phpx

12
Nov
09

093010 : Khutbah Khalifah Ahmadiyah : SIFAT ALLAH AL WALI (The Friend) (Bagian ke 2)

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
نَحْمَدُهُ وَنُصَلِّىْعَلَى رَسُوْلِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلَىعَبْدِهِ اْلمَسِيْحِ اْلمَوْعُوْدِ

RINGKASAN KHUTBAH JUM’AH
HAZRAT AMIRUL MU’MININ KHALIFATUL MASIH V atba.
Tanggal 30 Oktober 2009 dari Baitul Futuh London UK`
TENTANG : SIFAT ALLAH AL WALI (The Friend)
(Bagian ke 2)

Didalam khutbah ini Huzur melanjutkan pembahasan tentang sifat Allah swt Al Wali (Sahabat). Allah swt telah mengingatkan orang-orang beriman dan orang tidak beriman terutama para penyembah berhala didalam Alqur’an surah Al Ra’d ayat 12 sebagai berikut :
لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِ‌ؕ اِنَّ اللّٰهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْ‌ؕ وَاِذَاۤ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلاَ مَرَدَّ لَهٗ‌ۚ وَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّال
Artinya : Untuk dia (Rasul itu) ada pergiliran malaikat-malaikat dihadapannya dan dibelakangnya; mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sebelum mereka sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka. Dan apabila Allah sudah menetapkan suatu keputusan buruk bagi suatu kaum maka tiada yang dapat menghindarkannya dari itu, dan tiada bagi mereka penolong selain dari pada Dia.
Didalam ayat tersebut Allah swt telah menjelaskan empat macam perkara :
a. Allah swt telah mengambil tanggung jawab sendiri untuk melindungi setiap orang.
b. Dia memberi keputusan tentang suatu bangsa sesuai dengan prilaku mereka.
c. Apabila Allah swt telah menganggap sesorang sudah patut dihukum, tidak ada kekuatan lain yang bisa mencegahnya.
d. Dia sendiri adalah Penolong, Penjaga, Pelindung dan Sahabat yang paling benar dan setia.
Hazrat Masih Mau’ud a.s. sambil menjelaskan maksud sesungguhnya pada permulaan ayat tersebut ini لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِ‌ؕ Untuk dia (Rasul itu) ada pergiliran malaikat-malaikat dihadapannya dan dibelakangnya bersabda : “ Allah swt telah menetapkan para pengawal untuk menjaga hamba-hamba-Nya disetiap penjuru baik secara zahiri maupun secara ruhani. Yang paling utama Allah swt menetapkan para pengawal atau penjaga itu bagi para Utusan-Nya khasnya bagi Hazrat Rasulullah saw. Setelah kelahiran beliau kedunia, beliau telah menjadi wujud yang paling dikasihi dan disayangi oleh Allah swt sampai kepada masa akhir hayat beliau saw. Allah swt telah menyempurnakan semua perkara itu pada wujud beliau saw dengan sangat luar biasa sehingga tidak ada tara bandingannya. Situasi kehidupan beliau di Mekkah telah diketahui oleh semua, bagaimana Allah swt telah menolong dalam setiap langkah beliau dengan sangat luar biasa cemerlangnya. Surah Ar Ra’d tersebut diturunkan kepada beliau dalam suasana di Mekkah yang sangat mencekam disa’at usaha-usaha lawan yang memusuhi beliau sudah mencapai taraf yang paling membahayakan dan telah melampaui batas kemanusiaan. Kita juga mempunyai sebuah pemandangan zahiri dan bathini peristiwa Perang Badar yang sangat mengerikan dan luar biasa hebatnya dimana Allah swt sesuai dengan janji-Nya telah menurunkan pertolongan-Nya secara luar biasa kepada Hazrat Rasulullah saw, sehingga bagaimanapun kerasnya kehendak musuh untuk menghancurkan beliau beserta para sahabah beliau tidak berhasil.
Amir Ibnu Tufail seorang tokoh dan pimpinan penyembah berhala datang kepada Hazrat Rasulullah saw dan bertanya kepada beliau : “ Wahai Muhammad !! Apabila saya menjadi muslim apakah saya bisa menjadi Khalifah pengganti engkau setelah engkau wafat ? Maka Rasulullah saw menjawab : “ Takhta Khilafat tidak akan pernah turun kepada seseorang yang memberi persyaratan demikian dan juga tidak akan turun kepada pengikutnya.” Mendengar demikian dia menjadi marah dan berkata : “Aku akan membawa lasykar berkuda yang sangat berpengalaman yang akan memberi pelajaran dan menghancurkan Muhammad (saw)” Na’uzubillah !! Nabi Muhammad saw bersabda : “ Tuhan tidak akan pernah memberi taufiq untuk berbuat demikian !” Maka ia beserta temannya pergi dari sana, dan Rasulullah saw-pun membiarkan mereka pergi. Diperjalanan temannya itu berkata : “ Mari kita kembali lagi ketempat Muhammad dan aku akan mengatur siasat, aku akan mengajak dia untuk berbicara dengan-ku, disa’at itu kamu hunuslah pedangmu dan seranglah lalu bunuhlah dia !” Dia menjawab : “ Cara begini sangat berbahaya. Jika aku berhasil membunuhnya maka sahabat-sahabatnya pasti akan mengejar-ku dan membunuh-ku!” Temannya yang sudah dirasuk syetan itu semakin menghasutnya dan berkata : “ Jangan takut kita akan memberi wang tebusan kepada mereka itu, setelah berhasil membunuh Muhammad !” Maka Amir Bin Tufail itu setuju dengan saran temannya itu dan kembali menuju Hazrat Rasulullah saw. Dan setibanya dihadapan Rasulullah saw teman Amir Bin Tufail itu mulailah bercakap-cakap dengan Rasulullah saw dan Amir Bin Tufailpun yang tengah berdiri dibelakang Rasulullah saw mulai menghunus pedangnya. Namun setelah ia berhasil menghunus pedangnya itu timbul didalam hatinya rasa takut yang menggetarkan hatinya dan tertegun sejenak sehingga tangannya tidak mampu mengayunkan pedangnya itu untuk membunuh Hazrat Rasulullah saw. Disa’at itu Hazrat Rasulullah saw berbalik kebelakang dan memandang Amir Bin Tufail yang sedang memegang pedang terhunus ditangannya. Dan Rasulullah saw faham apa yang dimaksud oleh Amir Bin Tufail itu dan mereka-pun berdua mundur dari sana, lalu pergi meninggalkan Rasulullah saw. Dan Rasulullah saw pun membiarkan mereka berdua pergi dan sedikitpun tidak mengucapkan sebarang perkataan terhadap mereka berdua. Namun Allah swt Yang Maha Kuasa telah mnjatuhkan hukuman terhadap mereka berdua. Ditengah perjalanan turun hujan dan temannya itu telah disambar petir sehingga mati dan hancur binasa, sedangkan tentang Amir Bin Tufail dikatakan bahwa dia mati setelah diserang oleh penyakit bisul yang mengerikan.
Banyak sekali peristiwa serupa yang telah terjadi terhadap diri Hazrat Rasulullah
saw yang menunjukkan bahwa Allah swt betul-betul telah memberi perlindungan dan keselamatan yang khas sesuai dengan janji-Nya melalui para Malaikat-Nya terhadap wujud suci Rasulullah saw dari maksud-maksud jahat pihak lawan yang memusuhi Hazrat Rasulullah saw. Peristiwa-peristiwa demikian telah mewarnai seluruh masa kehidupan beliau saw sehingga nampak jelas sekali bahwa Allah swt melalui para Malaikat-Nya telah menjaga dan melindungi beliau saw. Janji Allah swt yang turun di Mekkah itu telah diperlihatkan kesempurnaannya untuk meyakinkan dan menenteramkan hati beliau ketika terjadi penyerangan dan pengepungan terhadap kota Madinah, dengan firman-Nya : وَاللهُ يَعْسِمُكَ مِنَ النَّاسِ artinya Allah sentiasa menjaga engkau dari kejahatan tangan manusia. Tentang itu Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda : “ Hazrat Rasulullah saw selamat dan terlindung dari usaha pembunuhan manusia merupakan sebuah mu’jizah yang sangat luar biasa besarnya, dan merupakan bukti nyata kebenaran Kitab Suci Alqur’an, sebab nubuwatan ini : وَاللهُ يَعْسِمُكَ مِنَ النَّاسِ artinya Allah sentiasa menjaga engkau dari kejahatan tangan manusia tercantum didalam Kitab Suci Alqur’an dan nubuwatan ini tercantum didalam Kitab-kitab sebelumnya juga bahwa Nabi akhir zaman tidak akan dapat dibunuh oleh siapapun juga.”
Huzur bersabda tentang ; mereka menjaganya atas perintah Allah artinya pertama, melalui para Malaikat Rasulullah saw selalu dijaga dan dilindungi dari kejahatan manusia dan keduanya Allah swt menanamkan semangat kecintaan yang mendalam didalam hati orang-orang mukmin sehingga mereka setiap sa’at siap mengurbankan jiwa raga mereka untuk melindungi dan menjaga Rasulullah saw. Semangat kecintaan itu timbul didalam hati orang-orang mukmin setelah mereka beriman kepada Hazrat Rasulullah saw. Para sahabah menjaga dan melindungi Hazrat Rasulullah saw kerana Allah swt telah menamkan iman yang hakiki didalam hati mereka dan mereka lakukan hal itu semua semata-mata demi meraih keridhaan Allah swt. Allah swt telah menyelenggarakan perlindungan seperti itu terhadap Rasulullah saw lebih dari pada terhadap Nabi atau Rasul yang lain. Akan tetapi salah satu arti dari pada itu adalah bahwa bisa juga perlindungan Tuhan itu berlaku terhadap siapapun, sebab Allah swt telah mengatur sistim penjagaan dan perlindungan bagi setiap orang atau setiap manusia. Misalnya walaupun tidak ada penyakit yang tengah menular, namun didalam udara terdapat berbagai jenis kuman atau bakteri yang bisa masuk kedalam tubuh manusia melalui pernafasan. Untuk itu Allah swt telah menaruh sistim penjagaan didalam tubuh setiap orang, yang mampu mencegah pengaruh buruk sebagian kuman atau bakteri yang terhirup dari udara melalui pernafasan manusia. Disamping itu Allah swt memberi perlindungan terhadap para wali-Nya atau para Utusan-Nya bahkan terhadap para pengikutnya yang khas melalui para penjaga yang ditetapkan oleh Tuhan sendiri.
Pada zaman sekarang ini kita telah mengetahui merebaknya serangan wabah penyakit pes atau tha’un dizaman Hazrat Masih Mau’ud a.s. untuk membuktikan kebenaran da’wa beliau sebagai Utusan Tuhan. Dan hal itu telah membuktikan adanya perlindungan khas dari Allah swt terhadap para pengikut beliau a.s. dari serangan wabah penyakit berbahaya itu. Didalam Kitab Kisyti Nuh (Bahtera Nuh) Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda : “ Akan tetapi dengan segala hormat, kami ingin mengatakan kepada Pemerintah yang baik hati itu, bahwa seandainya tidak ada rintangan samawi, maka kamilah yang pertama-tama diantara semua warga negara yang akan meminta disuntik untuk mencegah bahaya penyakit pes itu. Rintangan samawi itu adalah, Tuhan menghendaki untuk memperlihatkan suatu Tanda kasih sayang dari langit kepada umat manusia yang telah beriman kepada Utusan-Nya dizaman ini, mereka akan dilindungi dari bahaya wabah pes atau tha’un itu. Dunia luas telah menyaksikan bahwa walaupun telah merebaknya wabah pes atau tha’un itu selama enam tahun dinegeri India pada waktu itu, dengan karunia Allah swt tidak ada seorang Ahmady-pun yang terkena serangan wabah pes tersebut.”
Hanya semata-mata adanya perlindungan Allah swt manusia bisa terselamat dari setiap tragedi yang berbahaya dari kehilangan nyawa, harta dan anak-anak atau kehormatan. Jika tidak manusia akan kehilangan akal dan ingatan atau perasaan setelah ditimpa berbagai macam kerugian dan kehilangan yang mengerikan. Hal itu juga merupakan salah satu cara Allah swt untuk memberi perlindungan kepada manusia. Banyak manusia yang tidak mampu atau tidak bijak menyikapi akibat kehilangan atau kerugian disebabkan suatu musibah itu sehingga mengakibatkan penderitaan yang sangat keras. Akhirnya banyak diantara mereka yang kehilangan iman dan keyakinan terhadap Allah sawt. Hal itu harus menjadi pelajaran bagi kita semua untuk menyikapi dengan rasa syukur atas ni’mat Allah swt, jika tidak ada rahmat dan karunia-Nya kehidupan kita tidak mungkin bisa berlanjut. Orang-orang mukmnin apabila menghadapi suatu musibah akan selalu berkata : Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un !! Kita semua dan apapun yang kita miliki semuanya kepunyaan Allah dan kita semua akan kembali kepada-Nya !! (Al Baqarah : 157) sebagai natijahnya mereka mendapat barkat dari Allah swt dan mereka mendapat perlindungan Allah swt dari akibat buruk musibah atau kesusahan serta kesulitan yang mereka hadapi itu.
Sesuai dengan peraturan alam semua manusia berada dibawah perlindungan Allah swt secara umum, baik yang beriman kepada-Nya maupun yang tidak beriman. Didalam hal ini terdapat pelajaran bagi orang-orang yang tidak beriman bahwa, jika mereka terus berlanjut didalam perbuatan kejahatan mereka Allah swt tidak akan memberi perlindungan-Nya lagi terhadap mereka sehingga mereka akan menghadapi kehancuran yang sangat parah. Sebagaimana firman-Nya didalam surah Ar Ra’d ayat 12 berikut ini :
اِنَّ اللّٰهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْ‌ؕ
Artinya : Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sebelum mereka sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka.
Hal ini membuktikan bahwa Allah swt tidak merubah cara memberi pertolongan kepada orang-orang beriman dan soleh dan mereka terus menerima banyak berkat dan rahmat dari pada-Nya. Selama mereka menjadi orang-orang yang baik dan saleh secara perorangan maupun secara keseluruhan dan memenuhi kewajiban terhadap hak-hak Allah swt dan terhadap hak-hak hamba-hamba-Nya maka mereka akan terus menerima banyak berkat dari Allah swt didalam kehidupan mereka. Berkat-berkat dan nikmat Allah swt tidak diturunkan lagi apabila manusia bukan menjadikan Tuhan sebagai wali atau sahabat mereka melainkan mengambil syaitan menjadi wali atau sahabat mereka. Kebaikan mereka lambat-laun akan hilang dan mulailah mereka melakukan kezaliman terhadap manusia. Akibatnya mereka banyak melakukan perbuatan dosa dan perbuatan jahat, merampas dan menjarah harta orang. Sebagai penguasa dipemerintahan mereka mulai melakukan suap-menyuap, melakukan korupsi dan penggelapan harta milik negara dan melakukan pelanggaran yang bertentangan dengan keadilan. Merampas hak-hak orang lain sudah menjadi adat kebiasaan sehingga akhirnya mereka berani membunuh orang atas nama agama. Pada waktu itu Allah swt tidak lagi menjaga dan melindungi mereka sehingga mereka kehilangan berkat-berkat dan nikmat serta karunia dari Allah swt sepanjang kehidupan mereka.
Maksud dari sebagian ayat tersebut bukanlah berarti bahwa Tuhan tidak memperlakukan orang-orang berbuat jahat sebagaimana mestinya, melainkan Allah swt tidak merobah perlakuan-Nya terhadap orang-orang suci dan soleh kecuali mereka sendiri telah mulai melakukan perbuatan-perbuatan buruk sehingga mereka tidak menerima lagi anugerah nikmat, karunia dan berkat-berkat dari Allah swt. Didalam sejarah agama nampak jelas sebagai saksi kepada kita dan Alqur’anpun telah menjelaskannya dihadapan kita bahwa apabila keburukan-keburukan mulai banyak timbul kepermukaan dan kebaikan-kebaikan mulai menghilang dari permukaan bumi maka perlindungan dan pemeliharaan Allah swt-pun menghilang pula. Dimanapun tidak tertulis sebuah jaminan bahwa dengan mengucapkan dua kalimah syahadat oran-orang beriman akan mendapat perlindungan istimewa untuk selamanya dari Allah swt. Untuk mendapatkan perlindungan khas dari Allah swt sesudah beriman, manusia harus melakukan amal-amal soleh sesuai ajaran Agama Islam. Hal ini harus menjadi sumber pemikiran bagi orang-orang muslim dizaman ini terutama mereka yang tinggal dinegara-negara dimana penganiayaan terhadap sesama orang muslim dan terhadap minoritas non muslim tengah berlangsung bahkan semakin meningkat. Perkara berikutnya didalam ayat tersebut diatas harus direnungkan khasnya oleh orang-orang Islam dinegara Pakistan bahkan mereka harus memohon ampun kepada Allah swt yaitu :
وَاِذَاۤ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلاَ مَرَدَّ لَهٗ‌ۚ وَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّال
Artinya : Dan apabila Allah sudah menetapkan suatu keputusan buruk bagi suatu kaum maka tiada yang dapat menghindarkannya dari itu, dan tiada bagi mereka penolong selain dari pada Dia. Apa yang diperlukan oleh mereka adalah mengadakan perbaikan pada diri mereka sebelum keputusan akhir Tuhan turun kepada mereka. Jika memang penduduk negeri Pakistan sungguh-sungguh mempunyai pengertian kepada hal tersebut.
Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda bahwa kewajiban orang-orang yang betul-betul menghendaki bebas atau terlepas dari kesusahan dan kemalangan adalah mereka harus mengadakan perobahan yang baik dalam diri mereka. Apabila perobahan dimaksud sudah tercapai maka barkat-barkat dan nikmat serta karunia Allah swt akan segera turun kepada mereka sesuai dengan janji-janji-Nya.
Huzur bersabda bahwa sangat perlu sekali bagi mereka itu untuk merenungkan dengan penuh perhatian terhadap masalah ini terutama untuk memohon ampunan dari Allah swt dan setiap orang Ahmady harus berusaha untuk memberi penerangan dan pengertian tentang itu terhadap orang-orang Muslim disekitar lingkungan tempat tinggal mereka.
Diakhir Ayat tersebut difirmankan : وَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّال
Artinya : dan tiada bagi mereka penolong selain dari pada Dia. Jadi jika tidak ada wujud lain kecuali Allah sebagai Penolong, Yang bisa melindungi kita semua dari setiap gangguan dan serangan Syaitan, maka kita harus mencari Dia dan harus menjadikan-Nya sebagai sahabat atau teman. Dan jika sekalipun umat Islam disana setiap hari menunaikan salat lima waktu dengan patuh, melakukan ibadah puasa dibulan Ramdhan dan puluhan ribu orang setiap tahun menunaikan ibadah Haji, namun tidak menimbulkan sebarang kebaikan bahkan timbul kemunduran dan kehancuran secara nasional, tentu terdapat kekurangan didalam cara menunaikan ibadah mereka terhadap Allah swt. Semoga ummat Islam di Pakistan memahami keadaan sebenarnya yang tengah berlaku disana dan semoga hati mereka runduk sepenuhnya terhadap Allah swt.
Allah swt telah menguraikan masalah tersebut didalam surah Al Anfal ayat 54 sebagai berikut :
ذٰلِكَ بِاَنَّ اللّٰهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِّـعْمَةً اَنْعَمَهَا عَلٰى قَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْ‌ۙ وَاَنَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌۙ‏
Artinya : Yang demikian itu adalah karena Allah tidak akan mengubah suatu nikmat yang telah Dia anugerahkan kepada suatu kaum, sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui. Allah swt tidak pernah merampas kembali anugerh nikmat-Nya yang telah Dia anugerahkan kepada hamba-hamba-Nya, melainkan manusia sendiri yang mensia-siakan anugerah nikmat-Nya itu dengan melakukan keburukan sehingga menjadikan dirinya bernasib buruk dan malang. Alqur’an tidak semata-mata hanya menceritakan perkara-perkara yang telah berlalu, melainkan menjadikan hal itu sebagai pelajaran bagi orang-orang beriman dimasa sekarang dan mereka harus selalu waspada dan selalu menghargai dan mensyukuri nikmat-nikmat luar biasa yang telah mereka terima dari Allah swt. Allah swt berfirman …
وَاَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِىْ telah Aku sempurnakan nikmat-Ku atas-mu … nikmat ini dan berkat ini telah dianugerahkan kepada kita dalam bentuk Kitab Suci Alqur’an dan kita telah diperintah untuk mengamalkan ajaran-ajarannya didalam peri kehidupan kita sehari-hari. Apabila kita ikuti semua perintah-Nya ini maka kita sendiri akan menjadi orang-orang yang soleh dan sesuai firman-Nya Dia akan menjadi Penolong kita dan Dia akan menjelma sebagai Maula atau Pelindung kita.
Apakah orang-orang Muslim diseluruh dunia belum juga menyadari mengapa mereka luput dari berkat-berkat firman Tuhan yang artinya : Kamu adalah ummat terbaik dibangkitkan demi kebaikan umat manusia..?? Ummat yang telah diciptakan demi faedah manusia itu, mengapa mereka luput dari nikmat-nikmat dan karunia Allah swt ? Sebab mereka sedang saling bunuh-membunuh satu dengan yang lain. Beberapa hari yang lalu telah terjadi letupan bomb di kota Peshawar yang dikendalikan dari jauh dengan remote control. Lalu terjadi lagi bomb bunuh diri yang disusul dengan pembunuhan terhadap orang-orang Ahmady dan yang lainnya juga atas nama agama. Macam kebaikan apakah yang mereka lakukan ini ? Perkara demikian sangat perlu untuk dipikirkan oleh mereka dan mereka harus merubah pola pikir mereka untuk mengubah sikap kearah kebaikan. Jika tidak, apabila taqdir Tuhan sudah mulai bergerak untuk menghukum mereka, maka tidak akan ada yang bisa menghalanginya atau mencegahnya lagi.
Perbuatan baik orang lain juga harus bisa diambil contoh dan harus menjadi contoh bagi mereka. Orang-orang Ahmady juga harus mengadakan pemeriksaan dan penilaian terhadap diri masing-masing jika sesungguhnya mereka ada dipihak yang benar. Mereka harus selalu mengawasi perilaku orang-orang itu terutama yang tinggal disekitar lingkungan masing-masing. Mereka harus selalu mensyukuri karunia Allah swt yang telah turun kepada mereka. Jika hal itu tetap dipertahankan maka Allah swt akan selalu menjadi Penolong dan Pelindung kita semua sesuai dengan janji-janji-Nya. Dan tidak akan ada yang bisa mengganggu dan menghancurkan Jema’at kita. Oleh sebab itu Allah swt berfirman :
ۚ فَاَقِيْمُوْا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوْا الزَّكٰوةَ وَاعْتَصِمُوْا بِاللّٰهِؕ هُوَ مَوْلٰٮكُمْ‌ۚ فَنِعْمَ الْمَوْلٰى وَنِعْمَ النَّصِيْر
Artinya : … Maka dirikanlah salat dan bayarlah zakat dan berpeganglah dengan teguh kepada Allah. Dialah Pemelihara-mu. Maka Dialah sebaik-baik Pemelihara dan sebaik-baik Penolong (Al Hajj : 79) Ini merupakan kewajiban bagi semua orang-oran beriman untuk menunaikan salat karena melalui ibadah salat itu setiap orang bisa berobah menjadi orang yang baik dan saleh. Harta orang-orang beriman bisa menjadi suci bersih dengan membelanjakan sebagian dari padanya dijalan Allah dan berpegang teguh kepada apa yang diperintahkan Allah swt. Dan hal itu bisa memperteguh tauhid dan keyakinan terhadap Allah Yang Maha Tunggal sebagai Penolong dan Pelindung yang sejati.
Didalam surah Al Maidah ayat 56-57 Allah swt berfirman sebagai berikut :
اِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللّٰهُ وَرَسُوْلُهٗ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا الَّذِيْنَ يُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ وَهُمْ رٰكِعُوْنَ‏– وَمَنْ يَّتَوَلَّ اللّٰهَ وَ رَسُوْلَهٗ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا فَاِنَّ حِزْبَ اللّٰهِ هُمُ الْغٰلِبُوْن
Artinya : Sesungguhnya penolong-penolong-mu hanyalah Allah, Rasul-Nya dan orang-orang beriman yang dawam mendirikan salat dan membayar zakat dan mereka ta’at kepada Allah – Dan barangsiapa yang menjadikan Allah, Rasul-Nya dan mereka yang beriman sebagai penolong, maka sesungguhnya Jema’at Allah pasti menang. Disini “ beribadahlah hanya kepada Allah” berarti bahwa orang yang sungguh-sungguh dan secara sempurna beriman kepada Allah dan keimanannya benar-benar suci dari setiap jenis pelanggaran. Mereka itulah kumpulan orang-orang yang akan memperoleh kemenangan dan kejayaan dan mereka itulah sahabat-sahabat Tuhan dan Tuhan adalah Sahabat mereka.
Didalam sebuah Hadis Qudsi Allah swt berrfirman kepada Nabi Besar Muhammad saw “ Barang siapa yang menjadi musuh terhadap sahabat-Ku maka Aku akan nyatakan perang kepadanya. Aku ingin hamba-Ku mendekat kepada-Ku melalui apa yang telah diwajibkan kepadanya. Hamba-Ku yang selalu mendekatkan dirinya kepada-Ku melalui nawafil sehingga Aku mencintainya. Dan apabila Aku telah mencintainya, Aku menjadi matanya dengan mana ia biasa melihat, Aku menjadi tangannya dengan apa ia memegang, Aku menjadi kakinya dengan apa ia berjalan. Jika ia memohon sesuatu dari pada-Ku, pasti Aku mengabulkannya. Jika ia memohon perlindungan-Ku pasti Aku beri perlindungan kepadanya. Aku tidak mempunyai keraguan sedikitpun tentang hamba-Ku mecuali ketika Aku akan mencabut nyawa seorang mukmin. Ia tidak suka kematian dan Aku juga tidak suka memberi kesulitan terhadap hamba-Ku” Demikianlah perhatian dan perlindungan Tuhan terhadap hamba-Nya yang beriman. Jika manusia mengamalkan setiap perintah Tuhan dengan sungguh-sungguh dan dengan penuh kecintaan maka Tuhan akan menjadi Maula-nya (Pelindngnya). Semoga Allah swt memberi taufiq kepada kita semua untuk menjadi orang-orang soleh yang selalu mendekatkan diri kepada Maula kita yang sejati sehingga kita sentiasa menerima pertolongan-Nya dan perlindungan-Nya dalam setiap langkah kehidupan kita. Amin !!!
Alih Bahasa : Hasan Basri

12
Nov
09

071109 : Khutbah Khalifah Ahmadiyah : KEUTAMAAN MUKMIN LAKI-LAKI DAN MUKMIN PEREMPUAN

KHUTBAH JUM’AH HADZRAT AMIRUL MUKMININ KHALIFATUL MASIH V atba.
Tanggal 09 November 2007 dari Baitul Futuh London U.K.
Alih bahasa : Hasan Basri

KEUTAMAAN MUKMIN LAKI-LAKI DAN MUKMIN PEREMPUAN

Setelah membaca Syahadat, ta’awwuz dan surat Al-Faatihah, Huzur atba menilawatkan ayat 71 dari Surah At Taubah sebagai berikut : Artinya Dan. Orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan itu satu sama lain bersahabat. Mereka menyuruh kepada kebaikan dan mencegah dari keburukan dan mendirikan shalat dan membayar zakat serta mentaati Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah yang akan dikasihi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana. (Surah Taubah ayat 71)

Didalam ayat ini dijelaskan tentang sifat orang-orang mukmin laki-laki dan mukmin perempuan. Tanda-tanda atau sifat-sifat yang indah ini apabila timbul didalam sebuah golongan atau Jemaat, pasti ia adalah Jemaat orang-orang mukmin hakiki. Sebagaimana telah kita baca dari terjemahan diatas bahwa Allah swt telah menjelaskan ada tujuh macam keistimewaan Jemaat orang-orang mukmin. Keistimewaan pertama adalah satu sama lain bersahabat. Mereka bersahabat demikian akrabnya sehingga setiap saat siap untuk saling tolong-menolong. Keistimewaan kedua adalah mereka mengajak orang untuk berbuat baik, menganjurkan orang-orang untuk berbuat baik dan beramal soleh. Selain mereka menginginkan berkat dari Allah swt untuk diri mereka sendiri, mereka juga menginginkan berkat itu untuk orang lain. Dan mereka menghendaki sambil menegakkan kebaikan-kebaikan, dan sambil menegakkan kecintaan antar sesama, ingin menegakkan sebuah Jemaat yang mengamalkan hukum-hukum Allah swt dengan hati yang sungguh-sungguh dan penuh ikhlas. Keistimewaan ketiga adalah mencegah dari setiap keburukan. Mereka mencegah setiap perbuatan yang bertentangan dengan perintah-perintah Allah swt. Menolong orang-orang yang zalim dan orang-orang mazlum (yang dizalimi) kedua-duanya. Mencegah orang zalim supaya jangan berbuat kezaliman (penganiayaan). Dan setiap waktu siap untuk menolong dan melepaskan orang-orang mazlum (yang diperlakukan secara zalim). Untuk itu jika harus mengeluarkan pengorbananpun mereka itu tidak akan merasa keberatan, agar suasana aman, damai dan sejahtera, serta persaudaraan dapat ditegakkan. Keistimewaan keempat adalah mendirikan shalat. Shalat yang merupakan tiang agama diperintahkan agar setiap orang mukmin memperhatikannya dengan sungguh-sungguh. Jika tidak, pendawaan diri sebagai orang mukmin tidak ada artinya. Hadzrat Masih Mau’ud a.s. sambil menekankan pentingnya shalat bersabda : Shalat adalah amal sholeh yang sangat penting dan ia adalah mi’raj (tangga) untuk mencapai martabat tertinggi bagi orang-orang mukmin. Dan shalat adalah sarana paling baik untuk berdo’a kepada Allah swt. Selanjutnya beliau bersabda : Tidak ada ibadah yang paling baik selain dari pada shalat. Sebab didalamnya terdapat pujian terhadap Tuhan, istighfar dan darood syarif (sanjungan terhadap Allah dan Rasulullah-Nya saw) dan ini semua merupakan kumpulan dari semua ibadah-ibadah. Banyak macam-macam wirid terhimpun semuanya didalam shalat, dengan itu semua kesedihan dan kesengsaraan bathin dapat dijauhkan dan semua kesulitan dapat dipecahkan.

Menunaikan shalat dengan sangat tertib dan sangat hati-hati, menunaikan shalat tepat pada waktunya, dan menunaikan shalat dengan berjemaah, maka firman Allah swt: Itulah ciri-ciri khas orang mukmin sejati. Dan memang seharusnya demikian. Keistimewaan kelima adalah membayar zakat, orang yang membelanjakan harta mereka dijalan Allah swt. Penjelasan selanjutnya akan diberikan kemudian.Keistimewaan keenam adalah ta’at kepada Allah dan kepada Rasul-Nya. Dalam memenuhi kewajiban terhadap Allah swt dan terhadap manusia dengan senang hati sesuai perintah Allah swt dan perintah Rasul-Nya saw. Dan keistimewaan yang ketujuh adalah : terhadap orang-orang mukmin yang menyandang keistimewaan seperti itu semua, Allah swt sangat menaruh belas-kasih terhadap mereka dan merekapun pewaris-pewaris rahmat dan kasih-sayang Allah swt. Allah swt selalu berlaku kasih-sayang dan mencintai orang-orang mukmin seperti itu. Harus diingat selalu bahwa keistimewaan orang-orang mukmin laki-laki dan orang-orang mukmin perempuan tersebut telah difirmankan oleh Tuhan sendiri Yang Maha Perkasa dan Maha Bijaksana.

Dengan mengikat hubungan yang erat dengan Tuhan Yang Maha Perkasa dan Maha Bijaksana ini dan dengan mengamalkan hukum-hukum-Nya maka hasilnya didalam diri kita juga akan timbul sifat arif dan bijksana. Sebagai hasil dari hikmah ini berkat mengamalkan hukum-hukum Allah swt dan Rasul-Nya didalam diri kita timbul kekuatan yang akan menjadi sarana bagi teguhnya Jemaat, sehingga keadilan dan kebijakan akan berdiri dengan kokoh-kuat. Karena hikmah dan kebijakan ini sebagai Jemaat kejahilan dan kebodohan akan dilenyapkan dari tengah-tengah kita dan kita akan berbuat sesuatu berdasarkan akal sehat serta kebijaksanaan dan keadaan pribadi kita akan terus bertambah kuat dan antara sesama kita akan saling cinta-mencintai dan akan meningkatkan hubungan persaudaraan diantara kita. Kita menerima amanat yang penuh dengan hikmah yang dihasilkan dengan penuh pemahaman dari Allah swt Yang Tunggal, yang untuk menyebarluaskannya di zaman ini kepada setiap orang diseluruh dunia Allah swt telah mengutus Hadzrat Ghulam Shadiq Rasulullah saw Imam Zaman, Hadzrat Masih Mauud a.s. Sebagai hamba dari Masih dan Mahdi ini kita menjadi penyampai amanat ini kepada masyarakat dunia. Dan sebagai hasilnya kita akan menjadi orang-orang yang akan menyaksikan kemenangan yang Allah swt telah janjikan kepada Hadzrat Masih Mau’ud a.s.Dengan menciptakan keistimewaan didalam diri kita sendiri, maka kita akan menjadi pewaris nikmat-nikmat yang telah Allah swt janjikan kepada Hadzrat Masih Mau’ud a.s. Maka itulah khabar suka bagi orang-orang mukmin laki-laki dan orang-orang mukmin perempuan. Bahwa jika kamu sekalian menjadi penyandang keistimewaan itu, maka kalian akan menjadi penyebar luas amanat Allah swt yang sangat agung ini yang dalam setiap perkataannya mengandung hikmat yang luas laksana samudra dan kalian akan menjadi orang-orang yang bernasib baik untuk menyaksikan hari kemenangan Islam diseluruh dunia.

Untuk menjadi penyandang sifat Allah swt dan untuk mendapatkan barkat dari padanya sangat diperlukan sekurang-kurangnya kita harus memiliki keistimewaan didalam diri sehingga hasilnya dapat memperoleh berkat dari sifat Aziz dan Hakim (Maha Perkasa, Maha Bijaksanan). Jika kita berusaha menumbuhkan keistimewaan itu didalam diri kita maka pasti Allah swt Yang Ghalib dan Hakim akan memberi kekuatan kepada lidah kita untuk berbicara, sehingga dengannya kita akan dapat menyampaikan amanat Allah swt yang penuh dengan kebijakan kepada dunia sehingga kita akan menyaksikan kemenangan Islam dan Ahmadiyyat. Maka setiap orang Ahmadi harus memahami betul kepada maksud-maksud yang sangat penting ini. Supaya kita menjadi orang-orang yang menyempurnakan perjanjian bai’at yang kita lakukan kepada Hadzrat Masih Mau’ud a.s. pada zaman ini, bahwa kami setiap waktu bersedia untuk mengorbankan jiwa-raga, harta, waktu dan kehormatan kami untuk menyebar-luaskan ajaran Islam keseluruh dunia.

Sebagaimana telah saya katakan bahwa sekarang saya akan menjelaskan tentang kewajiban membayar zakat atau kewajiban pengorbanan harta. Seperti kita maklum bahwa bulan November ini adalah waktu untuk diumumkannya perjanjian baru candah Tahrik-i-jadid. Bulan Oktober adalah bulan penutupan perjanjian candah tahrik jadid dan pada tanggal satu November dimulai lagi pengumuman perjanjian baru. Namun tepat pada awal bulan November ini tidak dapat diumumkan, baru pada hari ini akan saya umumkan. Dan dalam kesempatan ini akan saya jelaskan lebih lanjut tentang keistimewaan orang-orang mukmin lelaki dan orang-orang mukmin perempuan yang membayar zakat. Apa artinya zakat? Artinya mengeluarkan sebagian dari harta dibelanjakan dijalan Allah swt supaya harta itu suci bersih, menyatakan ita’at kepada Allah swt dan mengharapkan agar Allah swt menurunkan berkat diatas harta itu dan melipat-gandakan jumlahnya.

Maka seorang mukmin yang membelanjakan hartanya untuk keperluan sanak saudaranya, untuk keperluan kerja agama, untuk usaha meraih kemenangan Islam, sesungguhnya ia sedang melakukan perniagaan dengan Allah swt. Yakni dengan perantaraan pengorbanan itu ia akan dapat menarik karunia Allah swt lebih banyak lagi. Oleh sebab itulah Allah swt meningkatkan jumlah hartanya lebih banyak dari sebelumnya, supaya dia dapat mengambil manfa’at dari kenikmatan dunia juga dan dengan membelanjakannya lagi maka Allah swt terus meningkatkan jumlah hartanya itu. Itulah sebuah amal yang merupakan perniagaan yang tidak akan pernah mengalami kerugian. Disatu pihak ia mengeluarkan sebagian dari hartanya dan dipihak lain ia akan menerima berkali-lipat ganda secara berterusan jumlahnya sebagai pembalasan dari padanya.

Didalam urusan dunia, kita sering menyaksikan jika seseorang membelanjakan uangnya untuk sesuatu barang kepada orang lain maka sebanyak harga benda itu orang akan menerima harga dari pada benda itu. Seorang manusia berakal akan membayar harga benda itu setelah betul-betul ia periksa dan perhatikan nilai dari pada setiap benda itu. Dan harganya akan diberikan kepadanya sebanyak biaya yang telah ia keluarkan. Dari perniagaan seperti itu memang dapat dihasilkan faedahnya. Dan sesuai dengan peredaran waktu benda itupun akan semakin berkurang nilainya. Sehingga pada suatu waktu benda itu akan betul-betul menjadi sia-sisa tidak berharga lagi.

Kemudian kita menyaksikan lagi didalam sebuah perniagaan untuk mendatangkan hasil apabila bahan mentah dipergunakan, maka sebagian dari bahan mentah itu menjadi terbuang tidak dipergunakan, sekalipun seratus persen modal dibelanjakan untuk itu semua namun hasilnya tidak dapat diperoleh sepenuhnya, sekalipun semua pengeluaran telah diperhitungkan berapa yang terbuang, kemudian bisnisman (pengusaha) itu menentukan harganya setelah memperhitungkan berapa yang terbuang kemudian menentukan berapa keuntungan yang akan ia peroleh itu. Selain itu banyak lagi hal-hal yang harus diperhitungkan sehingga akhirnya kadang-kadang bukan keuntungan yang diperoleh melainkan kerugian. Akan tetapi Allah swt memberi jaminan kepada hamba-hamba-Nya yang membelanjakan harta mereka dijalan-Nya bahwa harta mereka akan berkembang berlipat ganda. Disatu tempat didalam Al Quran Allah swt berfirman, bahwa Dia akan mengganti tujuh ratus kali kali ganda bahkan lebih banyak lagi dari itu. Maka orang-orang mukmin diingatkan kearah perniagaan seperti itu, sekalipun keuntungan itu diperoleh dengan jalan perniagaan duniawi, akan tetapi apabila kalian membelanjakannya dijalan Allah swt sesuai dengan perintah-perintah-Nya, maka apabila keridoan Allah swt telah diperoleh, pengorbanan kalian akan menjadi sarana untuk memperkuat Jema’at-Nya. Dimana kalian sibuk memeperbaiki keadaan kehidupan diri sendiri, disana kalian juga akan bebas dari pengaruh buruk yang dapat mempengaruhi usaha kalian, supaya beberapa perkara yang mungkin mempengaruhinya tidak akan merugikan perniagaan kalian. Sehubungan dengan pokok masalah ini ditempat lain Allah swt telah berfirman sebagai berikut :Artinya : Dan harta apapun yang kamu belanjakan maka manfa’atnya adalah untuk dirimu, dan sebenarnya tidaklah kamu belanjakan melainkan tujuannya untuk mencari keridhoan Allah. Dan harta apapun yang kamu belanjakan niscaya akan dikembalikan kepada kamu dengan penuh (melimpah) dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan). (Surah Al Baqarah ayat 273). Jika Allah swt menggunakan perkataan akan dikembalikan dengan penuh (melimpah) maksudnya pengembalian yang tidak terkira banyaknya sehingga manusia tidak mampu membayangkan berapa banyaknya. Setiap manusia melakukan perniagaannya masing-masing. Mereka mencatat dan menghitungnya, membagi dan memperkalikannya menggunakan pencil dan kertas dan sekarang zaman moden menggunakan alat-alat canggih, dengan mesin hitung dengan computer dan lain-lain. Sambil duduk-duduk dihadapan computer membuat planning dan menghitung-hitungnya, 5% atau 10 % diusahakan untuk menetapkan keuntungannya. Jika keuntungannya banyak dia tulis angka lebih besar lagi, apabila sesuatu barang banyak disukai dia lakukan system harga black market sehingga keuntungan dapat diraih sampai 100% besarnya. Itulah batas-batas ketentuan yang dibuat oleh manusia dan apabila didalam itu semua sudah diselesaikan, dia pasti mendapatkan faedah dan keuntungan secara duniawi, akan tetapi jika dalam mengambil keuntungan itu dengan jalan yang tidak benar, ia menjadi berdosa akibatnya harta yang dia peroleh itu tidak dapat dikatakan harta yang bersih dan suci. Akan tetapi Allah swt berfirman, untuk meraih keridhoan Allah swt, harus ditanamkan kecintaan didalam hati kepada Allah swt dan mengamalkan hukum-hukum-Nya dan mengalahkan kecintaan terhadap harta kekayaan. Apa yang kalian belanjakan dijalan-Nya tentu Allah swt akan mengembalikannya kepada kamu dengan sepenuhnya. Pembelanjaan dijalan Allah yang selalu dibalas dengan sepenunya dan berkali lipat ganda serta tidak terbatas jumlahnya. Orang yang mencari harta dengan jalan yang bersih dan suci ia faham kepada masalah duniawi dan juga masalah ukhrawi. Orang seperti ini tidak mau menggunakan kesempatan untuk mengambil keuntungan dari orang yang dalam situasi sangat terdesak atau disa’at orang menghadapi kesulitan. Bahkan ianya selalu berusaha mencegah dirinya dari jalan usaha yang tidak dibenarkan atau tidak dihalalkan oleh hukum agama.

Dengan karunia Allah swt didalam Jema’at ini terdapat banyak orang-orang yang kaya raya selain banyak juga orang yang miskin. Oleh kerana Jema’at ini adalah Jema’at orang-orang mukmin maka setiap tingkatan dari para anggautanya cepat menyadari, bahwa berapapun harta yang telah Allah swt rizkikan kepadanya ia belanjakan sebagian dari padanya dijalan Allah swt, supaya ia menjadi pewaris dari pada karunia-karunia dan ni’mat-ni’mat-Nya.

Banyak juga orang-orang yang sudah berlalu bahkan sekarang juga banyak yang menjalani kehidupan dengan gaji yang ia terima setiap bulan. Akan tetapi apabila mereka mendengar ada gerakan pengorbanan dari Khalifa-e-waqt, mereka mengeluarkan dari uang gaji bulanannya itu untuk mengambil bahgian dalam gerakan pengorbanan itu dengan penuh semangat dan kecintaan. Sehingga mereka menyaksikan banyak karunia Allah swt turun kepada mereka, karena mereka selalu berusaha meraih karunia-Nya dan selalu berusaha meraih keridhoan-Nya juga. Sekarang dengan karunia Allah swt beribu-ribu orang diseluruh dunia telah memahami maksud dan tujuan sebenarnya dari pengorbanan yang sangat penting ini. Mereka melakukan perniagaan dengan Allah swt kemudian mereka membelanjakannya kembali sebahagian dari rizki yang diterimanya itu dijalan Allah swt. Kemudian mereka menyaksikan pembalasannya secara melimpah dari Allah swt.

Seorang Ahmadi telah menulis katanya, saya telah meningkatkan perjanjian Tahrik Jadid berkali lipat. Saya secara pribadi tahu betul orang ini. Dia telah berjanji melebihi kemampuannya. Maka dengan karunia-Nya, Allah swt telah memberi kemampuan kepadanya untuk melunasi perjanjiannya itu. Pada tahun ini dia berjanji lagi dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Kemudian Allah swt telah menurunkan karunia-Nya kepadanya sesuai dengan firman-Nya artinya Dia (Tuhan) memberi rizki kepada-nya diluar jangkauan pikirannya. Tuhan telah menyediakan rizki demikian melimpah kepadanya sehingga keperluan sehari-harinya dapat dipenuhi dan perjanjiannya juga dapat dilunasinya. Setelah menerima banyak karunia dari Allah swt itu, iapun menulis kepada saya : Hati saya betul-betul merasa puas dengan karunia-Nya ini !! Namun harus diingat bahwa berapapun Allah swt menurunkan karunia-Nya kepada kita sehingga hati kita merasa puas, kita tidak dapat memenuhi hak-hak-Nya secara sempurna. Itulah sebabnya kita harus sentiasa mengisi hati kita penuh dengan puji-syukur kepada-Nya. Sebab Allah swt berfirman :Artinya jika engkau bersyukur atas ni’mat-Ku itu maka Aku akan tambah lagi kepadamu. Apabila Allah swt menambah rizki Dia menambahnya dengan berkali lipat ganda, shingga rasa syukur kita tidak memadai terhadap karunia yang Dia berikan secara berlipat ganda itu kepada kita.
Allah swt selalu meningkatkan iman hamba-Nya yang banyak menyanjungkan pujian kepada-Nya dan yang tawakkal sepenuhnya kepada-Nya. Selanjutnya orang ini telah menulis lagi kepada saya katanya, Sekretaris Tahrik Jadid dengan rasa heran berkata kepada saya : Anda membuat perrjanjian tahrik jaddid demikian banyaknya, bagaimana mampukah anda melunasinya ? Lalu saya jawab : jika anda merasa khawatir memikirkan itu, apakah Tuhan tidak khawatir memikirkannya untuk saya, Yang keridhoan-Nya saya harapakan dan berdasarkan perintah-Nya saya telah berjanji dan sedang membelanjakan harta yang telah Dia rizkikan kepada saya?

Semangat dan tawakkal seperti itu timbul didalam hati orang-orang Ahmadi sebab, mereka telah bai’at ditangan Imam Zaman ini. Dan setelah bai’at ditangan beliau mereka mempunyai pengertian dan pemahaman yang sangat dalam tentang sifat-sifat Allah swt. Iman terhadap Allah swt semakin meningkat. Mereka yakin betul terhadap janji-janji Allah swt. Mereka yakin betul bahwa Allah swt selalu menepati janji-janji-Nya. Mereka yakin bahwa pengorbanan yang dilakukan kerana Allah swt dengan penuh ikhlas tidak pernah sia-sia. Mereka mempunyai iman yang sangat teguh bahwa Allah swt memberi pembalasan dan ganjaran yang melimpah terhadap amal soleh yang dilakukan dengan penuh ikhlas demi meraih keridhoan-Nya. Mereka juga yakin bahwa Allah swt sesuai janji-Nya mengganti setiap keadaan rasa takut dengan keadaan aman dan setiap kesusahan dengan kegembiraan. Sebagaimana Allah swt berfirman ; Artinya : Orang-orang yang membelanjakan harta mereka pada malam dan siang dengan sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, bagi mereka ada ganjaran mereka di sisi Tuhan mereka ; dan tak ada ketakutan pada mereka dan tidak pula mereka akan bersedih. (Surah Al Baqarah ayat 275)
Jadi orang-orang yang membelanjakan harta mereka semata-mata karena Allah swt, dan membelanjakan harta demi meraih keridhoan-Nya, maka Allah swt menjauhkan setiap perasaan takut dan kesusahan serta kesedihan mereka. Allah swt menjadi milik mereka dan mereka menjadi milik Allah swt. Dan Allah swt menurunkan barkat-Nya secara melimpah terhadap harta dan jiwa mereka. Sebagaimana terdapat riwayat didalam sebuah hadis yang diceritkan oleh Hadzrat Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw bersabda : Seorang yang memperoleh rizki yang suci-bersih berupa sebuah kurma lalu dikurbankan dijalan Allah swt maka Allah swt menerima kurma itu dengan kedua belah tangan-Nya dan Allah swt menjaga dan memeliharanya dan menambahnya terus untuk pemiliknya itu sehingga pada suatu waktu tumpukan buah kurmanya itu akan menyerupai sebuah gunung karena banyaknya. Demikianlah Tuhan menjaga dan memelihara harta hamba-Nya seperti halnya kalian menjaga dan memelihara anak sehingga pada suatu waktu ia menjadi besar.
Jadi itulah janji-janji Allah swt bahwa Dia menambah rizki hamba-hamba-Nya sebagaimana telah dijelaskan didalam Kitab Suci Al Quran dan juga didalam Hadis-hadis Rasulullah saw. Akan tetapi untuk itu kita harus ingat juga kepada persyaratannya, sebagaimana telah saya sebutkan sebelumnya yaitu harta yang dikurbankan dijalan Allah swt itu harus dari rizki yang diperoleh dengan jalan yang benar dan suci bersih agar Allah swt mengabulkannya. Rizki atau harta itu bukan hasil penipuan atau hasil usaha yang tidak halal, misalnya hasil rampasan dari harta orang-orang miskin. Allah swt menuntut orang-orang mukmin untuk mengurbankan harta mereka dijalan-Nya yang telah dihasilkan dengan jalan yang suci-bersih dan dengan hati yang bersih dan dikurbankan untuk membersihkan hatinya. Allah swt Ghani, tidak memerlukan sesuatu dari hamba-hamba-Nya. Allah swt menganjurkan kita mengurbankan harta demi mensucikan harta kita ruh dan kalbu kita.
Jadi selama kita terus membelanjakan harta kita dari hasil usaha yang suci bersih dijalan Allah swt, sambil mengharapkan keridhoan-Nya kita akan terus mendapat ganjaran dari pada-Nya yang berlimpah-limpah tak terbatas banyaknya. Sebagaimana telah saya katakan bahwa untuk menghasilkan keridhoan Allah swt setiap amal kita sebagai Jemaat harus terus semakin baik dan kuat. Untuk menyampaikan amanat Allah swt keseluruh dunia sarana kita juga akan terus semakin besar dan luas dan akan Jemaat ummul mukminin yang menjadi seperti Yakni, bangunan yang sangat kuat yang tidak dapat dikalahkan oleh siapapun. Tidak ada yang dapat membuat kekacauan didalamnya. Akan merupakan sebuah Jema’at yang selalu menyaksikan manifestasi keagungan sifat Aziz Tuhan. Dan pasti Jema’at yang telah didirikan oleh Hadzrat Masih Mau’ud a.s ini adalah Jema’at orang-orang mukmin yang telah banyak membuat perobahan didalam diri mereka. Dan mereka akan menyaksikan manifestasi keagungan Tuhan berkat banyaknya pengorbanan yang telah mereka berikan kepada Jema’at ini. Kita telah menyaksikan karya Hadzrat Khalifatul Masih II r.a. ketika beliau melancarkan sebuah gerakan dengan pertolongan dan dukungan Allah swt untuk membendung arus perlawanan pehak lawan dan untuk mengembangkan tabligh Islam keseluruh dunia dan dengan yakin bahwa beliau dalam mendirikan gerakan itu mendapat pertolongan dan dukungan dari Allah swt dan penuh dengan hikmah dan kebijakan sehingga pada waktu itu nampak sekali bahwa tabligh Islam ini akan tersebar luas keseluruh pelosok dunia dan akan mencapai kemenangan. Dan bukti dukungan Allah swt kepada beliau adalah sekarang kita dapat menyaksikan dalam bentuk tersebarnya Jema’at ini keseluruh pelosok dunia, tersebarnya missi Jema’at, mesjid-mesjid yang dibangun oleh Jema’at, dan setiap tahun tidak sedikit jumlahnya orang-orang yang berfitrat baik dan bersih masuk kedalam Jema’at ini. Golongan Ahrar (musuh utama Jemaat) yang pernah bangkit dengan tujuan utamanya akan menghancurkan Pusat Jema’at Ahmadiyah di Qadian, sekarang tidak ada lagi suaranya, kemana mereka pergi dan dimana mereka sekarang berada ? Akan tetapi berkat gerakan Tahrik Jadid, berkat pengorbanan harta orang-orang Ahmadi, berkat persatuan dan perpaduan Jema’at, berkat itha’at kepada Allah dan kepada Rasul-Nya, berkat sambutan labbaik para Ahmadi terhadap seruan Khilafat , berkat pengorbanan harta untuk meraih ridho Allah swt, Jema’at Ahmadiyah ini telah tersebar luas dalam 189 negara di dunia. Didalam setiap negara banyak sekali orang-orang yang baru masuk kedalam Jema’at Ahmadiyah ini setelah memperoleh pengertian dan pemahaman yang dalam tentang Ahmadiyah, amal soleh mereka, itha’at dan keimanan mereka semakin kuat dan meningkat terus. Dan mereka terus berusaha berlomba-lomba untuk menjadi penyumbang dana bagi Jema’at. Itulah pemandangan manifestasi keagungan Sifat Hakim dan Aziz Allah swt yang sedang diperlihatkan kepada orang-orang Jema’at. Semoga Allah swt sentiasa memasukkan kita kedalam golongan orang-orang yang selalu menunjukkan contoh menjadi Yakni orang-orang yang selalu mencari keridhoan Allah. Dan semoga kita menjadi orang-orang yang menyaksikan kemenangan Islam diseluruh dunia. Sekarang saya sambil mengumumkan dimulainya lagi perjanjian tahun baru Tahrik Jadid bagi Daftar Awwal, kedua, ketiga, keempat dan kelima, sebagaimana biasa saya akan menjelaskan bagaimana semangat pengorbanan harta pada tahun yang lepas dari setiap negara. Sebagaimana telah saya katakan bahwa perjanjian Tahrik Jadid setiap tahun berakhir pada tanggal 31 Oktober. Dan dengan karunia Allah swt laporan yang diterima, kadangkala laporan secara komplit tidak diterima tepat pada waktunya, sesuai dengan itu penerimaan Jema’at Ahmadiyya dari seluruh dunia mata anggaran Tahrik Jadid tercatat 3.612.000 Pound, Alhamdulillah !! Pada tahun yang lalu karansi (mata uang) Pakistan dan Amerika mengalami terus-terusan merosot dibanding dengan karansi Pound. Sekalipun jumlah bilangan pengorbanannya cukup besar namun jika diconvert (dinilai) kepada mata uang Pound tidak kelihatan peningkatan yang sangat besar. Namun sekalipun demikian penerimaan tahun ini terdapat kelebihan sebanyak 110.000 pound dibanding dengan tahun yang lalu. Dari jumlah nilai penerimaan dan persentase seluruhnya maka ranking per-negara dapat disusun sebagai berikut : Pakistan menempati kedudukan pertama. Semua tahu keadaan negeri Pakistan dan tidak tersembuniyi dari pandangan orang. Situasi dinegeri itu sangat kacau-balau dan banyak gangguan kerusuhan, perniagaan para peniaga kita tidak lancar seperti biasa, bahkan banyak diantara anggauta Jema’at disana yang menyatakan prihatin apabila sudah tiba waktunya untuk melunasi perjanjian candah mereka :Candah kami belum lunas !! Disamping itu rakyat Pakistan secara majority keadaannya miskin. Namun demikian sekalipun keadaan miskin namun mereka giat membayar candah. Sebabnya, keimanan mereka kepada Tuhan sangat kuat. Allah swt menjauhkan rasa takut dan ragu dari dalam hati mereka. Jika mereka membelanjakan harta mereka demi keridhoan Allah swt tentu Dia akan memberi pembalasan kepada mereka secara berlipat ganda. Jadi mereka itu sedang melakukan segala-galanya demi meraih keridhoan Allah swt, mereka tidak memikirkan hanya kepentingan diri mereka sendiri, bagaimana akan mendapatkan roti (makanan) untuk hari esok. Mereka menyerahkan pengorbanan secara berterusan. Bagaimanapun keadaannya Pakistan tetap menduduki ranking pertama, kedua Amerika, ketiga Britania, keempat Germany, kelima Canada. Germany ketinggalan dan Britania maju kedepan. Keenam Indonesia, ketujuh India, kedelapan Australia, kesembilan Belgia dan kesepuluh Mauritius. Dan dari antara negara-negara Afrika, Nigeria menduduki ranking pertama.Jumlah pembayar candah Tahrik Jadid terdapat peningkatan dibeberapa negara, diantaranya termasuk Pakistan, Hindustan, Germany, Britania, Indonesia, Tanzania, Benin dan Nigeria. Pada tahun ini tambahan anggauta pembayar candah Tahrik Jadid adalah 16.000 orang dibanding dengan jumlah pejanji tahun yang lepas. Dan jumlah semua adalah 461.000 orang pejanji Tahrik Jadid. Jumlah pejanji tahun lepas yang dikemukakan terdapat kekeliruan, karena ada beberapa laporan yang tidak lengkap dan terdapat kesalahan dalam menjumlah angka. Mulanya ada pendapat disampaikan kepada saya bahwa dalam laporan tahun ini jumlah pejanji seluruhnya tidak usah dilaporkan, laporkanlah jumlah tambahannya saja. Namun bagi kita tidak perlu takut, sebab kita berkurban semata-mata karena Allah swt bukan untuk tujuan duniawi. Selama kita tidak memperhatikan kelemahan-kelemahan pribadi sendiri dan tidak memberi perhatian kepadanya, maka lajunya kemajuanpun tidak dapat diketahui dengan pasti. Dengan karunia Allah swt terdapat tambahan pejanji dari beberapa negara, diantaranya banyak para pendatang baru dalam Jema’at dan mereka ikut ambil bahagian. Pada laporan tahun lepas terdapat kekeliruan dalam menjumlah namun dari jumlah secara keseluruhan memang terdapat penambahan jumlah pejanji. Sebagaimana telah saya katakan apabila kita mengadakan peninjauan terhadap diri sendiri, menaruh perhatian terhadap kelemahan diri sendiri, tentu pekerjaan-pekerjaan kita akan dilimpahi banyak berkat, dan oleh karena ada perhatian terhadap kebaikan tentu kita akan menjadi pewaris-pewaris keridhoan Allah swt. Memang tujuan kita yang utama adalah untuk meraih keridhoan Allah swt. Tidak ada perkara yang tersembunyi dari pandangan Tuhan, kita tidak perlu merasa sebarang khawatiran. Kita tidak usah takut kepada manusia, kita bukan bekerja untuk manusia dan tidak pula minta balasan dari mereka, berapapun pengorbanan kita serahkan dijalan Tuhan ganjaran kita ada ditangan-Nya. Bagaimanapun secara keseluruhan dari negara-negara itu terdapat tambahan pejanji yang baru ikut dalam gerakan Tahrik Jadid ini sebanyak 16.000 orang. Saya telah menggerakkan sebuah anjuran bagi orang-orang yang sudah wafat dari para pejanji yang termasuk dalam Daftar Awwal yang jumlahnya 3743 orang. Dari antaranya 3444 rekening pembayaran orang-orang yang telah meninggal sudah berjalan, yang para ahli waris mereka telah menjalankannya. Dan 299 rekening pembayaran hari ini sudah dijalankan lagi. Jumlah ini diambil dari jumlah keseluruhan yang sudah disebutkan diatas. Dari segi ini semua orang-orang yang telah meninggal dari Daftar Awwal rekening pembayaran mereka sudah berjalan. Untuk perbandingan sekarang keadaan di Pakistan akan dikemukakan urutan kedudukan Jema’at-jema’at local menurut pembayaran mereka. Kedudukan pertama diraih oleh Jema’at Lahore, kedua Rabwah dan ketiga Karachi. Di Pakistan terdapat sepuluh Jema’at yang secara istimewa telah menunjukkan semangat dalam pengorbanan diantaranya; Pertama Rawal Pindi, kedua Islamabad, ketiga Multan, keempat Quetta, kelima Kunhri, keenam Sahiwal, ketujuh Hyderabad, kedelapan Bahawalpur, kesembilan Nawabsyah, kesepuluh Dira Ghazi Khan. Susunan menurut Distrik adalah, pertama Sialkot, kedua Faisalabad, ketiga Gujranwala, keempat Mirpur Khas, kelima Sargodha, keenam Shekhupura, ketujuh Bahawal Nagar, kedelapan Narowal, kesembilan Ukarha, kesepuluh Kesur. Selain dari itu ada beberapa Jema’at kecil-kecil yang menunjukkan semangat didalam pengorbanan diantaranya ; Wah Kent, Sosolah Murad, Karamsingh, Ghtialian, Bashirabad Kent, Bedin, Ludhra, Mianwali dsb. Itu semua sebagai contoh pengorbanan dari Jemaat Negeri Pakistan. Kebanyakan dari mereka terdiri dari orang-orang miskin, sekalipun keadaan mereka sangat miskin namun Pakistan menduduki ranking pertama dari keseluruhan. Sekarang di Britania ada sepuluh Jemaat yang terbaik dalam pembayaran diantaranya, daerah Masjil Fadhal London menduduki saf Awwal, kedua Busher Park, ketiga Bredford, keempat Canthar, kelima Glasgow, keenam Phutin, ketujuh Manchester, kedelapan Earthfild, kesembilan Birmingham East, kesepuluh New Morden. Tahun yang lepas juga saya telah menyusun sesuai dengan pembayaran candah perkapita dan Britania termasuk negara yang paling baik, sekarang setelah diadakan pemeriksaan secara cermat akan saya kemukakan, ada lima daerah terbaik yang memberikan candah secara teratur, pertama Canthar, didaerah ini candah perkapita 237 pound. Kedua daerah Masjid Fadahl London 100 pound perkapita, ketiga Busherpark 80 pound, keempat Newmorden 68 pound perkapita kelima Birmingham 41 pound perkapita. Itu semua diantara Jema’at-jema’at yang besar. Akan tetapi ada beberap Jema’at yang kecil-kecil juga dan jumlah anggautany sedikit akan tetapi anggauta-anggauta disana termasuk berpenghasilan cukup baik dan pembayaran candahnya juga cukup baik. Oleh sebab itu candah perkapita disana cukup besar. Namun demikian dari segi angka yaitu 237 pound, Jemaat daerah Canthar termasuk ranking pertama dan Devan Carneval 158 pound sebagai nomor dua, Spanvaly nomor tiga, Southeast London nomor empat, Masjid Fadhal London 100 pound. Dilihat dari segi nomor keseluruhan daerah Masjid Fadhal menduduki ranking dua dan dari segi pengorbanan menduduki ranking pertama. Jemaat Amerika juga ingin supaya keadaan mereka dikemukakan. Dari segi penerimaan dan segi kedawaman membayar candah, pertama Jemaat Silicon Valley, kedua Chicago West, ketiga North Virginia, keempat Losangelose East dan kelima Detroit. Semoga Allah swt memberi ganjaran yang paling baik kepada para pembayar canda itu, menurunkan barkat yang tidak terkira terhadap harta dan jiwa-raga mereka, semoga Dia menambah harta mereka yang suci-bersih secara terus-menerus, dan semoga menjadikan mereka semua orang-orang yang bersemangat memberi pengorbanan demi meraih keridhoan Tuhan Yang Memiliki semua kekuasaan, semoga Dia memberi mereka semua keikhlasan berkorban lebih dari masa-masa sebelumnya. Dan semoga mereka menjadi orang-orang yang betul-betul memahami dan menjiwai sifat-sifat Allah swt. Semoga mereka menjadi orang-orang yang memiliki keistimewaan seperti yang dimiliki oleh Jema’at orang-orang mukmin yang sejati. Sebagaimana telah saya katakan bahwa seperti pada tahun lepas terdapat kekeliruan didalam menjumlah peserta yang berjanji, oleh itu pertama saya anjurkan supaya setiap Jema’at harus betul-betul memeriksanya dengan sebaik-baiknya sebelum dikirim, khasnya Jema’at dinegara-negara Afrika. Kedua sekalipun Jema’at yang banyak melakukan pembayaran dan terdapat peningkatan dalam jumlah yang berjanji, akan tetapi banyak sekali negara-negara di Afrika, dimana masih terdapat banyak peluang, jika para muballighin disana dan para anggauta pengurus berusaha dengan cermat maka jumlah pejanji ditahun yang akan datang akan menjadi dua kali lipat jumlahnya. Jika terjadi kemalasan pada para petugas yang diberi tanggung jawab untuk ini dan jika para pengurus Jema’at dan juga para muballighin tidak memberi pengertian dan pemahaman yang betul tentang itu kepada mereka, bagaiamana mereka akan mengetahui pentingnya anjuran-anjuran ini (Tahrik jaddid dan waqaf jadid). Padahal seseorang yang berfitrat baik telah mengabulkan Ahmadiyyah, maksudnya tiada lain untuk meraih keridhoan Allah swt dan untuk menggabungkan diri kedalam Jema’at orang-orang mukmin sejati. Maka sebagaimana telah berulang kali saya mengatakan kepada saudara-saudara sekalian bahwa para mubayi’in baru harus dilibatkan secara khas untuk segera mengambil bahgian didalam gerakan Tahrik jadid dan Waqaf Jadid ini, sekalipun hanya membayar sedikit saja. Mereka jangan dibiarkan ketinggalan untuk meraih keistimewaan didalam segi kebaikan apapun yang menjadi ciri istimewa dari Jema’at orang-orang mukmin. Semoga Allah swt memberi taufiq kepada setiap anggauta Jema’at dan kepada para anggauta pengurus untuk mamahami intisari ajaran tersebut dan memberi taufiq kepada mereka untuk meningkatkan keikhlasan didalam pengorbanan. Amin !!

http://ahmadiyah.info/

12
Nov
09

Riwayat Singkat Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Pendiri Ahmadiyah

A. Kelahiran dan Keluarga

Pendiri Jemaat ahmadiyah bernama mirza Ghulam Ahmad Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. Nama asli beliau adalah Ghulam Ahmad. Sedangkan “Mirza” melambangkan bahwa beliau berasal dari keturunan Moghul. Nama yang suka beliau gunakan yaitu Ahmad.
Beliau dilahirkan di Desa Qadian, Jumat, 13 Pebruari 1835 M atau 14 syawal 1250 H di rumah ayah beliau Mirza Ghulam Murtadha pada waktu shubuh. Qadian terletak 57 km sebelah timur kota Lahore dan 24 km dari kota Amritsar di Propinsi Punjab, India.1 Beliau adalah keturunan Haji Barlas, Raja Kawasan Qesh, yang merupakan Paman Amir Tughlak Temur. Tatkala Amir Temur menyerang Qesh, Haji Barlas sekeluarga terpaksa melarikan diri ke Khurasan dan Samarkand dan mulai menetap di sana. Akan tetapi, pada abad 10 H atau abad ke 16 Masehi, seorang keturunan Haji Barlas bernama Hadi Beg beserta 200 orang pengikutnya hijrah dari Khurasan ke India karena beberapa hal, dan tinggal di kawasan Sungai Bias lalu mendirikan sebuah perkampungan bernama Islampur, 9 km dari sungai tersebut.2
Mirza Hadi Beg adalah orang yang cerdik dan pandai, karenanya beliau diangkat oleh Pemerintah Pusat Delhi sebagai Qadhi (Hakim) untuk daerah sekelilingnya. Oleh sebab kedudukan beliau sebagai Qadhi itulah, tempat tinggal beliau disebut Islampur Qadhi. Lambat laun kata Islampur hilang tinggal Qadhi saja. Dikarenakan dialek setempat akhirnya disebut sebagai Qadi atau Qadian.3
Selama kerajaan Moghul berkuasa, keluarga ini sering memperoleh kedudukan terhormat dari Pemerintah Negara. Akan tetapi, ketika kerajaan Moghul jatuh, keluarga ini hanya mendapatkan 60 pal sekitar Qadian sebagai daerah otonomi. Keadaan ini diperparah lagi ketika Bangsa Sikh menguasai Qadian. Keluarga Barlas semuanya ditahan selama beberapa hari, kemudian diizinkan meninggalkan Qadian. Akhirnya, mereka pergi ke Kesultanan Kapurtala selama 12 tahun.

Ketika zaman Kekuasaan Maha Raja Ranjit Singh yang berhasil menguasai semua raja kecil, beliau mengembalikan sebagian harta benda keluarga itu kepada ayah Mirza Ghulam Ahmad. Kemudian datanglah Inggris yang mengalahkan Pemerintah Sikh dan merampas segala kekayaan keluarga ini kecuali satu daerah yaitu Qadian yang amat kecil. Daerah ini dibiarkan dalam kepemilikan keluarga tersebut.

B. Pendidikan

Ketika Hadhrat Ahmad berumur enam atau tujuh tahun beliau mulai menerima pendidikan dari seorang guru di rumah sebab waktu itu belum ada sekolah seperti sekarang ini. Guru itu mengajarkan Alquran dan bahasa Farsi. Waktu itu bahasa Farsi merupakan bahasa penting di India. Setelah itu beliau menerima pendidikan bahasa Farsi dan Arab dari guru yang lain. Tidak hanya itu, ayah beliau pun mengajari beliau ilmu obat-obatan, suatu ilmu yang sangat digemari di India dan Pakistan sampai sekarang. Namun, pendidikan yang beliau terima hanya bersifat dasar semata. Selain itu, beliau tidak menerima pendidikan lebih lanjut. Beliau mempelajari sendiri buku-buku keagamaan dan lebih banyak mempelajari kitab suci Alquran.

C. Akhlak

1. Cinta Kepada Allah dan Sesama Manusia
Sejak masa kanak-kanak Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad sudah terkenal berakhlak luhur. Sekalipun anak seorang kaya dan terkemuka, beliau tidak tertarik dengan hal yang menghabiskan waktu sia-sia. Beliau kurang senang bermain kecuali dipandangnya berguna bagi kesehatan badan. Beliau menyukai renang dan menunggang kuda secara mahir. Beliau pun menyukai kesederhanaan. Oleh karena itulah, kepribadian beliau yang luhur itu menarik perhatian seorang wali yang bernama Maulvi Ghulam Rasul. Waktu itu, beliau melihat Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. lalu mengusap rambutnya seraya berkata, “Kalau masa ini ada seorang Nabi, maka anak ini layak menjadi Nabi”. (Hayya Tayyibah)4
Selain itu, kecintaan beliau kepada Allah sangat tinggi. Ketika masih kecil, segala keinginan dan cita-cita beliau Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. ditujukan kepada keridhoan Ilahi. Beliau sering mengatakan kepada seorang anak perempuan yang seumur dengan beliau, “Doakanlah, supaya Allah memberi taufik kepada saya untuk shalat.” Perkataan ini menyatakan betapa perasaan suci bergelora dalam sanubari beliau Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. ketika masih kanak-kanak dan segala keinginan beliau hanya ditujukan kepada Allah semata.5 Misi beliau adalah “tangan bekerja, hati tertumpu kepada Sang Kekasih.” Setiap selesai mengerjakan suatu urusan, beliau langsung kembali tenggelam dalam ibadah dan dzikir Ilahi. 6 Ketika dewasa hubungan sosial dengan masyarakat sangat baik. Beliau berlaku baik terhadap sesama. Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. suka membagikan makanan kepada orang-orang miskin dan untuk diri sendiri beliau hanya mencukupkan dengan sekerat roti yang tidak lebih dari 50 gram. Kadang-kadang beliau hanya makan kacang-kacangan yang disangrai, sedangkan makanan beliau dibagikan kepada fakir miskin. Oleh karena itu, banyak fakir miskin suka tinggal dengan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad.. Mereka diperhatikan dan diurus oleh beliau lebih dari keperluan dan kepentingan sendiri. Walaupun beliau sendiri berada dalam kesusahan. 7

2. Berkata Benar
Di kota Batala, lebih kurang 18 km dari Qadian terdapat seorang ulama besar yang bernama Maulvi Muhammad Hussein Batalwi. Beliau ini ulama yang disebut “Al- Hadis” semacam “Golongan Muda”. Golongan ini mendapat tantangan besar sekali dari golongan ulama konservatif. Pada suatu hari Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. diminta membantu untuk berhadapan dengan Maulvi Muhammad Hussein Batalwi mengenai suatu permasalahan yang dipertentangkan dengan suatu golongan. Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. menanyakan kepada Maulvi Muhammad Hussein mengenai pendiriannya tentang masalah itu. Setelah mendengar penjelasannya Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. langsung menyatakan bahwa pendirian itu benar. Mereka yang membawa Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. merasa sangat kecewa karena Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. membenarkan pendirian lawan mereka. Karena melihat hal ini, beliau mengatakan, “Apa yang saya lihat benar menurut pandangan islam saya akui kebenarannya karena mencari keridhoan Allah semata. Perlawanan dan permusuhan tidak saya kuatirkan dan tidak pula saya memerlukan pujian dan pengagungan manusia.” 8

Atas kejadian ini Allah menurunkan ilham kepada beliau, “Tuhan memuji engkau dan Dia akan memberikan berkat yang besar kepada engkau hingga raja-raja akan mencari berkat dari pakaian engkau.” (Barahin Ahmadiyah). 9

Tidak hanya itu, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. pernah menulis sebuah karangan terhadap Hindu dari Arya Samaj untuk mempertahankan kebenaran Islam. Naskah itu dikirim ke sebuah percetakan yang letaknya dekat dari Qadian yaitu Amritsar. Naskah itu dikirim dengan menggunakan paket. Akan tetapi, karena ketidaktahuan tentang peraturan pos, beliau menyisipkan sebuah surat pengantar dalam paket itu.

Menurut peraturan pos, paket dan surat tidak boleh digabung, harus dikirim secara terpisah. Hal demikian merupakan pelanggaran dan dikenai denda 500 rupees atau 5 bulan penjara. Kebetulan percetakan yang dikirimi paket tersebut adalah milik Baliaram seorang Kristen yang memusuhi Islam. Kesempatan itu ia gunakan untuk menjatuhkan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad.. Ia melaporkan hal itu kepada pihak pos sehingga Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. dibawa ke pengadilan. 10

Ketika akan diadukan ke pengadilan, para penasehat Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad., meminta Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. untuk mengatakan bahwa surat itu tidak beliau masukan dan yang memasukan adalah Baliaram karena ia memusuhi Islam. Inilah satu-satunya cara untuk menghindari hukuman. Akan tetapi, permintaan itu beliau tolak dengan tegas. Beliau mengatakan, “Suratnya saya yang masukan. Apakah untuk menghindari hukuman saya harus mungkir? Hal ini tidak mungkin saya lakukan.” 11

Ketika di pengadilan, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. mengatakan hal yang sebenarnya. Rupanya, karena beliau berkata benar dan tegas itulah maka hakim yang bijaksana menyatakan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. tidak bersalah.12

3. Mujahadah
Pada tahun 1876 Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. dalam mimpi melihat seorang tua menyampaikan kepada beliau bahwa dalam keluarga Nabi Muhammad saw. telah menjadi kebiasaan untuk berpuasa selama satu masa sebagai cara untuk persiapan menerima cahaya langit. (Kitaabul Bariyyah., hal. 164-167)

Beliau meyakini mimpi itu sebagai petunjuk sehingga beliau mengamalkannya dengan berpuasa selama 8 atau 9 bulan. Dalam masa-masa puasa itu beliau banyak mendapatkan mimpi dan kasyaf. Suatu kali beliau melihat malaikat dalam rupa manusia. Beliau tidak ingat malaikat- malaikat itu dua atau tiga. Mereka sedang bercakap-cakap. Kemudian malaikat itu berkata kepada beliau, “Kenapa engkau membuat dirimu menderita begitu berat? Dikuatirkan engkau akan membuat dirimu sakit.”

Beliau meyakini bahwa yang dimaksudkan oleh malaikat itu adalah berkenaan dengan puasa yang sedang beliau lakukan terus menerus itu. Beliau merahasiakan pengalaman beliau itu. Sebab, menurut beliau kadang-kadang menceritakan hal itu bisa menyebabkan hilangnya karunia. (Badar, Vol.I,No 12, 16 Januari 1903, hal.90)13
D. Menerima Ilham Pertama
Mujahadah itu membuat beliau semakin fana dalam kecintaan kepada Allah dan Nabi Muhammad saw.. Di tahun itu juga yakni 1876 bertepatan dengan usia beliau mencapai kurang lebih empat puluh tahun beliau menerima ilham pertama yang berbunyi:
و السماء و الطارق

“Persumpahan demi langit yang merupakan sumber takdir dan demi peristiwa bumi yang akan terjadi setelah tergelincir matahari pada hari ini.” 14

Ilham ini menerangkan tentang kewafatan ayah beliau yang akan terjadi setelah maghrib. Sebelum turun ilham ini Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. sering memperoleh ru’ya sholihah (mimpi yang benar) yang telah disaksikan oleh orang-orang Sikh dan Hindu. Ilham ini membuat beliau sangat sedih dan kuatir kalau-kalau dalam hari-hari mendatang beliau akan menderita banyak kesusahan. Dalam kekuatiran itulah maka Allah menurunkan ilham kedua:

اليس الله بكاف عبده

“Apakah Allah tidak cukup bagi hamba-Nya?”

Ilham ini membuat beliau tenang. Sebagaimana beliau menyatakan, “Dari Ilham ini hati saya menjadi sangat teguh bagai luka parah yang menjadi sembuh dan pulih karena suatu obat. Setelah menerima Ilham ’Alaisallaahu bikaafin ‘abdahu’ saya yakin bahwa Allah pasti menolong saya.”

E. Memperoleh Sahabat yang Mukhlis dan Setia

Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. bersemangat dalam membela Islam. Dalam kondisi demikian, beliau merasa membutuhkan seorang sahabat yang baik yang rela mengkhidmati Islam. Maka beliau berdoa, “Ya, Allah! berilah kepadaku seorang kawan untuk berkhidmat terhadap agama Islam.”

Pada tahun 1885 Allah Ta’ala mengabulkan doa beliau dengan mengirimkan seorang sahabat yang baik, yang siap mengkhidmati Islam. Sahabat beliau itu bernama Maulana Al-Hajj Hakim Nuruddin r.a. Sekilas mengenai sosok Maulana Hakim Nuruddin r.a. akan dijelaskan berikut ini.

Beliau berasal dari keturunan Hadhrat Umar Faruq r.a. Diantara nenek dan kakek beliau ada yang menjadi wali, alim-ulama, raja, sufi, qadhi, syahid dan sebagainya. Keluarga beliau selalu menempati kedudukan tinggi dan mulia. Di Pakistan anggota keluarga beliau dipanggil Syahzade (Anak raja). Beliau memiliki otak yang cerdas. Adalah karunia Tuhan bahwa beliau dilahirkan di rumah yang di dalamnya selalu dzikir dan ingat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mula-mula beliau belajar Alquran dari ibunya dan buku-buku agama dalam Bahasa Punjabi. Kemudian, beliau masuk sekolah.

Beliau patuh terhadap sembahyang dimulai sejak belajar di sekolah, guru-guru beliau mengizinkan beliau untuk bersembahyang bersama anak-anak yang lain. Dalam sembahyang beliau suka membaca doa-doa dengan suara lembut. Beliau sangat mencintai Tuhan dan tidak mengandalkan sarana-sarana duniawi. Suatu ketika beliau ditanya oleh seorang penilik sekolah yang bernama Khudah Bakhs pada tahun 1858 di Rawalpindi. Penilik itu berkata, “Saya dengar tuan sangat pandai dan mendapat ijazah yang gemilang. Mungkin karena hal-hal itulah tuan merasa bangga.” Beliau menjawab, “Kami tidak menganggap secarik kertas itu sebagai Tuhan.” Kemudian beliau berkata kepada seseorang,”Saudara, bawalah berhala itu!” (maksudnya ijazah itu-Pent). Dan di hadapan dia kertas itu disobek dan membuktikan bahwa beliau tidak menganggap sesuatu sebagai sekutu Tuhan. Dia merasa menyesal dan berkata, “Tuan menderita kerugian disebabkan aku.” Beliau selalu bersabda, ”Semenjak saya menyobek ijazah itu, dari sejak itu saya selalu mendapat uang yang tak ada batasnya.”

Selain itu, beliau pun pernah menuntut ilmu di Madinah. Suatu hari beliau tidak bisa ikut sembahyang zhuhur berjamaah. Beliau merasa sangat sedih. Beliau menganggap itu satu dosa besar, yang tidak bisa diampuni. Sebab rasa takut, maka beliau menjadi pucat. Beliau mulai takut masuk ke masjid. Tiba dipintu masjid, beliau membaca satu ayat Alquran yang ditulis di atas pintu, yang artinya, “Hai hamba-haamba Tuhan, jika kamu berbuat dosa, maka janganlah putus asa dari rahmat Allah swt.. Dialah yang Maha Pengampun, Maha Penyayang. Sesudah membaca ayat itu, beliau merasa sedikit berani. Tetapi, beliau masih juga takut dan gugup masuk ke masjid. Kemudian beliau menunaikan sembahyang.

Beliau pun memperoleh berkat dari Allah swt. untuk menghafal Alquran seperti halnya leluhur-leluhur beliau di masa lampau.

Hadhrat Hakim Nuruddin mengenal Hadhrat Al-Masih Al-Mau’ud Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. pada tahun 1885 melalui seorang yang bernama Syaikh Rukhnuddin. Rukhnuddin mengatakan bahwa di Qadian ada orang yang bernama Hadhrat mirza Ghulam Ahmad Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. menulis tentang agama Islam. Akhirnya, beliau pun menulis surat kepada Hadhrat mirza Ghulam Ahmad Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. untuk meminta buku-buku. Ketika beliau membaca brosur pertama dari Hadhrat mirza Ghulam Ahmad Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. beliau langsung pergi ke Qadian laksana kupu-kupu dari Jammu ke Qadian dan berkenalan dengan Hadhrat mirza Ghulam Ahmad Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad.. Demikianlah sekilas profil Maulana Alhajj Hakim Nuruddin r.a..

Dengan terkabulnya do’a Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. itu, kebahagiaan pun menyelimuti hidup Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. Sebagaimana beliau mengatakan:
“Tuhan menerima doa-doaku dan kepadaku diberikan seorang kawan yang mukhlis dan mencintai (Islam – Peny.), yang namanya seperti adat nuraninya yaitu Nuruddin. Salah seorang dari tokoh Islam, keturunan dari orang-orang yang suci. Saya merasa demikian gembira bertemu dengannya, laksana gembiranya menemukan kembali kebahagiaan tubuh yang sudah hilang. Dan saya bergembira seperti gembiranya Rasulullah saw. waktu bertemu dengan Hadhrat Umar Faruq r.a.. Saya lupa semua rasa duka cita. Apabila saya melihatnya, saya yakin bahwa itulah hasil doa-doaku.”

Baru saja mereka berkenalan, Hadhrat mirza Ghulam Ahmad Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. telah meminta Maulana Hakim Nuruddin r.a. untuk menulis sebuah kitab yang baik untuk melawan Kristen. Beliau memenuhi permintaan itu. Sampai-sampai jaksa-jaksa mengucapkan selamat dan mubarak kepada beliau atas tulisan itu.

Persahabatan kedua hamba Allah yang cinta kepada islam itu benar-benar mengamalkan ayat :
تعاونوا على البر والتقوى
“Tolong menolonglah kalian dalam perkara kebaikan.”
(Al-Maidah : 3)

F. Mendirikan Jemaat

Pada tahun 1889 Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. menerima ilham untuk mendirikan Jemaat. Ilham tersebut adalah demikian.
إصنع الفلك بأعينناووحيناإن الذين يبايعونك إنمايبايعون الله يدالله فوق أيديهم

“Buatlah bahtera dengan pengawasan Kami dan wahyu Kami. Sesungguhnya orang yang berbaiat kepada engkau, mereka sebenarnya berbaiat kepada Allah tangan Allah berada di atas tangan mereka.”

Sesuai dengan perintah ini, pada tanggal 23 Maret 1889 beliau mengambil baiat pertama kali di Ludhiana di rumah seorang yang mukhlis bernama Mia Ahmad Jaan. Mubayi’in pada waktu itu berjumlah 40 orang. Dalam baiat itu Maulana Hakim Nuruddin r.a. mendapatkan karunia sebagai mubayi’in pertama di tangan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. Peristiwa ini merupakan awal berdirinya Jemaat Ahmadiyah.

G. Ilham Tentang kewafatan Nabi Isa Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. dan Pengangkatan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. sebagai Imam Mahdi dan Al-Masih Al-Mau’ud

Pada tahun 1890 Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. menerima ilham bahwa Nabi Isa Israili Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. telah wafat. Dan sesuai dengan janji Allah Ta’ala, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad., diangkat oleh Allah swt. sebagai Imam Mahdi dan Al-Masih Al-Mau’ud. Ilham itu berbunyi:

“Al-Masih Ibnu Maryam Rasulullah telah wafat. Dan engkau telah datang dalam coraknya sesuai dengan yang dijanjikan. Dan janji Allah telah terlaksana. ”

وبشرني وقال: إن المسيح الموعود الذي يرقبونه و المهدي المسعود الذي ينتظرونه هو أنت- نفعل ما نشاءفلا تكونن من الممترين

Dan Dia memberikan kabar gembira kepadaku dan berfirman: “Sesungguhnya Al-Masih Al-Mau’ud yang mereka tunggu dan Al-Mahdi Al-Mas’ud yang mereka nantikan yaitu engkau. Kami melakukan apa yang Kami kehendaki. Maka janganlah engkau termasuk orang-orang yang ragu”
Ilham inilah yang membuat beliau mendakwakan diri sebagai Imam Mahdi dan Al-Masih Al-Mau’ud Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. Maka, pada tahun itu juga beliau segera mendakwakan diri sebagai Imam Mahdi diiringi pendakwaan beliau sebagai Al-Masih yang dijanjikan pada 1891.
Setelah pendakwaan itu sesuai dengan Alquran dan Hadis Nabi saw. tentang tanda kedatangan Imam Mahdi, Allah swt. memperlihatkan gerhana matahari dan bulan yang terjadi dalam bulan Ramadhan. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1894 . Dengan demikian genaplah sudah nubuatan Alquran dan Rasulullah saw..

H. Pernyataan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. sebagai Nabi yang Tidak Membawa Syariat

Pengakuan beliau sebagai nabi sudah dijelaskan oleh beliau sendiri. Beliau bukanlah nabi yang membawa syariat. Beliau bersabda:
“Maksud dari segala penjelasan yang kuterangkan di atas adalah, bahwa orang-orang yang tidak mengetahui dan memusuhiku serta menuduhku bahwa aku telah mengaku sebagai nabi dan rasul sebagaimana yang disangka mereka. Hendaklah diketahui bahwa aku benar-benar adalah nabi dan rasul sebagaimana yang telah kuterangkan di atas. Barangsiapa yang berburuk sangka terhadapku dan menuduhku menjadi nabi dan rasul (yang membawa syariat,Peny.,) maka orang itu adalah pendusta dan berpikiran keji.”

I. Wafat
Pada tanggal 26 Mei 1908 Hadhrat mirza Ghulam Ahmad Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. berada di Lahore. Beliau terserang penyakit diare dan kali ini semakin parah. Dalam kondisi demikian beliau menerima ilham:

الرحيل ثم الرحيل
“Waktu keberangkatan telah tiba lalu waktu keberangkatan telah tiba.”

Para dokter tidak sanggup lagi untuk mengatasi penyakit beliau. Pada hari itu juga tepat pukul 10.30 beliau menghembuskan nafas yang terakhir untuk pulang ke rahmatullah. Innaa lillaahi wa innaa ilahhi rooji’uun. Sewaktu sakit hanya satu perkataan yang beliau ucapkan yaitu “Allah”.

Kemudian jenazah beliau dibawa ke Qadian dengan kereta api. Peristiwa ini telah menggenapkan ilham yang beliau terima:
“Un ki laasy kafan me lipith kar lae he.”
“Jenazahnya telah dibawa dengan terbungkus kain kafan.”

Dan sesuai dengan pesan beliau dalam buku beliau “Al-Wasiyat” yang berbunyi, “Allah Ta’ala akan menegakkan orang yang akan mengurus Jemaat ini sebagaimana Hadhrat Abu Bakar r.a. mengurus umat islam sesudah kewafatan junjungan yang mulia Nabi Muhammad saw.” maka Jemaat ahmadiyah memilih Hadhrat Hakim Nuruddin untuk menjadi Khalifatul Masih Al-Awwal dalam meneruskan misi Imam Mahdi dan Al-Masih Al-Mau’ud Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad..

Setelah Hadhrat Hakim Nuruddin terpilih sebagai Khalifatul Masih Al-Awwal, beliau memimpin sholat jenazah Hadhrat mirza Ghulam Ahmad Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad.. Sholat jenazah ini dilakukan setelah sholat zhuhur. Kemudian, jenazah dikebumikan di Bahisyti Maqbarah, Qadian. Peristiwa terpilihnya Khalifah I ini dan dimakamkannya jenazah Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. terjadi pada tanggal 27 Mei 1908. Hari inilah yang biasa diperingati tiap tahun oleh Jemaat ahmadiyah sebagai hari berdirinya Khilafat Ahmadiyah. Peristiwa ini telah menggenapkan ilham yang diterima Hadhrat mirza Ghulam Ahmad Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. yang berbunyi:

“Stais ko eik waqiah”
“Sebuah peristiwa yang terjadi pada tanggal 27.”

Oleh Ridwan Buton

http://1-islam.net/ahmadiyah/70-riwayat-mirza-ghulam-ahmad.html

11
Nov
09

Ahmadiyah : Kisah orang-orang yang masuk Ahmadiyah

Saya istikharah tentang dakwah Hazrat Sahib (Mirza Ghulam Ahmad) maka didalam jawabannya saya melihat sebuah gerabak (carriage) turun dari langit dan tiba-tiba turunlah iham didalam kalbu saya bahwa Al Masih yang dijanjikan sedang turun dari langit. Ketika saya singkapkan kain penutup gerabak itu saya lihat Mirza Ghulam Ahmad duduk didalamnya. Setelah menyaksikan kasyaf dan menerima ilham itu maka sayapun langsung bai’at kepada Mirza Ghulam Ahmad.
Malik Salahuddin MA Sahib, dalam menuturkan kehidupan Mlv Rahimullah Khan Sahib r.a. telah menulis sebagai berikut: “Mlv Rahimullah Sahib seorang Muwahid yang sangat tinggi derajatnya. Beliau sering berjumpa dengan orang-orang Alim yang rajin dan tekun melakukan ibadah. Akan tetapi mereka itu sedikit-banyak terlibat didalam kemusyrikan sehingga beliau tidak bersedia untuk melakukan bai’at kepada siapapun diantara mereka itu, setelah melalui perjalanan yang susah dan jauh sampailah beliau ke Swat berjumpa dengan Ahwan Sahib Swat.

Saya merasa sangat kecewa menjumpai Ahwan Sahib Swat karena dia mengajarkan sesuatu yang berbau syirik. Dan tanpa melakukan bai’at saya kembali lagi dari sana. Lama kemudian setelah beliau bai’at kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. dalam keadaan bangun beliau sering mendapat kasyaf dari Allah swt terutama diwaktu beliau mengimami sembahyang, sehingga beliau berulang kali bertemu dalam kasyaf dengan Rasulullah saw dan para Anbiya lainnya juga. Tentang kebenaran Hazrat Masih Mau’ud a.s. beliau menerima ilham, ru’ya dan kasyaf yang sangat jelas sekali dari Allah swt. Beliau berkata ” Saya istikharah tentang dakwah Hazrat Sahib (Mirza Ghulam Ahmad) maka didalam jawabannya saya melihat sebuah gerabak (carriage) turun dari langit dan tiba-tiba turunlah iham didalam kalbu saya bahwa Al Masih yang dijanjikan sedang turun dari langit. Ketika saya singkapkan kain penutup gerabak itu saya lihat Mirza Ghulam Ahmad duduk didalamnya. Setelah menyaksikan kasyaf dan menerima ilham itu maka sayapun langsung bai’at kepada Mirza Ghulam Ahmad.

Di zaman Hazrat Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad terdapat sebuah riwayat di Fiji. Sebelum Ahmadiyah berdiri di kepulauan Fiji pendeta-pendeta Agama Kristen sedang giat mengembangkan pengaruh dan ajarannya. Seperti orang-orang Islam, orang-orang Kristen juga disana sedang menunggu Nabi Isa a.s. turun dari langit. Oleh sebab itu seorang Islam bernama Bashir Khan telah menulis, katanya pendapat Islam dan Kristen tentang Nabi Isa a.s. sama saja, jadi hati saya memutuskan pada waktu itu bahwa Agama Kristen adalah benar, tidak salah kalau saya menjadi orang Kristen. Diwaktu saya masih menjadi Kristen saya banyak berpikir-pikir tentang Agama Islam, akhirnya Allah swt memberi pengertian kepada saya melalui mimpi. Didalam mimpi itu saya bertemu dengan orang suci dan berkata dengan gagah berani kepada saya: “Hai Muhammad Basyir, sadarlah engkau!! Orang yang engkau sedang tunggu-tunggu itu bukanlah Nabi Isa a.s. melainkan orang lain lagi dan beliau sudah datang kedunia.” Pada waktu itu Muballigh pertama di Fiji Tuan Abdul Wahab Sahib sudah tiba di Fiji. Dan beliau menulis bahwa ayah saya bernama Maulvi Kasim Sahib telah bai’at dan masuk kedalam Jamaah Ahmadiyah. Pada waktu itu hati saya tidak begitu tertarik terhadap berita ini. Namun tidak lama kemudian perhatian saya mulai tercurah kepada Jema’at Ahmadiyah, kemudian akhirnya dengan lapang dada saya bai’at melalui ayah saya. Setelah bai’at ditangan Hazrat Khalifatul Masih TSani r.a. timbul semangat dan kecintaan yang sangat dalam terhadap Islam dan Allah swt telah memberi pemahaman dan pengertian tentang Agama Islam sehingga dengan yakin saya berani membuktikan kebenaran ajaran Islam serta melawan Kristen untuk membuktikan kebathilan ajaran mereka.

Peristiwa lain lagi dizaman Khilafat Tsaniah, seorang Ahmadi pertama di Sieraleone bernama Pal Sanfatulla dengan menakjubkan sekali Allah swt telah memberi taufiq kepada beliau untuk menerima kebenaran dan masuk kedalam Jema’at Ahmadiyah. Katanya pada tahun 1939 ketika saya tinggal disebuah kampung bermimpi bahwa saya sedang membersihkan halaman mesjid dikampung itu. Ketika saya tengah melepaskan lelah berdiri dibawah sebatang pohon dekat Masjid itu, tiba-tiba datang seorang berpakaian putih sambil memegang Qur’an dan Byble. Setelah dekat beliau mengucapkan Assalamualaikum kepada saya. Lalu menanyakan siapa Imam Masjid ini? Saya mau berjumpa dengan beliau!! Lalu saya pergi memanggil Imam itu yang bernama Alfa. Ketika kami kembali beliau merasa heran melihat orang itu. Akhirnya orang asing itu berdiri di depan mihrab dan beliau mengajak duduk bersama-sama kemudian mulailah beliau mengajarkan Al Qur’an kepada kami. Baru beberapa menit berlalu tiba-tiba beliau keluar kemudian masuk lagi sambil berkata kepada kami, saya akan mengajarkan sembahyang dengan cara yang betul kepada kalian. (Disana pada umumnya pengikut mazhab Imam Malik, sembahyang tanpa melipat dan tanpa meletak tangan di dada) Sesudah itu sayapun bangun. Diwaktu pagi saya ceritakan mimpi itu kepada teman-teman muslim. Selanjutnya ia mengatakan, kira-kira seminggu setelah kejadian mimpi itu pagi-pagi saya pergi untuk membersihkan halaman mesjid. Kira-kira setengah jam kemudian saya berdiri dibawah pohon palm untuk melepaskan lelah. Beberapa menit kemudian datanglah seorang Muballigh Ahmadi bernama Alhaj Maulana Nazir Ali Sahib. Yang mengherankan saya adalah apa yang saya lihat dalam mimpi itu sedang saya lihat kenyataannya. Maulana Nazir Ali Sahib seorang Muballigh yang sangat mukhlis dan bersih hati dan pakaian yang beliau pakai persis seperti yang saya lihat didalam mimpi itu. Saya merasa beruntung sekali mendapat kesempatan untuk mengkhidmati tamu, maka saya bawa beliau kerumah saya sendiri. Setelah itu saya panggil kawan-kawan dan diberitahukan kepada mereka bahwa orang yang saya lihat didalam mimpi itu sekarang sudah datang dirumah saya. Selanjutnya ia katakan bahwa setelah beberapa hari kemudian saya sudah menjadi Ahmadi dan kawan-kawan muslim lainnya juga bai’at masuk Jema’at Ahmadiyah.

Pada zaman sekarang juga Allah swt membersihkan kalbu manusia dan mensucikannya. Kisah tersebut diatas adalah kisah 30 atau 40 tahun yang silam. Namun sekarang saya ingin menceritakan kisah yang telah terjadi tiga empat tahun yang lepas, bagaimana Allah swt menyediakan sarana hidayah bagi hamba-hamba-Nya. Sekarang juga tanda-tanda yang mendukung kebenaran da’wa Hazrat Masih Mau’ud – Mirza Ghulam Ahmad terus berlangsung tidak pernah berhenti. Syaratnya untuk mendapat hidayah dari Allah swt manusia harus memiliki hati bersih dan suci dan dia sedang berusaha mencari hidayah dengan niat yang lurus.

Di AlJazair seorang bernama Haddad Abdul Qadir mengatakan bahwa pada tahun 2004 saya melihat mimpi didalam bulan Ramadhan Mubarak seseorang datang dan berkata kepada saya, mari ikut saya untuk berjumpa dengan Rasulullah saw. Saya lihat Nabi Muhammad saw sedang berdiri dibelakang sebuah dinding yang tingginya kira-kira satu meter. Begitu melihat saya beliaupun tersenyum, lalu saya lihat seorang berkulit warna gandum berdiri diantara kedua dinding dimana Rasulullah saw sambil menunjuk kepada yang sedang berdiri itu berkata kepada saya: Haadza Rasulullah! Ini adalah seorang Rasul Allah. Kemudian beliau pergi kearah timur sedang orang ini tetap berdiri ditempatnya. Katanya, empat tahun kemudian pada tahun 2008 saya lihat didalam TV gambar orang yang berdiri bersama Rasulullah saw dan itulah Hazrat Mirza Ghulam Ahmad. Maka beliau yakni Haddad Abdul Qadir langsung bai’at masuk Jema’at Ahmadiyah.

Begitu juga seorang perempuan di Mesir bernama Halla Muhammad Ali Jauhari Sahibah, katanya saya melihat Hazrat Imam Mahdi bersama Jema’at beliau sedang berjalan diatas air. Saya berkata kepada beliau “Izinkanlah saya juga ikut barsama Tuan”. Maka beliau jawab, “nanti pada waktu kembali lagi akan kami bawa ikut bersama”. Setelah melihat mimpi itu saya mulai mencari-cari kebenaran didalam Sufiism, karena mimpi ini tdak mungkin salah, namun saya tidak mendapatkan sembarang pengetahuan yang mendukung makna mimpi saya itu. Kemudian saya menyaksikan MTA 3 Al Arabiyya, saya sangat terperanjat melihat gambar yang sama dengan gambar yang telah saya lihat didalam mimpi itu, yaitu Imam Mahdi sedang berjalan diatas air.

Abdurrahim Fanjan Sahib dari Irak berkata, dalam mimpi saya berjumpa dengan Imam Mahdi a.s. berkata kepada saya: Engkau salah seorang dari antara kami juga mari bai’at dan masuklah Jema’at bersama kami. Maka saya tidak tunggu-tunggu lagi langsung bai’at.

Demikian juga diterima kisah dari Mauritius seorang Muballigh kita menulis katanya, sebuah pulau kecil bernama Roldrick berpenduduk 31.000 orang, semua penduduk disana beragama Kristen Katholik. Katanya diwaktu pagi saya keluar untuk bertabligh bersama seorang Kristen yang sedang ditablighi. Sampailah kami ke rumah seorang ibu yang dituju itu yakni ibu dari teman yang dibawa tabligh ini. Setelah berjumpa dengannya kamipun mulailah bertabligh kepadanya. Nenek dari pada anak ini berkata ; Pesan yang anda terangkan sungguh benar dan saya menerima dengan hati senang, sebab semua ahli rumah menjadi saksi bahwa sebelum anda sampai disini saya telah melihat mimpi bahwa ada orang asing datang dan saya pegang tangannya dan saya katakan hubungan kita yang sedang dirintis ini saya setuju sekali. Nenek itu berkata, ketika anda sedang datang menuju rumah kami saya lihat dari jendela dan saya berkata didalam hati saya inilah orang yang pernah saya lihat didalam mimpi itu. Kedatangan yang kedua kalinya saya membawa hadiah Al Qur’an untuknya. Kemudian datang untuk yang ketiga kalinya saya membawa formulir bai’at dengan harapan orang-orang ini akan bai’at. Pada waktu itu saya lihat perempuan itu menangis sambil mencucurkan air mata dan berkata: “Saya tidak merasa ragu sedikitpun untuk mengisi form bai’at ini karena kemarin saya telah bermimpi bahwa kepada saya diberikan dua lembar kertas dan seperti inilah yang anda bawa dan orang-orang yang duduk dihadapan ini semua sebagai saksi sebab semua kisah mimpi itu telah saya jelaskan kepada mereka”. Akhirnya beliau itu bai’at masuk kedalam Jema’at Ahmadiyah.

Sebuah kisah yang terjadi di Amerika, muballigh disana telah menulis ada sebuah famili dari Mexico terdiri dari 5 orang, nama perempuan dari famili itu Jorido Marilo, dipangginya Mori. Sekalipun mereka ini orang-orang Katholik tapi tidak mengamalkan ajaran agama itu. Ketika beliau berumur 27 tahun jatuh sakit dan dibawa ke Hospital dan selalu berdo’a kepada Tuhan Yang Tunggal. Katanya pada waktu di Hospital saya melihat gambar Hazrat Masih Mau’ud didalam mimpi dan gambar beliau itu berada didalam dinding cermin. Saya coba sentuh gambar beliau itu dengan harapan saya bisa sembuh dari penyakit saya. Dan sungguh betul saya menjadi sembuh dari penyakit saya setelah menyentuh gambar beliau itu dan semenjak itu saya tidak pernah jatuh sakit lagi. Dan gambar (photo) itu begitu mengesankan sehingga tidak bisa saya lupakan. Selanjutnya berkata “Saya berjumpa dengan seorang perempuan Ahmadi Mexico, beliau memberi sebuah buku kepada saya untuk dibaca sambil memperkenalkan Ahmadiyah kepada saya. Didalam buku itu saya melihat gambar Hazrat Masih Mau’ud Setelah melihat gambar beliau itu saya menangis terharu dan timbul rasa syukur kepada Allah sehingga saya langsung menerima kebenaran beliau dan bai’at bersama suami dan semua anak-anak saya. Alhamdulillah !! Beliau ini seorang wanita terpelajar dan sangat cerdas sekali.

Seorang Muballigh di Bulgaria juga telah menulis sepucuk surat mengatakan, seorang Kristen sudah lama sedang ditablighi. Isteri beliau sudah bai’at lebih dulu namun suaminya ini belum bersedia bai’at sebabnya keluarga suaminya itu orang-orang Kristen yang kuat dan bertugas menjaga Gereja. Pada tahun 2005 beliau diundang menghadiri Jalsah di Germany, beliau sangat terkesan oleh suasana jalsah itu namun beliau belum bersedia untuk bai’at. Pada suatu hari beliau datang dan berkata kepada saya; Sekarang saya mau bai’at dan saya mau menjadi orang Ahmadi. Saya tanya kenapa begitu cepat mau bai’at, apa sebabnya? Katanya sudah dua malam terus menerus saya bermimpi bertemu dengan Hazrat Khalifatul Masih Khamis – Mirza Masroor Ahmad, dan berkata kepada saya ; “Jika engkau tidak mau datang saya sendiri akan datang kepada engkau. Beliau datang kerumah saya sehingga saya merasa malu kepada beliau. Setelah melihat mimpi itu saya cepat datang kesini untuk bai’at. Demikianlah caranya Allah swt memberi hidayah kepada hamba-Nya yang Dia sukai.

Dari Kuwait seorang bernama Abdul Aziz Sahib mengatakan ; Pada malam Eid saya mimpi melihat Hazrat Masih Mau’ud (Mirza Ghulam Ahmad) Dalam mimpi itu saya seolah-olah sedang mengerjakan soal-soal ujian. Hazrat Masih Mau’ud mendekati saya dan memegang kertas ujian itu. pada waktu itu orang-orang nampak banyak sekali yang sedang mengerjakan ujian. Huzur memberi tanda tick pada kertas kertas ujian saya. Setelah itu saya lihat diri saya berada di Mesjid dan nampak banyak sekali orang-orang sedang berkumpul dan Hazrat Khalifatul Masih Khamis atba (Mirza MAsroor Ahmad) juga ada disana dan beliau sedang melihat kearah saya. Didalam mesjid ramai orang duduk dan tengah melakukan bai’at. Lalu saya mendekat kesana dan duduk lalu ikut bai’at bersama-sama disana.
Dari Moscow Muballigh kita menulis bahwa pada tanggal 27 Mei Hidayatullah Sahib datang ke Mission House beliau ingin bai’at masuk kedalam Jema’at Ahmadiyah. Beliau berkata “Hari ini Tuan harus mengambil bai’at saya, sebab tadi malam saya mimpi Hazrat Masih Mau’ud datang kepada saya, saya tidak mau mengundur-undurkan waktu lagi!! Beliau menjelaskan mimpinya dengan suara berat dan penuh perasaan haru. Beliau berjumpa dengan Hazrat Masih Mau’ud (Mirza Ghulam Ahmad). dan berkata kepada beliau: Peganglah tangan-ku kuat-kuat supaya engkau jangan binasa. Lalu saya berkata kepada beliau “Bagaimana saya harus pegang tangan Huzur, saya tidak mempunyai kekuatan. Maka beliau sendiri telah memegang tangan saya dengan kuat sekali.”

Dari Burkinafaso Ishaq Sahib mengatakan bahwa didalam sebuah mesjid Ghair Ahmadi seorang Imam memberi khutbah menentang Jema’at Ahmadiyah dan dia sangat keras melarang mendengar siaran Radio Jema’at. Para Ulama tidak mempunyai senjata lain kecuali mengatakan kepada orang-orang awam “Jangan mendengarkan siaran Radio orang-orang Ahmadiyah”. Seperti cara-cara orang Mekah dizaman permulaan Islam. Katanya, jika kami tidak mendengarkan Radio orang-orang Ahmadiya bagaimana kami bisa mengetahui perkara yang benar? Imam masjid itu berkata: “Tidak ! Sama sekali jangan mendengarkan Radio mereka!’ Selanjutnya Ishaq Sahib mengatakan “Saya terus berusaha mencari jalan bagaimana menghilangkan keraguan saya. Akhirnya saya usulkan didepan Imam dan orang lain juga ramai ada disana, yaitu tulislah semua nama firqah (Golongan) yang ada dinegeri Burkinafaso masing-masing diatas secarik kertas untuk diadakan undian, lalu akan disuruh seorang anak untuk mengundinya. Nanti nama firqah apapun yang keluar pasti ia benar. Maka mulailah diundi, salah satu kertas diambil oleh seorang anak disaksikan oleh semua yang hadir. Ketika dibuka ternyata keluar nama Ahmadiyah. Namun melihat demikian Imam Masjid tidak merasa puas dan ia menyuruh untuk diundi sekali lagi. Kedua kalinya diundi lagi, maka keluarlah nama Jema’at Ahmadiyah lagi. Kedua kalinyapun Imam Sahib tidak merasa puas. Sampai tiga kali diundi tetap nama Jema’at Ahmadiyah yang keluar. Imam Mesjid merasa sangat gelisah dan malu, namun peristiwa itu menambah kuat keyakinan Ishaq Sahib, lalu beliaupun beriman dan bai’at.

Ada lagi peristiwa seperti itu, Amir Jema’at Burkinapaso menulis katanya, pada tahun 2004 ketika Khutbah Jum’ah saya disiarkan di TV seorang teman ghair Ahmadi menelpon menyatakan ingin berjumpa dengan saya. Diwaktu berjumpa ia mengatakan bahwa setelah mendengar khutbah Jum’ah itu saya telah mengadakan perobahan yang cukup besar pada diri saya. Oleh sebab itu saya ingin bai’at dan masuk kedalam Jema’at Ahmadiyah. Demikianlah Allah swt menyediakan sarana atau jalan untuk hamba-Nya agar mendapat hidayah.

Di Bosnia juga ada seorang pemuda yang sedang ditablighi masuk Jema’at karena mimpi. Anak muda itu sendiri telah menulis surat menceritakan kisah mimpinya. Katanya saya mimpi sedang berjalan disebuah kota besar, disana sedang terjadi keributan. Disana saya lihat banyak sekali orang-orang Islam, Yahudi, Kristen dan lain-lain sedang berjalan berpusing-pusing dalam keadan gelisah melewati lorong-lorong yang kotor nampaknya mereka sedang kehilangan jalan. Tiba-tiba pandangan saya tertuju kearah sebelah kanan, apa yang saya lihat, sebatang pohon yang sangat rindang dan indah sekali. Dibawah pohon itu terlihat orang-orang sedang bekerumun diantaranya ada yang memakai pakaian putih dan memakai sorban. Sekalipun suasana sedang ribut namun mereka nampak tengah berkumpul dengan tenang sekali dan air muka mereka nampak berseri-seri. Dalam mimpi itu juga saya berkata didalam hati saya : “Mereka ini pasti orang-orang Ahmadi. Saya mendekati mereka dan berusaha menggabungkan diri dengan mereka. Setelah melihat mimpi itu sayapun terus ba’ait masuk Jema’at Ahmadiyah.” Tidak terhitung banyaknya kisah-kisah seperti ini terjadi diberbagai negara didunia berkaitan dengan kebenaran Jema’at Ahmadiyah.

Muballigh Fiji telah menulis sebagai berikut : Ada seorang Hindu berumur 16 tahun, dia sudah kawin dengan seorang perempuan Islam yang berasal dari Hindu. Kami datang untuk berjumpa dirumah mereka, namun pada waktu itu isterinya tengah tidur karena sakit. Suaminya sambil menangis menceritakan sebuah mimpi katanya; “Ada dua orang datang kepada saya, orang-orangnya pakaian-pakaiannya, topi-topinya persis seperti yang Tuan-tuan pakai ini. Mereka mengajak saya untuk masuk Islam.” Sesudah melihat mimpi itu diapun bai’at masuk Jema’at.

Di Jerman ada Muslim Kurdi bernama Kassim Dall isterinya orang Jerman beserta anak-anak perempuannya datang ke Tabligh Stall Jema’at. Dia mulai berbicara tentang gambar (photo) Hazrat Masih Mau’ud a.s. Di bilang : Siapa yang bisa datang setelah Nabi Muhammad saw ? Setelah berbincang-bincang selama 15 minutes mereka diajak makan bersama. Setelah itu diadakan diskusi tabligh dan dihadiahkan kepadanya dua buah buku Jema’at untuk dibaca. Setelah dua hari dia telephone saya, katanya buku yang diberikan kepada saya tidak saya baca dan sudah saya bakar sebab Maulvi kami berkata jangan membaca tulisan apapun dari Jema’at Ahmadiyah. Saya jawab tidak apa-apa, anda datanglah lagi pada hari Kamis, persahabatan kita tidak boleh putus walaupun anda percaya ataupun tidak percaya. Maka datanglah dia pada hari Kamis itu dan ia sedang berpuasa. Sekarang dari rumah orang Ahmadi tidak akan makan makanan apapun katanya. Perbincangan sangat panjang dengannya akhirnya sampailah waktu untuk dia berbuka puasa. Makananpun disediakan dan diapun akhirnya terpaksa makan juga. Saya katakan kepadanya, dalam masalah kebenaran janganlah anda mendengar kata-kata Maulvi. Tentang kebenaran Hazrat Masih Mau’ud berdo’alah selama 40 hari kepada Allah swt dengan hati bersih, selama waktu itu hilangkan kebencian dari dalam hati anda, kosongkan hati anda dari bermacam perasaan yang tidak baik. Katanya baru sampai pada hari ketiga dia telephon menanyakan apakah ada photo Hazrat Khalifatul Masih Khamis? Dijawab ya ada! Katanya lagi “Saya tinggalkan pekerjaan sekarang juga saya mau datang untuk mengambil photo itu. Saya tanya apa sebabnya ? Saya mendengar suara ghaib katanya, “ Sekarang kamu minta bukti ? Bukti sudah Aku beritahukan kepada kamu” Dan dia ceritakan mimpinya juga katanya saya (Huzur) sedang memimpin sebuah lasykar dan Malaikat juga bersama saya. Akhirnya orang itu yaitu Kassim Dall bai’at masuk Jema’at. Alhamdulillah !

Demikianlah beberapa kisah dan peristiwa tentang orang-orang yang mendapat hidayah dari Allah swt untuk menerima kebenaran. Sesungguhnya banyak sekali, tidak terhitung banyaknya kisah dan peristiwa semacam itu didalam Jema’at diseluruh dunia. Diantaranya sudah diceritakan diwaktu Jalsah salanah. Sekarang waktu sangat sempit tidak mungkin bisa diceritakan semuanya. Mula-mula saya fikir di Qadian juga akan diceritakan peristiwa-peristiwa menarik semacam itu namun tidak dapat kesempatan untuk pergi kesana. Demikianlah caranya Allah swt memberi hidayah kepada hamba-hamba-Nya yang Dia sukai dan sampai sa’at ini terus berlangsung pertolongan dan dukungan terhadap kebenaran da’wa Hazrat Masih Mau’ud.

Dikutip dan diringkas dari: Ahmadiyah.info
Diposkan oleh muhammad jamil bakr di 19:21
Label: kisah

Senin, 28 September 2009

http://kamsolk.blogspot.com/2009/09/kisah-orang-orang-yang-masuk-ahmadiyah.html




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.