Arsip untuk Kategori 'November'

12
Nov
09

093010 : Khutbah Khalifah Ahmadiyah : SIFAT ALLAH AL WALI (The Friend) (Bagian ke 2)

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
نَحْمَدُهُ وَنُصَلِّىْعَلَى رَسُوْلِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلَىعَبْدِهِ اْلمَسِيْحِ اْلمَوْعُوْدِ

RINGKASAN KHUTBAH JUM’AH
HAZRAT AMIRUL MU’MININ KHALIFATUL MASIH V atba.
Tanggal 30 Oktober 2009 dari Baitul Futuh London UK`
TENTANG : SIFAT ALLAH AL WALI (The Friend)
(Bagian ke 2)

Didalam khutbah ini Huzur melanjutkan pembahasan tentang sifat Allah swt Al Wali (Sahabat). Allah swt telah mengingatkan orang-orang beriman dan orang tidak beriman terutama para penyembah berhala didalam Alqur’an surah Al Ra’d ayat 12 sebagai berikut :
لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِ‌ؕ اِنَّ اللّٰهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْ‌ؕ وَاِذَاۤ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلاَ مَرَدَّ لَهٗ‌ۚ وَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّال
Artinya : Untuk dia (Rasul itu) ada pergiliran malaikat-malaikat dihadapannya dan dibelakangnya; mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sebelum mereka sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka. Dan apabila Allah sudah menetapkan suatu keputusan buruk bagi suatu kaum maka tiada yang dapat menghindarkannya dari itu, dan tiada bagi mereka penolong selain dari pada Dia.
Didalam ayat tersebut Allah swt telah menjelaskan empat macam perkara :
a. Allah swt telah mengambil tanggung jawab sendiri untuk melindungi setiap orang.
b. Dia memberi keputusan tentang suatu bangsa sesuai dengan prilaku mereka.
c. Apabila Allah swt telah menganggap sesorang sudah patut dihukum, tidak ada kekuatan lain yang bisa mencegahnya.
d. Dia sendiri adalah Penolong, Penjaga, Pelindung dan Sahabat yang paling benar dan setia.
Hazrat Masih Mau’ud a.s. sambil menjelaskan maksud sesungguhnya pada permulaan ayat tersebut ini لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِ‌ؕ Untuk dia (Rasul itu) ada pergiliran malaikat-malaikat dihadapannya dan dibelakangnya bersabda : “ Allah swt telah menetapkan para pengawal untuk menjaga hamba-hamba-Nya disetiap penjuru baik secara zahiri maupun secara ruhani. Yang paling utama Allah swt menetapkan para pengawal atau penjaga itu bagi para Utusan-Nya khasnya bagi Hazrat Rasulullah saw. Setelah kelahiran beliau kedunia, beliau telah menjadi wujud yang paling dikasihi dan disayangi oleh Allah swt sampai kepada masa akhir hayat beliau saw. Allah swt telah menyempurnakan semua perkara itu pada wujud beliau saw dengan sangat luar biasa sehingga tidak ada tara bandingannya. Situasi kehidupan beliau di Mekkah telah diketahui oleh semua, bagaimana Allah swt telah menolong dalam setiap langkah beliau dengan sangat luar biasa cemerlangnya. Surah Ar Ra’d tersebut diturunkan kepada beliau dalam suasana di Mekkah yang sangat mencekam disa’at usaha-usaha lawan yang memusuhi beliau sudah mencapai taraf yang paling membahayakan dan telah melampaui batas kemanusiaan. Kita juga mempunyai sebuah pemandangan zahiri dan bathini peristiwa Perang Badar yang sangat mengerikan dan luar biasa hebatnya dimana Allah swt sesuai dengan janji-Nya telah menurunkan pertolongan-Nya secara luar biasa kepada Hazrat Rasulullah saw, sehingga bagaimanapun kerasnya kehendak musuh untuk menghancurkan beliau beserta para sahabah beliau tidak berhasil.
Amir Ibnu Tufail seorang tokoh dan pimpinan penyembah berhala datang kepada Hazrat Rasulullah saw dan bertanya kepada beliau : “ Wahai Muhammad !! Apabila saya menjadi muslim apakah saya bisa menjadi Khalifah pengganti engkau setelah engkau wafat ? Maka Rasulullah saw menjawab : “ Takhta Khilafat tidak akan pernah turun kepada seseorang yang memberi persyaratan demikian dan juga tidak akan turun kepada pengikutnya.” Mendengar demikian dia menjadi marah dan berkata : “Aku akan membawa lasykar berkuda yang sangat berpengalaman yang akan memberi pelajaran dan menghancurkan Muhammad (saw)” Na’uzubillah !! Nabi Muhammad saw bersabda : “ Tuhan tidak akan pernah memberi taufiq untuk berbuat demikian !” Maka ia beserta temannya pergi dari sana, dan Rasulullah saw-pun membiarkan mereka pergi. Diperjalanan temannya itu berkata : “ Mari kita kembali lagi ketempat Muhammad dan aku akan mengatur siasat, aku akan mengajak dia untuk berbicara dengan-ku, disa’at itu kamu hunuslah pedangmu dan seranglah lalu bunuhlah dia !” Dia menjawab : “ Cara begini sangat berbahaya. Jika aku berhasil membunuhnya maka sahabat-sahabatnya pasti akan mengejar-ku dan membunuh-ku!” Temannya yang sudah dirasuk syetan itu semakin menghasutnya dan berkata : “ Jangan takut kita akan memberi wang tebusan kepada mereka itu, setelah berhasil membunuh Muhammad !” Maka Amir Bin Tufail itu setuju dengan saran temannya itu dan kembali menuju Hazrat Rasulullah saw. Dan setibanya dihadapan Rasulullah saw teman Amir Bin Tufail itu mulailah bercakap-cakap dengan Rasulullah saw dan Amir Bin Tufailpun yang tengah berdiri dibelakang Rasulullah saw mulai menghunus pedangnya. Namun setelah ia berhasil menghunus pedangnya itu timbul didalam hatinya rasa takut yang menggetarkan hatinya dan tertegun sejenak sehingga tangannya tidak mampu mengayunkan pedangnya itu untuk membunuh Hazrat Rasulullah saw. Disa’at itu Hazrat Rasulullah saw berbalik kebelakang dan memandang Amir Bin Tufail yang sedang memegang pedang terhunus ditangannya. Dan Rasulullah saw faham apa yang dimaksud oleh Amir Bin Tufail itu dan mereka-pun berdua mundur dari sana, lalu pergi meninggalkan Rasulullah saw. Dan Rasulullah saw pun membiarkan mereka berdua pergi dan sedikitpun tidak mengucapkan sebarang perkataan terhadap mereka berdua. Namun Allah swt Yang Maha Kuasa telah mnjatuhkan hukuman terhadap mereka berdua. Ditengah perjalanan turun hujan dan temannya itu telah disambar petir sehingga mati dan hancur binasa, sedangkan tentang Amir Bin Tufail dikatakan bahwa dia mati setelah diserang oleh penyakit bisul yang mengerikan.
Banyak sekali peristiwa serupa yang telah terjadi terhadap diri Hazrat Rasulullah
saw yang menunjukkan bahwa Allah swt betul-betul telah memberi perlindungan dan keselamatan yang khas sesuai dengan janji-Nya melalui para Malaikat-Nya terhadap wujud suci Rasulullah saw dari maksud-maksud jahat pihak lawan yang memusuhi Hazrat Rasulullah saw. Peristiwa-peristiwa demikian telah mewarnai seluruh masa kehidupan beliau saw sehingga nampak jelas sekali bahwa Allah swt melalui para Malaikat-Nya telah menjaga dan melindungi beliau saw. Janji Allah swt yang turun di Mekkah itu telah diperlihatkan kesempurnaannya untuk meyakinkan dan menenteramkan hati beliau ketika terjadi penyerangan dan pengepungan terhadap kota Madinah, dengan firman-Nya : وَاللهُ يَعْسِمُكَ مِنَ النَّاسِ artinya Allah sentiasa menjaga engkau dari kejahatan tangan manusia. Tentang itu Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda : “ Hazrat Rasulullah saw selamat dan terlindung dari usaha pembunuhan manusia merupakan sebuah mu’jizah yang sangat luar biasa besarnya, dan merupakan bukti nyata kebenaran Kitab Suci Alqur’an, sebab nubuwatan ini : وَاللهُ يَعْسِمُكَ مِنَ النَّاسِ artinya Allah sentiasa menjaga engkau dari kejahatan tangan manusia tercantum didalam Kitab Suci Alqur’an dan nubuwatan ini tercantum didalam Kitab-kitab sebelumnya juga bahwa Nabi akhir zaman tidak akan dapat dibunuh oleh siapapun juga.”
Huzur bersabda tentang ; mereka menjaganya atas perintah Allah artinya pertama, melalui para Malaikat Rasulullah saw selalu dijaga dan dilindungi dari kejahatan manusia dan keduanya Allah swt menanamkan semangat kecintaan yang mendalam didalam hati orang-orang mukmin sehingga mereka setiap sa’at siap mengurbankan jiwa raga mereka untuk melindungi dan menjaga Rasulullah saw. Semangat kecintaan itu timbul didalam hati orang-orang mukmin setelah mereka beriman kepada Hazrat Rasulullah saw. Para sahabah menjaga dan melindungi Hazrat Rasulullah saw kerana Allah swt telah menamkan iman yang hakiki didalam hati mereka dan mereka lakukan hal itu semua semata-mata demi meraih keridhaan Allah swt. Allah swt telah menyelenggarakan perlindungan seperti itu terhadap Rasulullah saw lebih dari pada terhadap Nabi atau Rasul yang lain. Akan tetapi salah satu arti dari pada itu adalah bahwa bisa juga perlindungan Tuhan itu berlaku terhadap siapapun, sebab Allah swt telah mengatur sistim penjagaan dan perlindungan bagi setiap orang atau setiap manusia. Misalnya walaupun tidak ada penyakit yang tengah menular, namun didalam udara terdapat berbagai jenis kuman atau bakteri yang bisa masuk kedalam tubuh manusia melalui pernafasan. Untuk itu Allah swt telah menaruh sistim penjagaan didalam tubuh setiap orang, yang mampu mencegah pengaruh buruk sebagian kuman atau bakteri yang terhirup dari udara melalui pernafasan manusia. Disamping itu Allah swt memberi perlindungan terhadap para wali-Nya atau para Utusan-Nya bahkan terhadap para pengikutnya yang khas melalui para penjaga yang ditetapkan oleh Tuhan sendiri.
Pada zaman sekarang ini kita telah mengetahui merebaknya serangan wabah penyakit pes atau tha’un dizaman Hazrat Masih Mau’ud a.s. untuk membuktikan kebenaran da’wa beliau sebagai Utusan Tuhan. Dan hal itu telah membuktikan adanya perlindungan khas dari Allah swt terhadap para pengikut beliau a.s. dari serangan wabah penyakit berbahaya itu. Didalam Kitab Kisyti Nuh (Bahtera Nuh) Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda : “ Akan tetapi dengan segala hormat, kami ingin mengatakan kepada Pemerintah yang baik hati itu, bahwa seandainya tidak ada rintangan samawi, maka kamilah yang pertama-tama diantara semua warga negara yang akan meminta disuntik untuk mencegah bahaya penyakit pes itu. Rintangan samawi itu adalah, Tuhan menghendaki untuk memperlihatkan suatu Tanda kasih sayang dari langit kepada umat manusia yang telah beriman kepada Utusan-Nya dizaman ini, mereka akan dilindungi dari bahaya wabah pes atau tha’un itu. Dunia luas telah menyaksikan bahwa walaupun telah merebaknya wabah pes atau tha’un itu selama enam tahun dinegeri India pada waktu itu, dengan karunia Allah swt tidak ada seorang Ahmady-pun yang terkena serangan wabah pes tersebut.”
Hanya semata-mata adanya perlindungan Allah swt manusia bisa terselamat dari setiap tragedi yang berbahaya dari kehilangan nyawa, harta dan anak-anak atau kehormatan. Jika tidak manusia akan kehilangan akal dan ingatan atau perasaan setelah ditimpa berbagai macam kerugian dan kehilangan yang mengerikan. Hal itu juga merupakan salah satu cara Allah swt untuk memberi perlindungan kepada manusia. Banyak manusia yang tidak mampu atau tidak bijak menyikapi akibat kehilangan atau kerugian disebabkan suatu musibah itu sehingga mengakibatkan penderitaan yang sangat keras. Akhirnya banyak diantara mereka yang kehilangan iman dan keyakinan terhadap Allah sawt. Hal itu harus menjadi pelajaran bagi kita semua untuk menyikapi dengan rasa syukur atas ni’mat Allah swt, jika tidak ada rahmat dan karunia-Nya kehidupan kita tidak mungkin bisa berlanjut. Orang-orang mukmnin apabila menghadapi suatu musibah akan selalu berkata : Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un !! Kita semua dan apapun yang kita miliki semuanya kepunyaan Allah dan kita semua akan kembali kepada-Nya !! (Al Baqarah : 157) sebagai natijahnya mereka mendapat barkat dari Allah swt dan mereka mendapat perlindungan Allah swt dari akibat buruk musibah atau kesusahan serta kesulitan yang mereka hadapi itu.
Sesuai dengan peraturan alam semua manusia berada dibawah perlindungan Allah swt secara umum, baik yang beriman kepada-Nya maupun yang tidak beriman. Didalam hal ini terdapat pelajaran bagi orang-orang yang tidak beriman bahwa, jika mereka terus berlanjut didalam perbuatan kejahatan mereka Allah swt tidak akan memberi perlindungan-Nya lagi terhadap mereka sehingga mereka akan menghadapi kehancuran yang sangat parah. Sebagaimana firman-Nya didalam surah Ar Ra’d ayat 12 berikut ini :
اِنَّ اللّٰهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْ‌ؕ
Artinya : Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sebelum mereka sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka.
Hal ini membuktikan bahwa Allah swt tidak merubah cara memberi pertolongan kepada orang-orang beriman dan soleh dan mereka terus menerima banyak berkat dan rahmat dari pada-Nya. Selama mereka menjadi orang-orang yang baik dan saleh secara perorangan maupun secara keseluruhan dan memenuhi kewajiban terhadap hak-hak Allah swt dan terhadap hak-hak hamba-hamba-Nya maka mereka akan terus menerima banyak berkat dari Allah swt didalam kehidupan mereka. Berkat-berkat dan nikmat Allah swt tidak diturunkan lagi apabila manusia bukan menjadikan Tuhan sebagai wali atau sahabat mereka melainkan mengambil syaitan menjadi wali atau sahabat mereka. Kebaikan mereka lambat-laun akan hilang dan mulailah mereka melakukan kezaliman terhadap manusia. Akibatnya mereka banyak melakukan perbuatan dosa dan perbuatan jahat, merampas dan menjarah harta orang. Sebagai penguasa dipemerintahan mereka mulai melakukan suap-menyuap, melakukan korupsi dan penggelapan harta milik negara dan melakukan pelanggaran yang bertentangan dengan keadilan. Merampas hak-hak orang lain sudah menjadi adat kebiasaan sehingga akhirnya mereka berani membunuh orang atas nama agama. Pada waktu itu Allah swt tidak lagi menjaga dan melindungi mereka sehingga mereka kehilangan berkat-berkat dan nikmat serta karunia dari Allah swt sepanjang kehidupan mereka.
Maksud dari sebagian ayat tersebut bukanlah berarti bahwa Tuhan tidak memperlakukan orang-orang berbuat jahat sebagaimana mestinya, melainkan Allah swt tidak merobah perlakuan-Nya terhadap orang-orang suci dan soleh kecuali mereka sendiri telah mulai melakukan perbuatan-perbuatan buruk sehingga mereka tidak menerima lagi anugerah nikmat, karunia dan berkat-berkat dari Allah swt. Didalam sejarah agama nampak jelas sebagai saksi kepada kita dan Alqur’anpun telah menjelaskannya dihadapan kita bahwa apabila keburukan-keburukan mulai banyak timbul kepermukaan dan kebaikan-kebaikan mulai menghilang dari permukaan bumi maka perlindungan dan pemeliharaan Allah swt-pun menghilang pula. Dimanapun tidak tertulis sebuah jaminan bahwa dengan mengucapkan dua kalimah syahadat oran-orang beriman akan mendapat perlindungan istimewa untuk selamanya dari Allah swt. Untuk mendapatkan perlindungan khas dari Allah swt sesudah beriman, manusia harus melakukan amal-amal soleh sesuai ajaran Agama Islam. Hal ini harus menjadi sumber pemikiran bagi orang-orang muslim dizaman ini terutama mereka yang tinggal dinegara-negara dimana penganiayaan terhadap sesama orang muslim dan terhadap minoritas non muslim tengah berlangsung bahkan semakin meningkat. Perkara berikutnya didalam ayat tersebut diatas harus direnungkan khasnya oleh orang-orang Islam dinegara Pakistan bahkan mereka harus memohon ampun kepada Allah swt yaitu :
وَاِذَاۤ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلاَ مَرَدَّ لَهٗ‌ۚ وَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّال
Artinya : Dan apabila Allah sudah menetapkan suatu keputusan buruk bagi suatu kaum maka tiada yang dapat menghindarkannya dari itu, dan tiada bagi mereka penolong selain dari pada Dia. Apa yang diperlukan oleh mereka adalah mengadakan perbaikan pada diri mereka sebelum keputusan akhir Tuhan turun kepada mereka. Jika memang penduduk negeri Pakistan sungguh-sungguh mempunyai pengertian kepada hal tersebut.
Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda bahwa kewajiban orang-orang yang betul-betul menghendaki bebas atau terlepas dari kesusahan dan kemalangan adalah mereka harus mengadakan perobahan yang baik dalam diri mereka. Apabila perobahan dimaksud sudah tercapai maka barkat-barkat dan nikmat serta karunia Allah swt akan segera turun kepada mereka sesuai dengan janji-janji-Nya.
Huzur bersabda bahwa sangat perlu sekali bagi mereka itu untuk merenungkan dengan penuh perhatian terhadap masalah ini terutama untuk memohon ampunan dari Allah swt dan setiap orang Ahmady harus berusaha untuk memberi penerangan dan pengertian tentang itu terhadap orang-orang Muslim disekitar lingkungan tempat tinggal mereka.
Diakhir Ayat tersebut difirmankan : وَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّال
Artinya : dan tiada bagi mereka penolong selain dari pada Dia. Jadi jika tidak ada wujud lain kecuali Allah sebagai Penolong, Yang bisa melindungi kita semua dari setiap gangguan dan serangan Syaitan, maka kita harus mencari Dia dan harus menjadikan-Nya sebagai sahabat atau teman. Dan jika sekalipun umat Islam disana setiap hari menunaikan salat lima waktu dengan patuh, melakukan ibadah puasa dibulan Ramdhan dan puluhan ribu orang setiap tahun menunaikan ibadah Haji, namun tidak menimbulkan sebarang kebaikan bahkan timbul kemunduran dan kehancuran secara nasional, tentu terdapat kekurangan didalam cara menunaikan ibadah mereka terhadap Allah swt. Semoga ummat Islam di Pakistan memahami keadaan sebenarnya yang tengah berlaku disana dan semoga hati mereka runduk sepenuhnya terhadap Allah swt.
Allah swt telah menguraikan masalah tersebut didalam surah Al Anfal ayat 54 sebagai berikut :
ذٰلِكَ بِاَنَّ اللّٰهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِّـعْمَةً اَنْعَمَهَا عَلٰى قَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْ‌ۙ وَاَنَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌۙ‏
Artinya : Yang demikian itu adalah karena Allah tidak akan mengubah suatu nikmat yang telah Dia anugerahkan kepada suatu kaum, sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui. Allah swt tidak pernah merampas kembali anugerh nikmat-Nya yang telah Dia anugerahkan kepada hamba-hamba-Nya, melainkan manusia sendiri yang mensia-siakan anugerah nikmat-Nya itu dengan melakukan keburukan sehingga menjadikan dirinya bernasib buruk dan malang. Alqur’an tidak semata-mata hanya menceritakan perkara-perkara yang telah berlalu, melainkan menjadikan hal itu sebagai pelajaran bagi orang-orang beriman dimasa sekarang dan mereka harus selalu waspada dan selalu menghargai dan mensyukuri nikmat-nikmat luar biasa yang telah mereka terima dari Allah swt. Allah swt berfirman …
وَاَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِىْ telah Aku sempurnakan nikmat-Ku atas-mu … nikmat ini dan berkat ini telah dianugerahkan kepada kita dalam bentuk Kitab Suci Alqur’an dan kita telah diperintah untuk mengamalkan ajaran-ajarannya didalam peri kehidupan kita sehari-hari. Apabila kita ikuti semua perintah-Nya ini maka kita sendiri akan menjadi orang-orang yang soleh dan sesuai firman-Nya Dia akan menjadi Penolong kita dan Dia akan menjelma sebagai Maula atau Pelindung kita.
Apakah orang-orang Muslim diseluruh dunia belum juga menyadari mengapa mereka luput dari berkat-berkat firman Tuhan yang artinya : Kamu adalah ummat terbaik dibangkitkan demi kebaikan umat manusia..?? Ummat yang telah diciptakan demi faedah manusia itu, mengapa mereka luput dari nikmat-nikmat dan karunia Allah swt ? Sebab mereka sedang saling bunuh-membunuh satu dengan yang lain. Beberapa hari yang lalu telah terjadi letupan bomb di kota Peshawar yang dikendalikan dari jauh dengan remote control. Lalu terjadi lagi bomb bunuh diri yang disusul dengan pembunuhan terhadap orang-orang Ahmady dan yang lainnya juga atas nama agama. Macam kebaikan apakah yang mereka lakukan ini ? Perkara demikian sangat perlu untuk dipikirkan oleh mereka dan mereka harus merubah pola pikir mereka untuk mengubah sikap kearah kebaikan. Jika tidak, apabila taqdir Tuhan sudah mulai bergerak untuk menghukum mereka, maka tidak akan ada yang bisa menghalanginya atau mencegahnya lagi.
Perbuatan baik orang lain juga harus bisa diambil contoh dan harus menjadi contoh bagi mereka. Orang-orang Ahmady juga harus mengadakan pemeriksaan dan penilaian terhadap diri masing-masing jika sesungguhnya mereka ada dipihak yang benar. Mereka harus selalu mengawasi perilaku orang-orang itu terutama yang tinggal disekitar lingkungan masing-masing. Mereka harus selalu mensyukuri karunia Allah swt yang telah turun kepada mereka. Jika hal itu tetap dipertahankan maka Allah swt akan selalu menjadi Penolong dan Pelindung kita semua sesuai dengan janji-janji-Nya. Dan tidak akan ada yang bisa mengganggu dan menghancurkan Jema’at kita. Oleh sebab itu Allah swt berfirman :
ۚ فَاَقِيْمُوْا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوْا الزَّكٰوةَ وَاعْتَصِمُوْا بِاللّٰهِؕ هُوَ مَوْلٰٮكُمْ‌ۚ فَنِعْمَ الْمَوْلٰى وَنِعْمَ النَّصِيْر
Artinya : … Maka dirikanlah salat dan bayarlah zakat dan berpeganglah dengan teguh kepada Allah. Dialah Pemelihara-mu. Maka Dialah sebaik-baik Pemelihara dan sebaik-baik Penolong (Al Hajj : 79) Ini merupakan kewajiban bagi semua orang-oran beriman untuk menunaikan salat karena melalui ibadah salat itu setiap orang bisa berobah menjadi orang yang baik dan saleh. Harta orang-orang beriman bisa menjadi suci bersih dengan membelanjakan sebagian dari padanya dijalan Allah dan berpegang teguh kepada apa yang diperintahkan Allah swt. Dan hal itu bisa memperteguh tauhid dan keyakinan terhadap Allah Yang Maha Tunggal sebagai Penolong dan Pelindung yang sejati.
Didalam surah Al Maidah ayat 56-57 Allah swt berfirman sebagai berikut :
اِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللّٰهُ وَرَسُوْلُهٗ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا الَّذِيْنَ يُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ وَهُمْ رٰكِعُوْنَ‏– وَمَنْ يَّتَوَلَّ اللّٰهَ وَ رَسُوْلَهٗ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا فَاِنَّ حِزْبَ اللّٰهِ هُمُ الْغٰلِبُوْن
Artinya : Sesungguhnya penolong-penolong-mu hanyalah Allah, Rasul-Nya dan orang-orang beriman yang dawam mendirikan salat dan membayar zakat dan mereka ta’at kepada Allah – Dan barangsiapa yang menjadikan Allah, Rasul-Nya dan mereka yang beriman sebagai penolong, maka sesungguhnya Jema’at Allah pasti menang. Disini “ beribadahlah hanya kepada Allah” berarti bahwa orang yang sungguh-sungguh dan secara sempurna beriman kepada Allah dan keimanannya benar-benar suci dari setiap jenis pelanggaran. Mereka itulah kumpulan orang-orang yang akan memperoleh kemenangan dan kejayaan dan mereka itulah sahabat-sahabat Tuhan dan Tuhan adalah Sahabat mereka.
Didalam sebuah Hadis Qudsi Allah swt berrfirman kepada Nabi Besar Muhammad saw “ Barang siapa yang menjadi musuh terhadap sahabat-Ku maka Aku akan nyatakan perang kepadanya. Aku ingin hamba-Ku mendekat kepada-Ku melalui apa yang telah diwajibkan kepadanya. Hamba-Ku yang selalu mendekatkan dirinya kepada-Ku melalui nawafil sehingga Aku mencintainya. Dan apabila Aku telah mencintainya, Aku menjadi matanya dengan mana ia biasa melihat, Aku menjadi tangannya dengan apa ia memegang, Aku menjadi kakinya dengan apa ia berjalan. Jika ia memohon sesuatu dari pada-Ku, pasti Aku mengabulkannya. Jika ia memohon perlindungan-Ku pasti Aku beri perlindungan kepadanya. Aku tidak mempunyai keraguan sedikitpun tentang hamba-Ku mecuali ketika Aku akan mencabut nyawa seorang mukmin. Ia tidak suka kematian dan Aku juga tidak suka memberi kesulitan terhadap hamba-Ku” Demikianlah perhatian dan perlindungan Tuhan terhadap hamba-Nya yang beriman. Jika manusia mengamalkan setiap perintah Tuhan dengan sungguh-sungguh dan dengan penuh kecintaan maka Tuhan akan menjadi Maula-nya (Pelindngnya). Semoga Allah swt memberi taufiq kepada kita semua untuk menjadi orang-orang soleh yang selalu mendekatkan diri kepada Maula kita yang sejati sehingga kita sentiasa menerima pertolongan-Nya dan perlindungan-Nya dalam setiap langkah kehidupan kita. Amin !!!
Alih Bahasa : Hasan Basri

12
Nov
09

071109 : Khutbah Khalifah Ahmadiyah : KEUTAMAAN MUKMIN LAKI-LAKI DAN MUKMIN PEREMPUAN

KHUTBAH JUM’AH HADZRAT AMIRUL MUKMININ KHALIFATUL MASIH V atba.
Tanggal 09 November 2007 dari Baitul Futuh London U.K.
Alih bahasa : Hasan Basri

KEUTAMAAN MUKMIN LAKI-LAKI DAN MUKMIN PEREMPUAN

Setelah membaca Syahadat, ta’awwuz dan surat Al-Faatihah, Huzur atba menilawatkan ayat 71 dari Surah At Taubah sebagai berikut : Artinya Dan. Orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan itu satu sama lain bersahabat. Mereka menyuruh kepada kebaikan dan mencegah dari keburukan dan mendirikan shalat dan membayar zakat serta mentaati Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah yang akan dikasihi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana. (Surah Taubah ayat 71)

Didalam ayat ini dijelaskan tentang sifat orang-orang mukmin laki-laki dan mukmin perempuan. Tanda-tanda atau sifat-sifat yang indah ini apabila timbul didalam sebuah golongan atau Jemaat, pasti ia adalah Jemaat orang-orang mukmin hakiki. Sebagaimana telah kita baca dari terjemahan diatas bahwa Allah swt telah menjelaskan ada tujuh macam keistimewaan Jemaat orang-orang mukmin. Keistimewaan pertama adalah satu sama lain bersahabat. Mereka bersahabat demikian akrabnya sehingga setiap saat siap untuk saling tolong-menolong. Keistimewaan kedua adalah mereka mengajak orang untuk berbuat baik, menganjurkan orang-orang untuk berbuat baik dan beramal soleh. Selain mereka menginginkan berkat dari Allah swt untuk diri mereka sendiri, mereka juga menginginkan berkat itu untuk orang lain. Dan mereka menghendaki sambil menegakkan kebaikan-kebaikan, dan sambil menegakkan kecintaan antar sesama, ingin menegakkan sebuah Jemaat yang mengamalkan hukum-hukum Allah swt dengan hati yang sungguh-sungguh dan penuh ikhlas. Keistimewaan ketiga adalah mencegah dari setiap keburukan. Mereka mencegah setiap perbuatan yang bertentangan dengan perintah-perintah Allah swt. Menolong orang-orang yang zalim dan orang-orang mazlum (yang dizalimi) kedua-duanya. Mencegah orang zalim supaya jangan berbuat kezaliman (penganiayaan). Dan setiap waktu siap untuk menolong dan melepaskan orang-orang mazlum (yang diperlakukan secara zalim). Untuk itu jika harus mengeluarkan pengorbananpun mereka itu tidak akan merasa keberatan, agar suasana aman, damai dan sejahtera, serta persaudaraan dapat ditegakkan. Keistimewaan keempat adalah mendirikan shalat. Shalat yang merupakan tiang agama diperintahkan agar setiap orang mukmin memperhatikannya dengan sungguh-sungguh. Jika tidak, pendawaan diri sebagai orang mukmin tidak ada artinya. Hadzrat Masih Mau’ud a.s. sambil menekankan pentingnya shalat bersabda : Shalat adalah amal sholeh yang sangat penting dan ia adalah mi’raj (tangga) untuk mencapai martabat tertinggi bagi orang-orang mukmin. Dan shalat adalah sarana paling baik untuk berdo’a kepada Allah swt. Selanjutnya beliau bersabda : Tidak ada ibadah yang paling baik selain dari pada shalat. Sebab didalamnya terdapat pujian terhadap Tuhan, istighfar dan darood syarif (sanjungan terhadap Allah dan Rasulullah-Nya saw) dan ini semua merupakan kumpulan dari semua ibadah-ibadah. Banyak macam-macam wirid terhimpun semuanya didalam shalat, dengan itu semua kesedihan dan kesengsaraan bathin dapat dijauhkan dan semua kesulitan dapat dipecahkan.

Menunaikan shalat dengan sangat tertib dan sangat hati-hati, menunaikan shalat tepat pada waktunya, dan menunaikan shalat dengan berjemaah, maka firman Allah swt: Itulah ciri-ciri khas orang mukmin sejati. Dan memang seharusnya demikian. Keistimewaan kelima adalah membayar zakat, orang yang membelanjakan harta mereka dijalan Allah swt. Penjelasan selanjutnya akan diberikan kemudian.Keistimewaan keenam adalah ta’at kepada Allah dan kepada Rasul-Nya. Dalam memenuhi kewajiban terhadap Allah swt dan terhadap manusia dengan senang hati sesuai perintah Allah swt dan perintah Rasul-Nya saw. Dan keistimewaan yang ketujuh adalah : terhadap orang-orang mukmin yang menyandang keistimewaan seperti itu semua, Allah swt sangat menaruh belas-kasih terhadap mereka dan merekapun pewaris-pewaris rahmat dan kasih-sayang Allah swt. Allah swt selalu berlaku kasih-sayang dan mencintai orang-orang mukmin seperti itu. Harus diingat selalu bahwa keistimewaan orang-orang mukmin laki-laki dan orang-orang mukmin perempuan tersebut telah difirmankan oleh Tuhan sendiri Yang Maha Perkasa dan Maha Bijaksana.

Dengan mengikat hubungan yang erat dengan Tuhan Yang Maha Perkasa dan Maha Bijaksana ini dan dengan mengamalkan hukum-hukum-Nya maka hasilnya didalam diri kita juga akan timbul sifat arif dan bijksana. Sebagai hasil dari hikmah ini berkat mengamalkan hukum-hukum Allah swt dan Rasul-Nya didalam diri kita timbul kekuatan yang akan menjadi sarana bagi teguhnya Jemaat, sehingga keadilan dan kebijakan akan berdiri dengan kokoh-kuat. Karena hikmah dan kebijakan ini sebagai Jemaat kejahilan dan kebodohan akan dilenyapkan dari tengah-tengah kita dan kita akan berbuat sesuatu berdasarkan akal sehat serta kebijaksanaan dan keadaan pribadi kita akan terus bertambah kuat dan antara sesama kita akan saling cinta-mencintai dan akan meningkatkan hubungan persaudaraan diantara kita. Kita menerima amanat yang penuh dengan hikmah yang dihasilkan dengan penuh pemahaman dari Allah swt Yang Tunggal, yang untuk menyebarluaskannya di zaman ini kepada setiap orang diseluruh dunia Allah swt telah mengutus Hadzrat Ghulam Shadiq Rasulullah saw Imam Zaman, Hadzrat Masih Mauud a.s. Sebagai hamba dari Masih dan Mahdi ini kita menjadi penyampai amanat ini kepada masyarakat dunia. Dan sebagai hasilnya kita akan menjadi orang-orang yang akan menyaksikan kemenangan yang Allah swt telah janjikan kepada Hadzrat Masih Mau’ud a.s.Dengan menciptakan keistimewaan didalam diri kita sendiri, maka kita akan menjadi pewaris nikmat-nikmat yang telah Allah swt janjikan kepada Hadzrat Masih Mau’ud a.s. Maka itulah khabar suka bagi orang-orang mukmin laki-laki dan orang-orang mukmin perempuan. Bahwa jika kamu sekalian menjadi penyandang keistimewaan itu, maka kalian akan menjadi penyebar luas amanat Allah swt yang sangat agung ini yang dalam setiap perkataannya mengandung hikmat yang luas laksana samudra dan kalian akan menjadi orang-orang yang bernasib baik untuk menyaksikan hari kemenangan Islam diseluruh dunia.

Untuk menjadi penyandang sifat Allah swt dan untuk mendapatkan barkat dari padanya sangat diperlukan sekurang-kurangnya kita harus memiliki keistimewaan didalam diri sehingga hasilnya dapat memperoleh berkat dari sifat Aziz dan Hakim (Maha Perkasa, Maha Bijaksanan). Jika kita berusaha menumbuhkan keistimewaan itu didalam diri kita maka pasti Allah swt Yang Ghalib dan Hakim akan memberi kekuatan kepada lidah kita untuk berbicara, sehingga dengannya kita akan dapat menyampaikan amanat Allah swt yang penuh dengan kebijakan kepada dunia sehingga kita akan menyaksikan kemenangan Islam dan Ahmadiyyat. Maka setiap orang Ahmadi harus memahami betul kepada maksud-maksud yang sangat penting ini. Supaya kita menjadi orang-orang yang menyempurnakan perjanjian bai’at yang kita lakukan kepada Hadzrat Masih Mau’ud a.s. pada zaman ini, bahwa kami setiap waktu bersedia untuk mengorbankan jiwa-raga, harta, waktu dan kehormatan kami untuk menyebar-luaskan ajaran Islam keseluruh dunia.

Sebagaimana telah saya katakan bahwa sekarang saya akan menjelaskan tentang kewajiban membayar zakat atau kewajiban pengorbanan harta. Seperti kita maklum bahwa bulan November ini adalah waktu untuk diumumkannya perjanjian baru candah Tahrik-i-jadid. Bulan Oktober adalah bulan penutupan perjanjian candah tahrik jadid dan pada tanggal satu November dimulai lagi pengumuman perjanjian baru. Namun tepat pada awal bulan November ini tidak dapat diumumkan, baru pada hari ini akan saya umumkan. Dan dalam kesempatan ini akan saya jelaskan lebih lanjut tentang keistimewaan orang-orang mukmin lelaki dan orang-orang mukmin perempuan yang membayar zakat. Apa artinya zakat? Artinya mengeluarkan sebagian dari harta dibelanjakan dijalan Allah swt supaya harta itu suci bersih, menyatakan ita’at kepada Allah swt dan mengharapkan agar Allah swt menurunkan berkat diatas harta itu dan melipat-gandakan jumlahnya.

Maka seorang mukmin yang membelanjakan hartanya untuk keperluan sanak saudaranya, untuk keperluan kerja agama, untuk usaha meraih kemenangan Islam, sesungguhnya ia sedang melakukan perniagaan dengan Allah swt. Yakni dengan perantaraan pengorbanan itu ia akan dapat menarik karunia Allah swt lebih banyak lagi. Oleh sebab itulah Allah swt meningkatkan jumlah hartanya lebih banyak dari sebelumnya, supaya dia dapat mengambil manfa’at dari kenikmatan dunia juga dan dengan membelanjakannya lagi maka Allah swt terus meningkatkan jumlah hartanya itu. Itulah sebuah amal yang merupakan perniagaan yang tidak akan pernah mengalami kerugian. Disatu pihak ia mengeluarkan sebagian dari hartanya dan dipihak lain ia akan menerima berkali-lipat ganda secara berterusan jumlahnya sebagai pembalasan dari padanya.

Didalam urusan dunia, kita sering menyaksikan jika seseorang membelanjakan uangnya untuk sesuatu barang kepada orang lain maka sebanyak harga benda itu orang akan menerima harga dari pada benda itu. Seorang manusia berakal akan membayar harga benda itu setelah betul-betul ia periksa dan perhatikan nilai dari pada setiap benda itu. Dan harganya akan diberikan kepadanya sebanyak biaya yang telah ia keluarkan. Dari perniagaan seperti itu memang dapat dihasilkan faedahnya. Dan sesuai dengan peredaran waktu benda itupun akan semakin berkurang nilainya. Sehingga pada suatu waktu benda itu akan betul-betul menjadi sia-sisa tidak berharga lagi.

Kemudian kita menyaksikan lagi didalam sebuah perniagaan untuk mendatangkan hasil apabila bahan mentah dipergunakan, maka sebagian dari bahan mentah itu menjadi terbuang tidak dipergunakan, sekalipun seratus persen modal dibelanjakan untuk itu semua namun hasilnya tidak dapat diperoleh sepenuhnya, sekalipun semua pengeluaran telah diperhitungkan berapa yang terbuang, kemudian bisnisman (pengusaha) itu menentukan harganya setelah memperhitungkan berapa yang terbuang kemudian menentukan berapa keuntungan yang akan ia peroleh itu. Selain itu banyak lagi hal-hal yang harus diperhitungkan sehingga akhirnya kadang-kadang bukan keuntungan yang diperoleh melainkan kerugian. Akan tetapi Allah swt memberi jaminan kepada hamba-hamba-Nya yang membelanjakan harta mereka dijalan-Nya bahwa harta mereka akan berkembang berlipat ganda. Disatu tempat didalam Al Quran Allah swt berfirman, bahwa Dia akan mengganti tujuh ratus kali kali ganda bahkan lebih banyak lagi dari itu. Maka orang-orang mukmin diingatkan kearah perniagaan seperti itu, sekalipun keuntungan itu diperoleh dengan jalan perniagaan duniawi, akan tetapi apabila kalian membelanjakannya dijalan Allah swt sesuai dengan perintah-perintah-Nya, maka apabila keridoan Allah swt telah diperoleh, pengorbanan kalian akan menjadi sarana untuk memperkuat Jema’at-Nya. Dimana kalian sibuk memeperbaiki keadaan kehidupan diri sendiri, disana kalian juga akan bebas dari pengaruh buruk yang dapat mempengaruhi usaha kalian, supaya beberapa perkara yang mungkin mempengaruhinya tidak akan merugikan perniagaan kalian. Sehubungan dengan pokok masalah ini ditempat lain Allah swt telah berfirman sebagai berikut :Artinya : Dan harta apapun yang kamu belanjakan maka manfa’atnya adalah untuk dirimu, dan sebenarnya tidaklah kamu belanjakan melainkan tujuannya untuk mencari keridhoan Allah. Dan harta apapun yang kamu belanjakan niscaya akan dikembalikan kepada kamu dengan penuh (melimpah) dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan). (Surah Al Baqarah ayat 273). Jika Allah swt menggunakan perkataan akan dikembalikan dengan penuh (melimpah) maksudnya pengembalian yang tidak terkira banyaknya sehingga manusia tidak mampu membayangkan berapa banyaknya. Setiap manusia melakukan perniagaannya masing-masing. Mereka mencatat dan menghitungnya, membagi dan memperkalikannya menggunakan pencil dan kertas dan sekarang zaman moden menggunakan alat-alat canggih, dengan mesin hitung dengan computer dan lain-lain. Sambil duduk-duduk dihadapan computer membuat planning dan menghitung-hitungnya, 5% atau 10 % diusahakan untuk menetapkan keuntungannya. Jika keuntungannya banyak dia tulis angka lebih besar lagi, apabila sesuatu barang banyak disukai dia lakukan system harga black market sehingga keuntungan dapat diraih sampai 100% besarnya. Itulah batas-batas ketentuan yang dibuat oleh manusia dan apabila didalam itu semua sudah diselesaikan, dia pasti mendapatkan faedah dan keuntungan secara duniawi, akan tetapi jika dalam mengambil keuntungan itu dengan jalan yang tidak benar, ia menjadi berdosa akibatnya harta yang dia peroleh itu tidak dapat dikatakan harta yang bersih dan suci. Akan tetapi Allah swt berfirman, untuk meraih keridhoan Allah swt, harus ditanamkan kecintaan didalam hati kepada Allah swt dan mengamalkan hukum-hukum-Nya dan mengalahkan kecintaan terhadap harta kekayaan. Apa yang kalian belanjakan dijalan-Nya tentu Allah swt akan mengembalikannya kepada kamu dengan sepenuhnya. Pembelanjaan dijalan Allah yang selalu dibalas dengan sepenunya dan berkali lipat ganda serta tidak terbatas jumlahnya. Orang yang mencari harta dengan jalan yang bersih dan suci ia faham kepada masalah duniawi dan juga masalah ukhrawi. Orang seperti ini tidak mau menggunakan kesempatan untuk mengambil keuntungan dari orang yang dalam situasi sangat terdesak atau disa’at orang menghadapi kesulitan. Bahkan ianya selalu berusaha mencegah dirinya dari jalan usaha yang tidak dibenarkan atau tidak dihalalkan oleh hukum agama.

Dengan karunia Allah swt didalam Jema’at ini terdapat banyak orang-orang yang kaya raya selain banyak juga orang yang miskin. Oleh kerana Jema’at ini adalah Jema’at orang-orang mukmin maka setiap tingkatan dari para anggautanya cepat menyadari, bahwa berapapun harta yang telah Allah swt rizkikan kepadanya ia belanjakan sebagian dari padanya dijalan Allah swt, supaya ia menjadi pewaris dari pada karunia-karunia dan ni’mat-ni’mat-Nya.

Banyak juga orang-orang yang sudah berlalu bahkan sekarang juga banyak yang menjalani kehidupan dengan gaji yang ia terima setiap bulan. Akan tetapi apabila mereka mendengar ada gerakan pengorbanan dari Khalifa-e-waqt, mereka mengeluarkan dari uang gaji bulanannya itu untuk mengambil bahgian dalam gerakan pengorbanan itu dengan penuh semangat dan kecintaan. Sehingga mereka menyaksikan banyak karunia Allah swt turun kepada mereka, karena mereka selalu berusaha meraih karunia-Nya dan selalu berusaha meraih keridhoan-Nya juga. Sekarang dengan karunia Allah swt beribu-ribu orang diseluruh dunia telah memahami maksud dan tujuan sebenarnya dari pengorbanan yang sangat penting ini. Mereka melakukan perniagaan dengan Allah swt kemudian mereka membelanjakannya kembali sebahagian dari rizki yang diterimanya itu dijalan Allah swt. Kemudian mereka menyaksikan pembalasannya secara melimpah dari Allah swt.

Seorang Ahmadi telah menulis katanya, saya telah meningkatkan perjanjian Tahrik Jadid berkali lipat. Saya secara pribadi tahu betul orang ini. Dia telah berjanji melebihi kemampuannya. Maka dengan karunia-Nya, Allah swt telah memberi kemampuan kepadanya untuk melunasi perjanjiannya itu. Pada tahun ini dia berjanji lagi dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Kemudian Allah swt telah menurunkan karunia-Nya kepadanya sesuai dengan firman-Nya artinya Dia (Tuhan) memberi rizki kepada-nya diluar jangkauan pikirannya. Tuhan telah menyediakan rizki demikian melimpah kepadanya sehingga keperluan sehari-harinya dapat dipenuhi dan perjanjiannya juga dapat dilunasinya. Setelah menerima banyak karunia dari Allah swt itu, iapun menulis kepada saya : Hati saya betul-betul merasa puas dengan karunia-Nya ini !! Namun harus diingat bahwa berapapun Allah swt menurunkan karunia-Nya kepada kita sehingga hati kita merasa puas, kita tidak dapat memenuhi hak-hak-Nya secara sempurna. Itulah sebabnya kita harus sentiasa mengisi hati kita penuh dengan puji-syukur kepada-Nya. Sebab Allah swt berfirman :Artinya jika engkau bersyukur atas ni’mat-Ku itu maka Aku akan tambah lagi kepadamu. Apabila Allah swt menambah rizki Dia menambahnya dengan berkali lipat ganda, shingga rasa syukur kita tidak memadai terhadap karunia yang Dia berikan secara berlipat ganda itu kepada kita.
Allah swt selalu meningkatkan iman hamba-Nya yang banyak menyanjungkan pujian kepada-Nya dan yang tawakkal sepenuhnya kepada-Nya. Selanjutnya orang ini telah menulis lagi kepada saya katanya, Sekretaris Tahrik Jadid dengan rasa heran berkata kepada saya : Anda membuat perrjanjian tahrik jaddid demikian banyaknya, bagaimana mampukah anda melunasinya ? Lalu saya jawab : jika anda merasa khawatir memikirkan itu, apakah Tuhan tidak khawatir memikirkannya untuk saya, Yang keridhoan-Nya saya harapakan dan berdasarkan perintah-Nya saya telah berjanji dan sedang membelanjakan harta yang telah Dia rizkikan kepada saya?

Semangat dan tawakkal seperti itu timbul didalam hati orang-orang Ahmadi sebab, mereka telah bai’at ditangan Imam Zaman ini. Dan setelah bai’at ditangan beliau mereka mempunyai pengertian dan pemahaman yang sangat dalam tentang sifat-sifat Allah swt. Iman terhadap Allah swt semakin meningkat. Mereka yakin betul terhadap janji-janji Allah swt. Mereka yakin betul bahwa Allah swt selalu menepati janji-janji-Nya. Mereka yakin bahwa pengorbanan yang dilakukan kerana Allah swt dengan penuh ikhlas tidak pernah sia-sia. Mereka mempunyai iman yang sangat teguh bahwa Allah swt memberi pembalasan dan ganjaran yang melimpah terhadap amal soleh yang dilakukan dengan penuh ikhlas demi meraih keridhoan-Nya. Mereka juga yakin bahwa Allah swt sesuai janji-Nya mengganti setiap keadaan rasa takut dengan keadaan aman dan setiap kesusahan dengan kegembiraan. Sebagaimana Allah swt berfirman ; Artinya : Orang-orang yang membelanjakan harta mereka pada malam dan siang dengan sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, bagi mereka ada ganjaran mereka di sisi Tuhan mereka ; dan tak ada ketakutan pada mereka dan tidak pula mereka akan bersedih. (Surah Al Baqarah ayat 275)
Jadi orang-orang yang membelanjakan harta mereka semata-mata karena Allah swt, dan membelanjakan harta demi meraih keridhoan-Nya, maka Allah swt menjauhkan setiap perasaan takut dan kesusahan serta kesedihan mereka. Allah swt menjadi milik mereka dan mereka menjadi milik Allah swt. Dan Allah swt menurunkan barkat-Nya secara melimpah terhadap harta dan jiwa mereka. Sebagaimana terdapat riwayat didalam sebuah hadis yang diceritkan oleh Hadzrat Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw bersabda : Seorang yang memperoleh rizki yang suci-bersih berupa sebuah kurma lalu dikurbankan dijalan Allah swt maka Allah swt menerima kurma itu dengan kedua belah tangan-Nya dan Allah swt menjaga dan memeliharanya dan menambahnya terus untuk pemiliknya itu sehingga pada suatu waktu tumpukan buah kurmanya itu akan menyerupai sebuah gunung karena banyaknya. Demikianlah Tuhan menjaga dan memelihara harta hamba-Nya seperti halnya kalian menjaga dan memelihara anak sehingga pada suatu waktu ia menjadi besar.
Jadi itulah janji-janji Allah swt bahwa Dia menambah rizki hamba-hamba-Nya sebagaimana telah dijelaskan didalam Kitab Suci Al Quran dan juga didalam Hadis-hadis Rasulullah saw. Akan tetapi untuk itu kita harus ingat juga kepada persyaratannya, sebagaimana telah saya sebutkan sebelumnya yaitu harta yang dikurbankan dijalan Allah swt itu harus dari rizki yang diperoleh dengan jalan yang benar dan suci bersih agar Allah swt mengabulkannya. Rizki atau harta itu bukan hasil penipuan atau hasil usaha yang tidak halal, misalnya hasil rampasan dari harta orang-orang miskin. Allah swt menuntut orang-orang mukmin untuk mengurbankan harta mereka dijalan-Nya yang telah dihasilkan dengan jalan yang suci-bersih dan dengan hati yang bersih dan dikurbankan untuk membersihkan hatinya. Allah swt Ghani, tidak memerlukan sesuatu dari hamba-hamba-Nya. Allah swt menganjurkan kita mengurbankan harta demi mensucikan harta kita ruh dan kalbu kita.
Jadi selama kita terus membelanjakan harta kita dari hasil usaha yang suci bersih dijalan Allah swt, sambil mengharapkan keridhoan-Nya kita akan terus mendapat ganjaran dari pada-Nya yang berlimpah-limpah tak terbatas banyaknya. Sebagaimana telah saya katakan bahwa untuk menghasilkan keridhoan Allah swt setiap amal kita sebagai Jemaat harus terus semakin baik dan kuat. Untuk menyampaikan amanat Allah swt keseluruh dunia sarana kita juga akan terus semakin besar dan luas dan akan Jemaat ummul mukminin yang menjadi seperti Yakni, bangunan yang sangat kuat yang tidak dapat dikalahkan oleh siapapun. Tidak ada yang dapat membuat kekacauan didalamnya. Akan merupakan sebuah Jema’at yang selalu menyaksikan manifestasi keagungan sifat Aziz Tuhan. Dan pasti Jema’at yang telah didirikan oleh Hadzrat Masih Mau’ud a.s ini adalah Jema’at orang-orang mukmin yang telah banyak membuat perobahan didalam diri mereka. Dan mereka akan menyaksikan manifestasi keagungan Tuhan berkat banyaknya pengorbanan yang telah mereka berikan kepada Jema’at ini. Kita telah menyaksikan karya Hadzrat Khalifatul Masih II r.a. ketika beliau melancarkan sebuah gerakan dengan pertolongan dan dukungan Allah swt untuk membendung arus perlawanan pehak lawan dan untuk mengembangkan tabligh Islam keseluruh dunia dan dengan yakin bahwa beliau dalam mendirikan gerakan itu mendapat pertolongan dan dukungan dari Allah swt dan penuh dengan hikmah dan kebijakan sehingga pada waktu itu nampak sekali bahwa tabligh Islam ini akan tersebar luas keseluruh pelosok dunia dan akan mencapai kemenangan. Dan bukti dukungan Allah swt kepada beliau adalah sekarang kita dapat menyaksikan dalam bentuk tersebarnya Jema’at ini keseluruh pelosok dunia, tersebarnya missi Jema’at, mesjid-mesjid yang dibangun oleh Jema’at, dan setiap tahun tidak sedikit jumlahnya orang-orang yang berfitrat baik dan bersih masuk kedalam Jema’at ini. Golongan Ahrar (musuh utama Jemaat) yang pernah bangkit dengan tujuan utamanya akan menghancurkan Pusat Jema’at Ahmadiyah di Qadian, sekarang tidak ada lagi suaranya, kemana mereka pergi dan dimana mereka sekarang berada ? Akan tetapi berkat gerakan Tahrik Jadid, berkat pengorbanan harta orang-orang Ahmadi, berkat persatuan dan perpaduan Jema’at, berkat itha’at kepada Allah dan kepada Rasul-Nya, berkat sambutan labbaik para Ahmadi terhadap seruan Khilafat , berkat pengorbanan harta untuk meraih ridho Allah swt, Jema’at Ahmadiyah ini telah tersebar luas dalam 189 negara di dunia. Didalam setiap negara banyak sekali orang-orang yang baru masuk kedalam Jema’at Ahmadiyah ini setelah memperoleh pengertian dan pemahaman yang dalam tentang Ahmadiyah, amal soleh mereka, itha’at dan keimanan mereka semakin kuat dan meningkat terus. Dan mereka terus berusaha berlomba-lomba untuk menjadi penyumbang dana bagi Jema’at. Itulah pemandangan manifestasi keagungan Sifat Hakim dan Aziz Allah swt yang sedang diperlihatkan kepada orang-orang Jema’at. Semoga Allah swt sentiasa memasukkan kita kedalam golongan orang-orang yang selalu menunjukkan contoh menjadi Yakni orang-orang yang selalu mencari keridhoan Allah. Dan semoga kita menjadi orang-orang yang menyaksikan kemenangan Islam diseluruh dunia. Sekarang saya sambil mengumumkan dimulainya lagi perjanjian tahun baru Tahrik Jadid bagi Daftar Awwal, kedua, ketiga, keempat dan kelima, sebagaimana biasa saya akan menjelaskan bagaimana semangat pengorbanan harta pada tahun yang lepas dari setiap negara. Sebagaimana telah saya katakan bahwa perjanjian Tahrik Jadid setiap tahun berakhir pada tanggal 31 Oktober. Dan dengan karunia Allah swt laporan yang diterima, kadangkala laporan secara komplit tidak diterima tepat pada waktunya, sesuai dengan itu penerimaan Jema’at Ahmadiyya dari seluruh dunia mata anggaran Tahrik Jadid tercatat 3.612.000 Pound, Alhamdulillah !! Pada tahun yang lalu karansi (mata uang) Pakistan dan Amerika mengalami terus-terusan merosot dibanding dengan karansi Pound. Sekalipun jumlah bilangan pengorbanannya cukup besar namun jika diconvert (dinilai) kepada mata uang Pound tidak kelihatan peningkatan yang sangat besar. Namun sekalipun demikian penerimaan tahun ini terdapat kelebihan sebanyak 110.000 pound dibanding dengan tahun yang lalu. Dari jumlah nilai penerimaan dan persentase seluruhnya maka ranking per-negara dapat disusun sebagai berikut : Pakistan menempati kedudukan pertama. Semua tahu keadaan negeri Pakistan dan tidak tersembuniyi dari pandangan orang. Situasi dinegeri itu sangat kacau-balau dan banyak gangguan kerusuhan, perniagaan para peniaga kita tidak lancar seperti biasa, bahkan banyak diantara anggauta Jema’at disana yang menyatakan prihatin apabila sudah tiba waktunya untuk melunasi perjanjian candah mereka :Candah kami belum lunas !! Disamping itu rakyat Pakistan secara majority keadaannya miskin. Namun demikian sekalipun keadaan miskin namun mereka giat membayar candah. Sebabnya, keimanan mereka kepada Tuhan sangat kuat. Allah swt menjauhkan rasa takut dan ragu dari dalam hati mereka. Jika mereka membelanjakan harta mereka demi keridhoan Allah swt tentu Dia akan memberi pembalasan kepada mereka secara berlipat ganda. Jadi mereka itu sedang melakukan segala-galanya demi meraih keridhoan Allah swt, mereka tidak memikirkan hanya kepentingan diri mereka sendiri, bagaimana akan mendapatkan roti (makanan) untuk hari esok. Mereka menyerahkan pengorbanan secara berterusan. Bagaimanapun keadaannya Pakistan tetap menduduki ranking pertama, kedua Amerika, ketiga Britania, keempat Germany, kelima Canada. Germany ketinggalan dan Britania maju kedepan. Keenam Indonesia, ketujuh India, kedelapan Australia, kesembilan Belgia dan kesepuluh Mauritius. Dan dari antara negara-negara Afrika, Nigeria menduduki ranking pertama.Jumlah pembayar candah Tahrik Jadid terdapat peningkatan dibeberapa negara, diantaranya termasuk Pakistan, Hindustan, Germany, Britania, Indonesia, Tanzania, Benin dan Nigeria. Pada tahun ini tambahan anggauta pembayar candah Tahrik Jadid adalah 16.000 orang dibanding dengan jumlah pejanji tahun yang lepas. Dan jumlah semua adalah 461.000 orang pejanji Tahrik Jadid. Jumlah pejanji tahun lepas yang dikemukakan terdapat kekeliruan, karena ada beberapa laporan yang tidak lengkap dan terdapat kesalahan dalam menjumlah angka. Mulanya ada pendapat disampaikan kepada saya bahwa dalam laporan tahun ini jumlah pejanji seluruhnya tidak usah dilaporkan, laporkanlah jumlah tambahannya saja. Namun bagi kita tidak perlu takut, sebab kita berkurban semata-mata karena Allah swt bukan untuk tujuan duniawi. Selama kita tidak memperhatikan kelemahan-kelemahan pribadi sendiri dan tidak memberi perhatian kepadanya, maka lajunya kemajuanpun tidak dapat diketahui dengan pasti. Dengan karunia Allah swt terdapat tambahan pejanji dari beberapa negara, diantaranya banyak para pendatang baru dalam Jema’at dan mereka ikut ambil bahagian. Pada laporan tahun lepas terdapat kekeliruan dalam menjumlah namun dari jumlah secara keseluruhan memang terdapat penambahan jumlah pejanji. Sebagaimana telah saya katakan apabila kita mengadakan peninjauan terhadap diri sendiri, menaruh perhatian terhadap kelemahan diri sendiri, tentu pekerjaan-pekerjaan kita akan dilimpahi banyak berkat, dan oleh karena ada perhatian terhadap kebaikan tentu kita akan menjadi pewaris-pewaris keridhoan Allah swt. Memang tujuan kita yang utama adalah untuk meraih keridhoan Allah swt. Tidak ada perkara yang tersembunyi dari pandangan Tuhan, kita tidak perlu merasa sebarang khawatiran. Kita tidak usah takut kepada manusia, kita bukan bekerja untuk manusia dan tidak pula minta balasan dari mereka, berapapun pengorbanan kita serahkan dijalan Tuhan ganjaran kita ada ditangan-Nya. Bagaimanapun secara keseluruhan dari negara-negara itu terdapat tambahan pejanji yang baru ikut dalam gerakan Tahrik Jadid ini sebanyak 16.000 orang. Saya telah menggerakkan sebuah anjuran bagi orang-orang yang sudah wafat dari para pejanji yang termasuk dalam Daftar Awwal yang jumlahnya 3743 orang. Dari antaranya 3444 rekening pembayaran orang-orang yang telah meninggal sudah berjalan, yang para ahli waris mereka telah menjalankannya. Dan 299 rekening pembayaran hari ini sudah dijalankan lagi. Jumlah ini diambil dari jumlah keseluruhan yang sudah disebutkan diatas. Dari segi ini semua orang-orang yang telah meninggal dari Daftar Awwal rekening pembayaran mereka sudah berjalan. Untuk perbandingan sekarang keadaan di Pakistan akan dikemukakan urutan kedudukan Jema’at-jema’at local menurut pembayaran mereka. Kedudukan pertama diraih oleh Jema’at Lahore, kedua Rabwah dan ketiga Karachi. Di Pakistan terdapat sepuluh Jema’at yang secara istimewa telah menunjukkan semangat dalam pengorbanan diantaranya; Pertama Rawal Pindi, kedua Islamabad, ketiga Multan, keempat Quetta, kelima Kunhri, keenam Sahiwal, ketujuh Hyderabad, kedelapan Bahawalpur, kesembilan Nawabsyah, kesepuluh Dira Ghazi Khan. Susunan menurut Distrik adalah, pertama Sialkot, kedua Faisalabad, ketiga Gujranwala, keempat Mirpur Khas, kelima Sargodha, keenam Shekhupura, ketujuh Bahawal Nagar, kedelapan Narowal, kesembilan Ukarha, kesepuluh Kesur. Selain dari itu ada beberapa Jema’at kecil-kecil yang menunjukkan semangat didalam pengorbanan diantaranya ; Wah Kent, Sosolah Murad, Karamsingh, Ghtialian, Bashirabad Kent, Bedin, Ludhra, Mianwali dsb. Itu semua sebagai contoh pengorbanan dari Jemaat Negeri Pakistan. Kebanyakan dari mereka terdiri dari orang-orang miskin, sekalipun keadaan mereka sangat miskin namun Pakistan menduduki ranking pertama dari keseluruhan. Sekarang di Britania ada sepuluh Jemaat yang terbaik dalam pembayaran diantaranya, daerah Masjil Fadhal London menduduki saf Awwal, kedua Busher Park, ketiga Bredford, keempat Canthar, kelima Glasgow, keenam Phutin, ketujuh Manchester, kedelapan Earthfild, kesembilan Birmingham East, kesepuluh New Morden. Tahun yang lepas juga saya telah menyusun sesuai dengan pembayaran candah perkapita dan Britania termasuk negara yang paling baik, sekarang setelah diadakan pemeriksaan secara cermat akan saya kemukakan, ada lima daerah terbaik yang memberikan candah secara teratur, pertama Canthar, didaerah ini candah perkapita 237 pound. Kedua daerah Masjid Fadahl London 100 pound perkapita, ketiga Busherpark 80 pound, keempat Newmorden 68 pound perkapita kelima Birmingham 41 pound perkapita. Itu semua diantara Jema’at-jema’at yang besar. Akan tetapi ada beberap Jema’at yang kecil-kecil juga dan jumlah anggautany sedikit akan tetapi anggauta-anggauta disana termasuk berpenghasilan cukup baik dan pembayaran candahnya juga cukup baik. Oleh sebab itu candah perkapita disana cukup besar. Namun demikian dari segi angka yaitu 237 pound, Jemaat daerah Canthar termasuk ranking pertama dan Devan Carneval 158 pound sebagai nomor dua, Spanvaly nomor tiga, Southeast London nomor empat, Masjid Fadhal London 100 pound. Dilihat dari segi nomor keseluruhan daerah Masjid Fadhal menduduki ranking dua dan dari segi pengorbanan menduduki ranking pertama. Jemaat Amerika juga ingin supaya keadaan mereka dikemukakan. Dari segi penerimaan dan segi kedawaman membayar candah, pertama Jemaat Silicon Valley, kedua Chicago West, ketiga North Virginia, keempat Losangelose East dan kelima Detroit. Semoga Allah swt memberi ganjaran yang paling baik kepada para pembayar canda itu, menurunkan barkat yang tidak terkira terhadap harta dan jiwa-raga mereka, semoga Dia menambah harta mereka yang suci-bersih secara terus-menerus, dan semoga menjadikan mereka semua orang-orang yang bersemangat memberi pengorbanan demi meraih keridhoan Tuhan Yang Memiliki semua kekuasaan, semoga Dia memberi mereka semua keikhlasan berkorban lebih dari masa-masa sebelumnya. Dan semoga mereka menjadi orang-orang yang betul-betul memahami dan menjiwai sifat-sifat Allah swt. Semoga mereka menjadi orang-orang yang memiliki keistimewaan seperti yang dimiliki oleh Jema’at orang-orang mukmin yang sejati. Sebagaimana telah saya katakan bahwa seperti pada tahun lepas terdapat kekeliruan didalam menjumlah peserta yang berjanji, oleh itu pertama saya anjurkan supaya setiap Jema’at harus betul-betul memeriksanya dengan sebaik-baiknya sebelum dikirim, khasnya Jema’at dinegara-negara Afrika. Kedua sekalipun Jema’at yang banyak melakukan pembayaran dan terdapat peningkatan dalam jumlah yang berjanji, akan tetapi banyak sekali negara-negara di Afrika, dimana masih terdapat banyak peluang, jika para muballighin disana dan para anggauta pengurus berusaha dengan cermat maka jumlah pejanji ditahun yang akan datang akan menjadi dua kali lipat jumlahnya. Jika terjadi kemalasan pada para petugas yang diberi tanggung jawab untuk ini dan jika para pengurus Jema’at dan juga para muballighin tidak memberi pengertian dan pemahaman yang betul tentang itu kepada mereka, bagaiamana mereka akan mengetahui pentingnya anjuran-anjuran ini (Tahrik jaddid dan waqaf jadid). Padahal seseorang yang berfitrat baik telah mengabulkan Ahmadiyyah, maksudnya tiada lain untuk meraih keridhoan Allah swt dan untuk menggabungkan diri kedalam Jema’at orang-orang mukmin sejati. Maka sebagaimana telah berulang kali saya mengatakan kepada saudara-saudara sekalian bahwa para mubayi’in baru harus dilibatkan secara khas untuk segera mengambil bahgian didalam gerakan Tahrik jadid dan Waqaf Jadid ini, sekalipun hanya membayar sedikit saja. Mereka jangan dibiarkan ketinggalan untuk meraih keistimewaan didalam segi kebaikan apapun yang menjadi ciri istimewa dari Jema’at orang-orang mukmin. Semoga Allah swt memberi taufiq kepada setiap anggauta Jema’at dan kepada para anggauta pengurus untuk mamahami intisari ajaran tersebut dan memberi taufiq kepada mereka untuk meningkatkan keikhlasan didalam pengorbanan. Amin !!

http://ahmadiyah.info/

12
Nov
09

Riwayat Singkat Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Pendiri Ahmadiyah

A. Kelahiran dan Keluarga

Pendiri Jemaat ahmadiyah bernama mirza Ghulam Ahmad Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. Nama asli beliau adalah Ghulam Ahmad. Sedangkan “Mirza” melambangkan bahwa beliau berasal dari keturunan Moghul. Nama yang suka beliau gunakan yaitu Ahmad.
Beliau dilahirkan di Desa Qadian, Jumat, 13 Pebruari 1835 M atau 14 syawal 1250 H di rumah ayah beliau Mirza Ghulam Murtadha pada waktu shubuh. Qadian terletak 57 km sebelah timur kota Lahore dan 24 km dari kota Amritsar di Propinsi Punjab, India.1 Beliau adalah keturunan Haji Barlas, Raja Kawasan Qesh, yang merupakan Paman Amir Tughlak Temur. Tatkala Amir Temur menyerang Qesh, Haji Barlas sekeluarga terpaksa melarikan diri ke Khurasan dan Samarkand dan mulai menetap di sana. Akan tetapi, pada abad 10 H atau abad ke 16 Masehi, seorang keturunan Haji Barlas bernama Hadi Beg beserta 200 orang pengikutnya hijrah dari Khurasan ke India karena beberapa hal, dan tinggal di kawasan Sungai Bias lalu mendirikan sebuah perkampungan bernama Islampur, 9 km dari sungai tersebut.2
Mirza Hadi Beg adalah orang yang cerdik dan pandai, karenanya beliau diangkat oleh Pemerintah Pusat Delhi sebagai Qadhi (Hakim) untuk daerah sekelilingnya. Oleh sebab kedudukan beliau sebagai Qadhi itulah, tempat tinggal beliau disebut Islampur Qadhi. Lambat laun kata Islampur hilang tinggal Qadhi saja. Dikarenakan dialek setempat akhirnya disebut sebagai Qadi atau Qadian.3
Selama kerajaan Moghul berkuasa, keluarga ini sering memperoleh kedudukan terhormat dari Pemerintah Negara. Akan tetapi, ketika kerajaan Moghul jatuh, keluarga ini hanya mendapatkan 60 pal sekitar Qadian sebagai daerah otonomi. Keadaan ini diperparah lagi ketika Bangsa Sikh menguasai Qadian. Keluarga Barlas semuanya ditahan selama beberapa hari, kemudian diizinkan meninggalkan Qadian. Akhirnya, mereka pergi ke Kesultanan Kapurtala selama 12 tahun.

Ketika zaman Kekuasaan Maha Raja Ranjit Singh yang berhasil menguasai semua raja kecil, beliau mengembalikan sebagian harta benda keluarga itu kepada ayah Mirza Ghulam Ahmad. Kemudian datanglah Inggris yang mengalahkan Pemerintah Sikh dan merampas segala kekayaan keluarga ini kecuali satu daerah yaitu Qadian yang amat kecil. Daerah ini dibiarkan dalam kepemilikan keluarga tersebut.

B. Pendidikan

Ketika Hadhrat Ahmad berumur enam atau tujuh tahun beliau mulai menerima pendidikan dari seorang guru di rumah sebab waktu itu belum ada sekolah seperti sekarang ini. Guru itu mengajarkan Alquran dan bahasa Farsi. Waktu itu bahasa Farsi merupakan bahasa penting di India. Setelah itu beliau menerima pendidikan bahasa Farsi dan Arab dari guru yang lain. Tidak hanya itu, ayah beliau pun mengajari beliau ilmu obat-obatan, suatu ilmu yang sangat digemari di India dan Pakistan sampai sekarang. Namun, pendidikan yang beliau terima hanya bersifat dasar semata. Selain itu, beliau tidak menerima pendidikan lebih lanjut. Beliau mempelajari sendiri buku-buku keagamaan dan lebih banyak mempelajari kitab suci Alquran.

C. Akhlak

1. Cinta Kepada Allah dan Sesama Manusia
Sejak masa kanak-kanak Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad sudah terkenal berakhlak luhur. Sekalipun anak seorang kaya dan terkemuka, beliau tidak tertarik dengan hal yang menghabiskan waktu sia-sia. Beliau kurang senang bermain kecuali dipandangnya berguna bagi kesehatan badan. Beliau menyukai renang dan menunggang kuda secara mahir. Beliau pun menyukai kesederhanaan. Oleh karena itulah, kepribadian beliau yang luhur itu menarik perhatian seorang wali yang bernama Maulvi Ghulam Rasul. Waktu itu, beliau melihat Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. lalu mengusap rambutnya seraya berkata, “Kalau masa ini ada seorang Nabi, maka anak ini layak menjadi Nabi”. (Hayya Tayyibah)4
Selain itu, kecintaan beliau kepada Allah sangat tinggi. Ketika masih kecil, segala keinginan dan cita-cita beliau Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. ditujukan kepada keridhoan Ilahi. Beliau sering mengatakan kepada seorang anak perempuan yang seumur dengan beliau, “Doakanlah, supaya Allah memberi taufik kepada saya untuk shalat.” Perkataan ini menyatakan betapa perasaan suci bergelora dalam sanubari beliau Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. ketika masih kanak-kanak dan segala keinginan beliau hanya ditujukan kepada Allah semata.5 Misi beliau adalah “tangan bekerja, hati tertumpu kepada Sang Kekasih.” Setiap selesai mengerjakan suatu urusan, beliau langsung kembali tenggelam dalam ibadah dan dzikir Ilahi. 6 Ketika dewasa hubungan sosial dengan masyarakat sangat baik. Beliau berlaku baik terhadap sesama. Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. suka membagikan makanan kepada orang-orang miskin dan untuk diri sendiri beliau hanya mencukupkan dengan sekerat roti yang tidak lebih dari 50 gram. Kadang-kadang beliau hanya makan kacang-kacangan yang disangrai, sedangkan makanan beliau dibagikan kepada fakir miskin. Oleh karena itu, banyak fakir miskin suka tinggal dengan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad.. Mereka diperhatikan dan diurus oleh beliau lebih dari keperluan dan kepentingan sendiri. Walaupun beliau sendiri berada dalam kesusahan. 7

2. Berkata Benar
Di kota Batala, lebih kurang 18 km dari Qadian terdapat seorang ulama besar yang bernama Maulvi Muhammad Hussein Batalwi. Beliau ini ulama yang disebut “Al- Hadis” semacam “Golongan Muda”. Golongan ini mendapat tantangan besar sekali dari golongan ulama konservatif. Pada suatu hari Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. diminta membantu untuk berhadapan dengan Maulvi Muhammad Hussein Batalwi mengenai suatu permasalahan yang dipertentangkan dengan suatu golongan. Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. menanyakan kepada Maulvi Muhammad Hussein mengenai pendiriannya tentang masalah itu. Setelah mendengar penjelasannya Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. langsung menyatakan bahwa pendirian itu benar. Mereka yang membawa Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. merasa sangat kecewa karena Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. membenarkan pendirian lawan mereka. Karena melihat hal ini, beliau mengatakan, “Apa yang saya lihat benar menurut pandangan islam saya akui kebenarannya karena mencari keridhoan Allah semata. Perlawanan dan permusuhan tidak saya kuatirkan dan tidak pula saya memerlukan pujian dan pengagungan manusia.” 8

Atas kejadian ini Allah menurunkan ilham kepada beliau, “Tuhan memuji engkau dan Dia akan memberikan berkat yang besar kepada engkau hingga raja-raja akan mencari berkat dari pakaian engkau.” (Barahin Ahmadiyah). 9

Tidak hanya itu, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. pernah menulis sebuah karangan terhadap Hindu dari Arya Samaj untuk mempertahankan kebenaran Islam. Naskah itu dikirim ke sebuah percetakan yang letaknya dekat dari Qadian yaitu Amritsar. Naskah itu dikirim dengan menggunakan paket. Akan tetapi, karena ketidaktahuan tentang peraturan pos, beliau menyisipkan sebuah surat pengantar dalam paket itu.

Menurut peraturan pos, paket dan surat tidak boleh digabung, harus dikirim secara terpisah. Hal demikian merupakan pelanggaran dan dikenai denda 500 rupees atau 5 bulan penjara. Kebetulan percetakan yang dikirimi paket tersebut adalah milik Baliaram seorang Kristen yang memusuhi Islam. Kesempatan itu ia gunakan untuk menjatuhkan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad.. Ia melaporkan hal itu kepada pihak pos sehingga Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. dibawa ke pengadilan. 10

Ketika akan diadukan ke pengadilan, para penasehat Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad., meminta Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. untuk mengatakan bahwa surat itu tidak beliau masukan dan yang memasukan adalah Baliaram karena ia memusuhi Islam. Inilah satu-satunya cara untuk menghindari hukuman. Akan tetapi, permintaan itu beliau tolak dengan tegas. Beliau mengatakan, “Suratnya saya yang masukan. Apakah untuk menghindari hukuman saya harus mungkir? Hal ini tidak mungkin saya lakukan.” 11

Ketika di pengadilan, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. mengatakan hal yang sebenarnya. Rupanya, karena beliau berkata benar dan tegas itulah maka hakim yang bijaksana menyatakan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. tidak bersalah.12

3. Mujahadah
Pada tahun 1876 Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. dalam mimpi melihat seorang tua menyampaikan kepada beliau bahwa dalam keluarga Nabi Muhammad saw. telah menjadi kebiasaan untuk berpuasa selama satu masa sebagai cara untuk persiapan menerima cahaya langit. (Kitaabul Bariyyah., hal. 164-167)

Beliau meyakini mimpi itu sebagai petunjuk sehingga beliau mengamalkannya dengan berpuasa selama 8 atau 9 bulan. Dalam masa-masa puasa itu beliau banyak mendapatkan mimpi dan kasyaf. Suatu kali beliau melihat malaikat dalam rupa manusia. Beliau tidak ingat malaikat- malaikat itu dua atau tiga. Mereka sedang bercakap-cakap. Kemudian malaikat itu berkata kepada beliau, “Kenapa engkau membuat dirimu menderita begitu berat? Dikuatirkan engkau akan membuat dirimu sakit.”

Beliau meyakini bahwa yang dimaksudkan oleh malaikat itu adalah berkenaan dengan puasa yang sedang beliau lakukan terus menerus itu. Beliau merahasiakan pengalaman beliau itu. Sebab, menurut beliau kadang-kadang menceritakan hal itu bisa menyebabkan hilangnya karunia. (Badar, Vol.I,No 12, 16 Januari 1903, hal.90)13
D. Menerima Ilham Pertama
Mujahadah itu membuat beliau semakin fana dalam kecintaan kepada Allah dan Nabi Muhammad saw.. Di tahun itu juga yakni 1876 bertepatan dengan usia beliau mencapai kurang lebih empat puluh tahun beliau menerima ilham pertama yang berbunyi:
و السماء و الطارق

“Persumpahan demi langit yang merupakan sumber takdir dan demi peristiwa bumi yang akan terjadi setelah tergelincir matahari pada hari ini.” 14

Ilham ini menerangkan tentang kewafatan ayah beliau yang akan terjadi setelah maghrib. Sebelum turun ilham ini Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. sering memperoleh ru’ya sholihah (mimpi yang benar) yang telah disaksikan oleh orang-orang Sikh dan Hindu. Ilham ini membuat beliau sangat sedih dan kuatir kalau-kalau dalam hari-hari mendatang beliau akan menderita banyak kesusahan. Dalam kekuatiran itulah maka Allah menurunkan ilham kedua:

اليس الله بكاف عبده

“Apakah Allah tidak cukup bagi hamba-Nya?”

Ilham ini membuat beliau tenang. Sebagaimana beliau menyatakan, “Dari Ilham ini hati saya menjadi sangat teguh bagai luka parah yang menjadi sembuh dan pulih karena suatu obat. Setelah menerima Ilham ’Alaisallaahu bikaafin ‘abdahu’ saya yakin bahwa Allah pasti menolong saya.”

E. Memperoleh Sahabat yang Mukhlis dan Setia

Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. bersemangat dalam membela Islam. Dalam kondisi demikian, beliau merasa membutuhkan seorang sahabat yang baik yang rela mengkhidmati Islam. Maka beliau berdoa, “Ya, Allah! berilah kepadaku seorang kawan untuk berkhidmat terhadap agama Islam.”

Pada tahun 1885 Allah Ta’ala mengabulkan doa beliau dengan mengirimkan seorang sahabat yang baik, yang siap mengkhidmati Islam. Sahabat beliau itu bernama Maulana Al-Hajj Hakim Nuruddin r.a. Sekilas mengenai sosok Maulana Hakim Nuruddin r.a. akan dijelaskan berikut ini.

Beliau berasal dari keturunan Hadhrat Umar Faruq r.a. Diantara nenek dan kakek beliau ada yang menjadi wali, alim-ulama, raja, sufi, qadhi, syahid dan sebagainya. Keluarga beliau selalu menempati kedudukan tinggi dan mulia. Di Pakistan anggota keluarga beliau dipanggil Syahzade (Anak raja). Beliau memiliki otak yang cerdas. Adalah karunia Tuhan bahwa beliau dilahirkan di rumah yang di dalamnya selalu dzikir dan ingat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mula-mula beliau belajar Alquran dari ibunya dan buku-buku agama dalam Bahasa Punjabi. Kemudian, beliau masuk sekolah.

Beliau patuh terhadap sembahyang dimulai sejak belajar di sekolah, guru-guru beliau mengizinkan beliau untuk bersembahyang bersama anak-anak yang lain. Dalam sembahyang beliau suka membaca doa-doa dengan suara lembut. Beliau sangat mencintai Tuhan dan tidak mengandalkan sarana-sarana duniawi. Suatu ketika beliau ditanya oleh seorang penilik sekolah yang bernama Khudah Bakhs pada tahun 1858 di Rawalpindi. Penilik itu berkata, “Saya dengar tuan sangat pandai dan mendapat ijazah yang gemilang. Mungkin karena hal-hal itulah tuan merasa bangga.” Beliau menjawab, “Kami tidak menganggap secarik kertas itu sebagai Tuhan.” Kemudian beliau berkata kepada seseorang,”Saudara, bawalah berhala itu!” (maksudnya ijazah itu-Pent). Dan di hadapan dia kertas itu disobek dan membuktikan bahwa beliau tidak menganggap sesuatu sebagai sekutu Tuhan. Dia merasa menyesal dan berkata, “Tuan menderita kerugian disebabkan aku.” Beliau selalu bersabda, ”Semenjak saya menyobek ijazah itu, dari sejak itu saya selalu mendapat uang yang tak ada batasnya.”

Selain itu, beliau pun pernah menuntut ilmu di Madinah. Suatu hari beliau tidak bisa ikut sembahyang zhuhur berjamaah. Beliau merasa sangat sedih. Beliau menganggap itu satu dosa besar, yang tidak bisa diampuni. Sebab rasa takut, maka beliau menjadi pucat. Beliau mulai takut masuk ke masjid. Tiba dipintu masjid, beliau membaca satu ayat Alquran yang ditulis di atas pintu, yang artinya, “Hai hamba-haamba Tuhan, jika kamu berbuat dosa, maka janganlah putus asa dari rahmat Allah swt.. Dialah yang Maha Pengampun, Maha Penyayang. Sesudah membaca ayat itu, beliau merasa sedikit berani. Tetapi, beliau masih juga takut dan gugup masuk ke masjid. Kemudian beliau menunaikan sembahyang.

Beliau pun memperoleh berkat dari Allah swt. untuk menghafal Alquran seperti halnya leluhur-leluhur beliau di masa lampau.

Hadhrat Hakim Nuruddin mengenal Hadhrat Al-Masih Al-Mau’ud Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. pada tahun 1885 melalui seorang yang bernama Syaikh Rukhnuddin. Rukhnuddin mengatakan bahwa di Qadian ada orang yang bernama Hadhrat mirza Ghulam Ahmad Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. menulis tentang agama Islam. Akhirnya, beliau pun menulis surat kepada Hadhrat mirza Ghulam Ahmad Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. untuk meminta buku-buku. Ketika beliau membaca brosur pertama dari Hadhrat mirza Ghulam Ahmad Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. beliau langsung pergi ke Qadian laksana kupu-kupu dari Jammu ke Qadian dan berkenalan dengan Hadhrat mirza Ghulam Ahmad Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad.. Demikianlah sekilas profil Maulana Alhajj Hakim Nuruddin r.a..

Dengan terkabulnya do’a Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. itu, kebahagiaan pun menyelimuti hidup Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. Sebagaimana beliau mengatakan:
“Tuhan menerima doa-doaku dan kepadaku diberikan seorang kawan yang mukhlis dan mencintai (Islam – Peny.), yang namanya seperti adat nuraninya yaitu Nuruddin. Salah seorang dari tokoh Islam, keturunan dari orang-orang yang suci. Saya merasa demikian gembira bertemu dengannya, laksana gembiranya menemukan kembali kebahagiaan tubuh yang sudah hilang. Dan saya bergembira seperti gembiranya Rasulullah saw. waktu bertemu dengan Hadhrat Umar Faruq r.a.. Saya lupa semua rasa duka cita. Apabila saya melihatnya, saya yakin bahwa itulah hasil doa-doaku.”

Baru saja mereka berkenalan, Hadhrat mirza Ghulam Ahmad Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. telah meminta Maulana Hakim Nuruddin r.a. untuk menulis sebuah kitab yang baik untuk melawan Kristen. Beliau memenuhi permintaan itu. Sampai-sampai jaksa-jaksa mengucapkan selamat dan mubarak kepada beliau atas tulisan itu.

Persahabatan kedua hamba Allah yang cinta kepada islam itu benar-benar mengamalkan ayat :
تعاونوا على البر والتقوى
“Tolong menolonglah kalian dalam perkara kebaikan.”
(Al-Maidah : 3)

F. Mendirikan Jemaat

Pada tahun 1889 Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. menerima ilham untuk mendirikan Jemaat. Ilham tersebut adalah demikian.
إصنع الفلك بأعينناووحيناإن الذين يبايعونك إنمايبايعون الله يدالله فوق أيديهم

“Buatlah bahtera dengan pengawasan Kami dan wahyu Kami. Sesungguhnya orang yang berbaiat kepada engkau, mereka sebenarnya berbaiat kepada Allah tangan Allah berada di atas tangan mereka.”

Sesuai dengan perintah ini, pada tanggal 23 Maret 1889 beliau mengambil baiat pertama kali di Ludhiana di rumah seorang yang mukhlis bernama Mia Ahmad Jaan. Mubayi’in pada waktu itu berjumlah 40 orang. Dalam baiat itu Maulana Hakim Nuruddin r.a. mendapatkan karunia sebagai mubayi’in pertama di tangan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. Peristiwa ini merupakan awal berdirinya Jemaat Ahmadiyah.

G. Ilham Tentang kewafatan Nabi Isa Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. dan Pengangkatan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. sebagai Imam Mahdi dan Al-Masih Al-Mau’ud

Pada tahun 1890 Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. menerima ilham bahwa Nabi Isa Israili Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. telah wafat. Dan sesuai dengan janji Allah Ta’ala, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad., diangkat oleh Allah swt. sebagai Imam Mahdi dan Al-Masih Al-Mau’ud. Ilham itu berbunyi:

“Al-Masih Ibnu Maryam Rasulullah telah wafat. Dan engkau telah datang dalam coraknya sesuai dengan yang dijanjikan. Dan janji Allah telah terlaksana. ”

وبشرني وقال: إن المسيح الموعود الذي يرقبونه و المهدي المسعود الذي ينتظرونه هو أنت- نفعل ما نشاءفلا تكونن من الممترين

Dan Dia memberikan kabar gembira kepadaku dan berfirman: “Sesungguhnya Al-Masih Al-Mau’ud yang mereka tunggu dan Al-Mahdi Al-Mas’ud yang mereka nantikan yaitu engkau. Kami melakukan apa yang Kami kehendaki. Maka janganlah engkau termasuk orang-orang yang ragu”
Ilham inilah yang membuat beliau mendakwakan diri sebagai Imam Mahdi dan Al-Masih Al-Mau’ud Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. Maka, pada tahun itu juga beliau segera mendakwakan diri sebagai Imam Mahdi diiringi pendakwaan beliau sebagai Al-Masih yang dijanjikan pada 1891.
Setelah pendakwaan itu sesuai dengan Alquran dan Hadis Nabi saw. tentang tanda kedatangan Imam Mahdi, Allah swt. memperlihatkan gerhana matahari dan bulan yang terjadi dalam bulan Ramadhan. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1894 . Dengan demikian genaplah sudah nubuatan Alquran dan Rasulullah saw..

H. Pernyataan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. sebagai Nabi yang Tidak Membawa Syariat

Pengakuan beliau sebagai nabi sudah dijelaskan oleh beliau sendiri. Beliau bukanlah nabi yang membawa syariat. Beliau bersabda:
“Maksud dari segala penjelasan yang kuterangkan di atas adalah, bahwa orang-orang yang tidak mengetahui dan memusuhiku serta menuduhku bahwa aku telah mengaku sebagai nabi dan rasul sebagaimana yang disangka mereka. Hendaklah diketahui bahwa aku benar-benar adalah nabi dan rasul sebagaimana yang telah kuterangkan di atas. Barangsiapa yang berburuk sangka terhadapku dan menuduhku menjadi nabi dan rasul (yang membawa syariat,Peny.,) maka orang itu adalah pendusta dan berpikiran keji.”

I. Wafat
Pada tanggal 26 Mei 1908 Hadhrat mirza Ghulam Ahmad Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. berada di Lahore. Beliau terserang penyakit diare dan kali ini semakin parah. Dalam kondisi demikian beliau menerima ilham:

الرحيل ثم الرحيل
“Waktu keberangkatan telah tiba lalu waktu keberangkatan telah tiba.”

Para dokter tidak sanggup lagi untuk mengatasi penyakit beliau. Pada hari itu juga tepat pukul 10.30 beliau menghembuskan nafas yang terakhir untuk pulang ke rahmatullah. Innaa lillaahi wa innaa ilahhi rooji’uun. Sewaktu sakit hanya satu perkataan yang beliau ucapkan yaitu “Allah”.

Kemudian jenazah beliau dibawa ke Qadian dengan kereta api. Peristiwa ini telah menggenapkan ilham yang beliau terima:
“Un ki laasy kafan me lipith kar lae he.”
“Jenazahnya telah dibawa dengan terbungkus kain kafan.”

Dan sesuai dengan pesan beliau dalam buku beliau “Al-Wasiyat” yang berbunyi, “Allah Ta’ala akan menegakkan orang yang akan mengurus Jemaat ini sebagaimana Hadhrat Abu Bakar r.a. mengurus umat islam sesudah kewafatan junjungan yang mulia Nabi Muhammad saw.” maka Jemaat ahmadiyah memilih Hadhrat Hakim Nuruddin untuk menjadi Khalifatul Masih Al-Awwal dalam meneruskan misi Imam Mahdi dan Al-Masih Al-Mau’ud Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad..

Setelah Hadhrat Hakim Nuruddin terpilih sebagai Khalifatul Masih Al-Awwal, beliau memimpin sholat jenazah Hadhrat mirza Ghulam Ahmad Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad.. Sholat jenazah ini dilakukan setelah sholat zhuhur. Kemudian, jenazah dikebumikan di Bahisyti Maqbarah, Qadian. Peristiwa terpilihnya Khalifah I ini dan dimakamkannya jenazah Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. terjadi pada tanggal 27 Mei 1908. Hari inilah yang biasa diperingati tiap tahun oleh Jemaat ahmadiyah sebagai hari berdirinya Khilafat Ahmadiyah. Peristiwa ini telah menggenapkan ilham yang diterima Hadhrat mirza Ghulam Ahmad Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. yang berbunyi:

“Stais ko eik waqiah”
“Sebuah peristiwa yang terjadi pada tanggal 27.”

Oleh Ridwan Buton

http://1-islam.net/ahmadiyah/70-riwayat-mirza-ghulam-ahmad.html

11
Nov
09

Ahmadiyah : Kisah orang-orang yang masuk Ahmadiyah

Saya istikharah tentang dakwah Hazrat Sahib (Mirza Ghulam Ahmad) maka didalam jawabannya saya melihat sebuah gerabak (carriage) turun dari langit dan tiba-tiba turunlah iham didalam kalbu saya bahwa Al Masih yang dijanjikan sedang turun dari langit. Ketika saya singkapkan kain penutup gerabak itu saya lihat Mirza Ghulam Ahmad duduk didalamnya. Setelah menyaksikan kasyaf dan menerima ilham itu maka sayapun langsung bai’at kepada Mirza Ghulam Ahmad.
Malik Salahuddin MA Sahib, dalam menuturkan kehidupan Mlv Rahimullah Khan Sahib r.a. telah menulis sebagai berikut: “Mlv Rahimullah Sahib seorang Muwahid yang sangat tinggi derajatnya. Beliau sering berjumpa dengan orang-orang Alim yang rajin dan tekun melakukan ibadah. Akan tetapi mereka itu sedikit-banyak terlibat didalam kemusyrikan sehingga beliau tidak bersedia untuk melakukan bai’at kepada siapapun diantara mereka itu, setelah melalui perjalanan yang susah dan jauh sampailah beliau ke Swat berjumpa dengan Ahwan Sahib Swat.

Saya merasa sangat kecewa menjumpai Ahwan Sahib Swat karena dia mengajarkan sesuatu yang berbau syirik. Dan tanpa melakukan bai’at saya kembali lagi dari sana. Lama kemudian setelah beliau bai’at kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. dalam keadaan bangun beliau sering mendapat kasyaf dari Allah swt terutama diwaktu beliau mengimami sembahyang, sehingga beliau berulang kali bertemu dalam kasyaf dengan Rasulullah saw dan para Anbiya lainnya juga. Tentang kebenaran Hazrat Masih Mau’ud a.s. beliau menerima ilham, ru’ya dan kasyaf yang sangat jelas sekali dari Allah swt. Beliau berkata ” Saya istikharah tentang dakwah Hazrat Sahib (Mirza Ghulam Ahmad) maka didalam jawabannya saya melihat sebuah gerabak (carriage) turun dari langit dan tiba-tiba turunlah iham didalam kalbu saya bahwa Al Masih yang dijanjikan sedang turun dari langit. Ketika saya singkapkan kain penutup gerabak itu saya lihat Mirza Ghulam Ahmad duduk didalamnya. Setelah menyaksikan kasyaf dan menerima ilham itu maka sayapun langsung bai’at kepada Mirza Ghulam Ahmad.

Di zaman Hazrat Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad terdapat sebuah riwayat di Fiji. Sebelum Ahmadiyah berdiri di kepulauan Fiji pendeta-pendeta Agama Kristen sedang giat mengembangkan pengaruh dan ajarannya. Seperti orang-orang Islam, orang-orang Kristen juga disana sedang menunggu Nabi Isa a.s. turun dari langit. Oleh sebab itu seorang Islam bernama Bashir Khan telah menulis, katanya pendapat Islam dan Kristen tentang Nabi Isa a.s. sama saja, jadi hati saya memutuskan pada waktu itu bahwa Agama Kristen adalah benar, tidak salah kalau saya menjadi orang Kristen. Diwaktu saya masih menjadi Kristen saya banyak berpikir-pikir tentang Agama Islam, akhirnya Allah swt memberi pengertian kepada saya melalui mimpi. Didalam mimpi itu saya bertemu dengan orang suci dan berkata dengan gagah berani kepada saya: “Hai Muhammad Basyir, sadarlah engkau!! Orang yang engkau sedang tunggu-tunggu itu bukanlah Nabi Isa a.s. melainkan orang lain lagi dan beliau sudah datang kedunia.” Pada waktu itu Muballigh pertama di Fiji Tuan Abdul Wahab Sahib sudah tiba di Fiji. Dan beliau menulis bahwa ayah saya bernama Maulvi Kasim Sahib telah bai’at dan masuk kedalam Jamaah Ahmadiyah. Pada waktu itu hati saya tidak begitu tertarik terhadap berita ini. Namun tidak lama kemudian perhatian saya mulai tercurah kepada Jema’at Ahmadiyah, kemudian akhirnya dengan lapang dada saya bai’at melalui ayah saya. Setelah bai’at ditangan Hazrat Khalifatul Masih TSani r.a. timbul semangat dan kecintaan yang sangat dalam terhadap Islam dan Allah swt telah memberi pemahaman dan pengertian tentang Agama Islam sehingga dengan yakin saya berani membuktikan kebenaran ajaran Islam serta melawan Kristen untuk membuktikan kebathilan ajaran mereka.

Peristiwa lain lagi dizaman Khilafat Tsaniah, seorang Ahmadi pertama di Sieraleone bernama Pal Sanfatulla dengan menakjubkan sekali Allah swt telah memberi taufiq kepada beliau untuk menerima kebenaran dan masuk kedalam Jema’at Ahmadiyah. Katanya pada tahun 1939 ketika saya tinggal disebuah kampung bermimpi bahwa saya sedang membersihkan halaman mesjid dikampung itu. Ketika saya tengah melepaskan lelah berdiri dibawah sebatang pohon dekat Masjid itu, tiba-tiba datang seorang berpakaian putih sambil memegang Qur’an dan Byble. Setelah dekat beliau mengucapkan Assalamualaikum kepada saya. Lalu menanyakan siapa Imam Masjid ini? Saya mau berjumpa dengan beliau!! Lalu saya pergi memanggil Imam itu yang bernama Alfa. Ketika kami kembali beliau merasa heran melihat orang itu. Akhirnya orang asing itu berdiri di depan mihrab dan beliau mengajak duduk bersama-sama kemudian mulailah beliau mengajarkan Al Qur’an kepada kami. Baru beberapa menit berlalu tiba-tiba beliau keluar kemudian masuk lagi sambil berkata kepada kami, saya akan mengajarkan sembahyang dengan cara yang betul kepada kalian. (Disana pada umumnya pengikut mazhab Imam Malik, sembahyang tanpa melipat dan tanpa meletak tangan di dada) Sesudah itu sayapun bangun. Diwaktu pagi saya ceritakan mimpi itu kepada teman-teman muslim. Selanjutnya ia mengatakan, kira-kira seminggu setelah kejadian mimpi itu pagi-pagi saya pergi untuk membersihkan halaman mesjid. Kira-kira setengah jam kemudian saya berdiri dibawah pohon palm untuk melepaskan lelah. Beberapa menit kemudian datanglah seorang Muballigh Ahmadi bernama Alhaj Maulana Nazir Ali Sahib. Yang mengherankan saya adalah apa yang saya lihat dalam mimpi itu sedang saya lihat kenyataannya. Maulana Nazir Ali Sahib seorang Muballigh yang sangat mukhlis dan bersih hati dan pakaian yang beliau pakai persis seperti yang saya lihat didalam mimpi itu. Saya merasa beruntung sekali mendapat kesempatan untuk mengkhidmati tamu, maka saya bawa beliau kerumah saya sendiri. Setelah itu saya panggil kawan-kawan dan diberitahukan kepada mereka bahwa orang yang saya lihat didalam mimpi itu sekarang sudah datang dirumah saya. Selanjutnya ia katakan bahwa setelah beberapa hari kemudian saya sudah menjadi Ahmadi dan kawan-kawan muslim lainnya juga bai’at masuk Jema’at Ahmadiyah.

Pada zaman sekarang juga Allah swt membersihkan kalbu manusia dan mensucikannya. Kisah tersebut diatas adalah kisah 30 atau 40 tahun yang silam. Namun sekarang saya ingin menceritakan kisah yang telah terjadi tiga empat tahun yang lepas, bagaimana Allah swt menyediakan sarana hidayah bagi hamba-hamba-Nya. Sekarang juga tanda-tanda yang mendukung kebenaran da’wa Hazrat Masih Mau’ud – Mirza Ghulam Ahmad terus berlangsung tidak pernah berhenti. Syaratnya untuk mendapat hidayah dari Allah swt manusia harus memiliki hati bersih dan suci dan dia sedang berusaha mencari hidayah dengan niat yang lurus.

Di AlJazair seorang bernama Haddad Abdul Qadir mengatakan bahwa pada tahun 2004 saya melihat mimpi didalam bulan Ramadhan Mubarak seseorang datang dan berkata kepada saya, mari ikut saya untuk berjumpa dengan Rasulullah saw. Saya lihat Nabi Muhammad saw sedang berdiri dibelakang sebuah dinding yang tingginya kira-kira satu meter. Begitu melihat saya beliaupun tersenyum, lalu saya lihat seorang berkulit warna gandum berdiri diantara kedua dinding dimana Rasulullah saw sambil menunjuk kepada yang sedang berdiri itu berkata kepada saya: Haadza Rasulullah! Ini adalah seorang Rasul Allah. Kemudian beliau pergi kearah timur sedang orang ini tetap berdiri ditempatnya. Katanya, empat tahun kemudian pada tahun 2008 saya lihat didalam TV gambar orang yang berdiri bersama Rasulullah saw dan itulah Hazrat Mirza Ghulam Ahmad. Maka beliau yakni Haddad Abdul Qadir langsung bai’at masuk Jema’at Ahmadiyah.

Begitu juga seorang perempuan di Mesir bernama Halla Muhammad Ali Jauhari Sahibah, katanya saya melihat Hazrat Imam Mahdi bersama Jema’at beliau sedang berjalan diatas air. Saya berkata kepada beliau “Izinkanlah saya juga ikut barsama Tuan”. Maka beliau jawab, “nanti pada waktu kembali lagi akan kami bawa ikut bersama”. Setelah melihat mimpi itu saya mulai mencari-cari kebenaran didalam Sufiism, karena mimpi ini tdak mungkin salah, namun saya tidak mendapatkan sembarang pengetahuan yang mendukung makna mimpi saya itu. Kemudian saya menyaksikan MTA 3 Al Arabiyya, saya sangat terperanjat melihat gambar yang sama dengan gambar yang telah saya lihat didalam mimpi itu, yaitu Imam Mahdi sedang berjalan diatas air.

Abdurrahim Fanjan Sahib dari Irak berkata, dalam mimpi saya berjumpa dengan Imam Mahdi a.s. berkata kepada saya: Engkau salah seorang dari antara kami juga mari bai’at dan masuklah Jema’at bersama kami. Maka saya tidak tunggu-tunggu lagi langsung bai’at.

Demikian juga diterima kisah dari Mauritius seorang Muballigh kita menulis katanya, sebuah pulau kecil bernama Roldrick berpenduduk 31.000 orang, semua penduduk disana beragama Kristen Katholik. Katanya diwaktu pagi saya keluar untuk bertabligh bersama seorang Kristen yang sedang ditablighi. Sampailah kami ke rumah seorang ibu yang dituju itu yakni ibu dari teman yang dibawa tabligh ini. Setelah berjumpa dengannya kamipun mulailah bertabligh kepadanya. Nenek dari pada anak ini berkata ; Pesan yang anda terangkan sungguh benar dan saya menerima dengan hati senang, sebab semua ahli rumah menjadi saksi bahwa sebelum anda sampai disini saya telah melihat mimpi bahwa ada orang asing datang dan saya pegang tangannya dan saya katakan hubungan kita yang sedang dirintis ini saya setuju sekali. Nenek itu berkata, ketika anda sedang datang menuju rumah kami saya lihat dari jendela dan saya berkata didalam hati saya inilah orang yang pernah saya lihat didalam mimpi itu. Kedatangan yang kedua kalinya saya membawa hadiah Al Qur’an untuknya. Kemudian datang untuk yang ketiga kalinya saya membawa formulir bai’at dengan harapan orang-orang ini akan bai’at. Pada waktu itu saya lihat perempuan itu menangis sambil mencucurkan air mata dan berkata: “Saya tidak merasa ragu sedikitpun untuk mengisi form bai’at ini karena kemarin saya telah bermimpi bahwa kepada saya diberikan dua lembar kertas dan seperti inilah yang anda bawa dan orang-orang yang duduk dihadapan ini semua sebagai saksi sebab semua kisah mimpi itu telah saya jelaskan kepada mereka”. Akhirnya beliau itu bai’at masuk kedalam Jema’at Ahmadiyah.

Sebuah kisah yang terjadi di Amerika, muballigh disana telah menulis ada sebuah famili dari Mexico terdiri dari 5 orang, nama perempuan dari famili itu Jorido Marilo, dipangginya Mori. Sekalipun mereka ini orang-orang Katholik tapi tidak mengamalkan ajaran agama itu. Ketika beliau berumur 27 tahun jatuh sakit dan dibawa ke Hospital dan selalu berdo’a kepada Tuhan Yang Tunggal. Katanya pada waktu di Hospital saya melihat gambar Hazrat Masih Mau’ud didalam mimpi dan gambar beliau itu berada didalam dinding cermin. Saya coba sentuh gambar beliau itu dengan harapan saya bisa sembuh dari penyakit saya. Dan sungguh betul saya menjadi sembuh dari penyakit saya setelah menyentuh gambar beliau itu dan semenjak itu saya tidak pernah jatuh sakit lagi. Dan gambar (photo) itu begitu mengesankan sehingga tidak bisa saya lupakan. Selanjutnya berkata “Saya berjumpa dengan seorang perempuan Ahmadi Mexico, beliau memberi sebuah buku kepada saya untuk dibaca sambil memperkenalkan Ahmadiyah kepada saya. Didalam buku itu saya melihat gambar Hazrat Masih Mau’ud Setelah melihat gambar beliau itu saya menangis terharu dan timbul rasa syukur kepada Allah sehingga saya langsung menerima kebenaran beliau dan bai’at bersama suami dan semua anak-anak saya. Alhamdulillah !! Beliau ini seorang wanita terpelajar dan sangat cerdas sekali.

Seorang Muballigh di Bulgaria juga telah menulis sepucuk surat mengatakan, seorang Kristen sudah lama sedang ditablighi. Isteri beliau sudah bai’at lebih dulu namun suaminya ini belum bersedia bai’at sebabnya keluarga suaminya itu orang-orang Kristen yang kuat dan bertugas menjaga Gereja. Pada tahun 2005 beliau diundang menghadiri Jalsah di Germany, beliau sangat terkesan oleh suasana jalsah itu namun beliau belum bersedia untuk bai’at. Pada suatu hari beliau datang dan berkata kepada saya; Sekarang saya mau bai’at dan saya mau menjadi orang Ahmadi. Saya tanya kenapa begitu cepat mau bai’at, apa sebabnya? Katanya sudah dua malam terus menerus saya bermimpi bertemu dengan Hazrat Khalifatul Masih Khamis – Mirza Masroor Ahmad, dan berkata kepada saya ; “Jika engkau tidak mau datang saya sendiri akan datang kepada engkau. Beliau datang kerumah saya sehingga saya merasa malu kepada beliau. Setelah melihat mimpi itu saya cepat datang kesini untuk bai’at. Demikianlah caranya Allah swt memberi hidayah kepada hamba-Nya yang Dia sukai.

Dari Kuwait seorang bernama Abdul Aziz Sahib mengatakan ; Pada malam Eid saya mimpi melihat Hazrat Masih Mau’ud (Mirza Ghulam Ahmad) Dalam mimpi itu saya seolah-olah sedang mengerjakan soal-soal ujian. Hazrat Masih Mau’ud mendekati saya dan memegang kertas ujian itu. pada waktu itu orang-orang nampak banyak sekali yang sedang mengerjakan ujian. Huzur memberi tanda tick pada kertas kertas ujian saya. Setelah itu saya lihat diri saya berada di Mesjid dan nampak banyak sekali orang-orang sedang berkumpul dan Hazrat Khalifatul Masih Khamis atba (Mirza MAsroor Ahmad) juga ada disana dan beliau sedang melihat kearah saya. Didalam mesjid ramai orang duduk dan tengah melakukan bai’at. Lalu saya mendekat kesana dan duduk lalu ikut bai’at bersama-sama disana.
Dari Moscow Muballigh kita menulis bahwa pada tanggal 27 Mei Hidayatullah Sahib datang ke Mission House beliau ingin bai’at masuk kedalam Jema’at Ahmadiyah. Beliau berkata “Hari ini Tuan harus mengambil bai’at saya, sebab tadi malam saya mimpi Hazrat Masih Mau’ud datang kepada saya, saya tidak mau mengundur-undurkan waktu lagi!! Beliau menjelaskan mimpinya dengan suara berat dan penuh perasaan haru. Beliau berjumpa dengan Hazrat Masih Mau’ud (Mirza Ghulam Ahmad). dan berkata kepada beliau: Peganglah tangan-ku kuat-kuat supaya engkau jangan binasa. Lalu saya berkata kepada beliau “Bagaimana saya harus pegang tangan Huzur, saya tidak mempunyai kekuatan. Maka beliau sendiri telah memegang tangan saya dengan kuat sekali.”

Dari Burkinafaso Ishaq Sahib mengatakan bahwa didalam sebuah mesjid Ghair Ahmadi seorang Imam memberi khutbah menentang Jema’at Ahmadiyah dan dia sangat keras melarang mendengar siaran Radio Jema’at. Para Ulama tidak mempunyai senjata lain kecuali mengatakan kepada orang-orang awam “Jangan mendengarkan siaran Radio orang-orang Ahmadiyah”. Seperti cara-cara orang Mekah dizaman permulaan Islam. Katanya, jika kami tidak mendengarkan Radio orang-orang Ahmadiya bagaimana kami bisa mengetahui perkara yang benar? Imam masjid itu berkata: “Tidak ! Sama sekali jangan mendengarkan Radio mereka!’ Selanjutnya Ishaq Sahib mengatakan “Saya terus berusaha mencari jalan bagaimana menghilangkan keraguan saya. Akhirnya saya usulkan didepan Imam dan orang lain juga ramai ada disana, yaitu tulislah semua nama firqah (Golongan) yang ada dinegeri Burkinafaso masing-masing diatas secarik kertas untuk diadakan undian, lalu akan disuruh seorang anak untuk mengundinya. Nanti nama firqah apapun yang keluar pasti ia benar. Maka mulailah diundi, salah satu kertas diambil oleh seorang anak disaksikan oleh semua yang hadir. Ketika dibuka ternyata keluar nama Ahmadiyah. Namun melihat demikian Imam Masjid tidak merasa puas dan ia menyuruh untuk diundi sekali lagi. Kedua kalinya diundi lagi, maka keluarlah nama Jema’at Ahmadiyah lagi. Kedua kalinyapun Imam Sahib tidak merasa puas. Sampai tiga kali diundi tetap nama Jema’at Ahmadiyah yang keluar. Imam Mesjid merasa sangat gelisah dan malu, namun peristiwa itu menambah kuat keyakinan Ishaq Sahib, lalu beliaupun beriman dan bai’at.

Ada lagi peristiwa seperti itu, Amir Jema’at Burkinapaso menulis katanya, pada tahun 2004 ketika Khutbah Jum’ah saya disiarkan di TV seorang teman ghair Ahmadi menelpon menyatakan ingin berjumpa dengan saya. Diwaktu berjumpa ia mengatakan bahwa setelah mendengar khutbah Jum’ah itu saya telah mengadakan perobahan yang cukup besar pada diri saya. Oleh sebab itu saya ingin bai’at dan masuk kedalam Jema’at Ahmadiyah. Demikianlah Allah swt menyediakan sarana atau jalan untuk hamba-Nya agar mendapat hidayah.

Di Bosnia juga ada seorang pemuda yang sedang ditablighi masuk Jema’at karena mimpi. Anak muda itu sendiri telah menulis surat menceritakan kisah mimpinya. Katanya saya mimpi sedang berjalan disebuah kota besar, disana sedang terjadi keributan. Disana saya lihat banyak sekali orang-orang Islam, Yahudi, Kristen dan lain-lain sedang berjalan berpusing-pusing dalam keadan gelisah melewati lorong-lorong yang kotor nampaknya mereka sedang kehilangan jalan. Tiba-tiba pandangan saya tertuju kearah sebelah kanan, apa yang saya lihat, sebatang pohon yang sangat rindang dan indah sekali. Dibawah pohon itu terlihat orang-orang sedang bekerumun diantaranya ada yang memakai pakaian putih dan memakai sorban. Sekalipun suasana sedang ribut namun mereka nampak tengah berkumpul dengan tenang sekali dan air muka mereka nampak berseri-seri. Dalam mimpi itu juga saya berkata didalam hati saya : “Mereka ini pasti orang-orang Ahmadi. Saya mendekati mereka dan berusaha menggabungkan diri dengan mereka. Setelah melihat mimpi itu sayapun terus ba’ait masuk Jema’at Ahmadiyah.” Tidak terhitung banyaknya kisah-kisah seperti ini terjadi diberbagai negara didunia berkaitan dengan kebenaran Jema’at Ahmadiyah.

Muballigh Fiji telah menulis sebagai berikut : Ada seorang Hindu berumur 16 tahun, dia sudah kawin dengan seorang perempuan Islam yang berasal dari Hindu. Kami datang untuk berjumpa dirumah mereka, namun pada waktu itu isterinya tengah tidur karena sakit. Suaminya sambil menangis menceritakan sebuah mimpi katanya; “Ada dua orang datang kepada saya, orang-orangnya pakaian-pakaiannya, topi-topinya persis seperti yang Tuan-tuan pakai ini. Mereka mengajak saya untuk masuk Islam.” Sesudah melihat mimpi itu diapun bai’at masuk Jema’at.

Di Jerman ada Muslim Kurdi bernama Kassim Dall isterinya orang Jerman beserta anak-anak perempuannya datang ke Tabligh Stall Jema’at. Dia mulai berbicara tentang gambar (photo) Hazrat Masih Mau’ud a.s. Di bilang : Siapa yang bisa datang setelah Nabi Muhammad saw ? Setelah berbincang-bincang selama 15 minutes mereka diajak makan bersama. Setelah itu diadakan diskusi tabligh dan dihadiahkan kepadanya dua buah buku Jema’at untuk dibaca. Setelah dua hari dia telephone saya, katanya buku yang diberikan kepada saya tidak saya baca dan sudah saya bakar sebab Maulvi kami berkata jangan membaca tulisan apapun dari Jema’at Ahmadiyah. Saya jawab tidak apa-apa, anda datanglah lagi pada hari Kamis, persahabatan kita tidak boleh putus walaupun anda percaya ataupun tidak percaya. Maka datanglah dia pada hari Kamis itu dan ia sedang berpuasa. Sekarang dari rumah orang Ahmadi tidak akan makan makanan apapun katanya. Perbincangan sangat panjang dengannya akhirnya sampailah waktu untuk dia berbuka puasa. Makananpun disediakan dan diapun akhirnya terpaksa makan juga. Saya katakan kepadanya, dalam masalah kebenaran janganlah anda mendengar kata-kata Maulvi. Tentang kebenaran Hazrat Masih Mau’ud berdo’alah selama 40 hari kepada Allah swt dengan hati bersih, selama waktu itu hilangkan kebencian dari dalam hati anda, kosongkan hati anda dari bermacam perasaan yang tidak baik. Katanya baru sampai pada hari ketiga dia telephon menanyakan apakah ada photo Hazrat Khalifatul Masih Khamis? Dijawab ya ada! Katanya lagi “Saya tinggalkan pekerjaan sekarang juga saya mau datang untuk mengambil photo itu. Saya tanya apa sebabnya ? Saya mendengar suara ghaib katanya, “ Sekarang kamu minta bukti ? Bukti sudah Aku beritahukan kepada kamu” Dan dia ceritakan mimpinya juga katanya saya (Huzur) sedang memimpin sebuah lasykar dan Malaikat juga bersama saya. Akhirnya orang itu yaitu Kassim Dall bai’at masuk Jema’at. Alhamdulillah !

Demikianlah beberapa kisah dan peristiwa tentang orang-orang yang mendapat hidayah dari Allah swt untuk menerima kebenaran. Sesungguhnya banyak sekali, tidak terhitung banyaknya kisah dan peristiwa semacam itu didalam Jema’at diseluruh dunia. Diantaranya sudah diceritakan diwaktu Jalsah salanah. Sekarang waktu sangat sempit tidak mungkin bisa diceritakan semuanya. Mula-mula saya fikir di Qadian juga akan diceritakan peristiwa-peristiwa menarik semacam itu namun tidak dapat kesempatan untuk pergi kesana. Demikianlah caranya Allah swt memberi hidayah kepada hamba-hamba-Nya yang Dia sukai dan sampai sa’at ini terus berlangsung pertolongan dan dukungan terhadap kebenaran da’wa Hazrat Masih Mau’ud.

Dikutip dan diringkas dari: Ahmadiyah.info
Diposkan oleh muhammad jamil bakr di 19:21
Label: kisah

Senin, 28 September 2009

http://kamsolk.blogspot.com/2009/09/kisah-orang-orang-yang-masuk-ahmadiyah.html

08
Nov
09

Fatahillah Akbar berkata, “AHMADIYAH” & “FPI”

Agustus 16, 2009 pada 3:46 am

@ Admin, Mustafa Kamal,Zero salam kenal ! Semoga Allah Ta’ala melimpahi anda semua dengan kerendahan hati, kecemerlangan pikir dan keberanian membela keadilan untuk semua. Barrakallaahu lakum !! (kawan seperjuangan).

@FPI : Jika mau bermain logika/mantiq perbandingannya harus apple to apple, jangan anda bandingkan kucing dengan kuda atau apple dengan mangga ! pelajari lagi kitab-kitab mantiq bung ! Silakan dikritisi dengan perbandingan yang sehat dan logika ilmiah yang benar !

Sepanjang saya berkenalan dan mengetahui sepak terjang ahmadiyah di Indonesia dan di dunia Islam, inilah beberapa yang telah dan sedang dilakukan :

1. Ahmadiyah telah membuka missi eksisnya di 195 negara di dunia dengan total jumlah anggota sekitar 250-an juta.

2. Ahmadiyah telah mengutus mubaligh-mubalighnya hingga ke kepulauan terpencil Pasifik semata-mata untuk mengajak umat manusia mencintai Allah dan Rasulullah Muhammad saw melalui agama Islam.

3. Ahmadiyah telah menerjemahkan Al Quran dalam 100 bahasa dunia dan menyebarkannya di seluruh dunia.

4. Ahmadiyah telah memperkenalkan Islam yang sangat indah dan damai kepada dunia Eropa, Amerika dan Afrika sehingga telah menarik jutaan orang masuk ke dalam jamaahnya.

5. Ahmadiyah telah memiliki stasiun TV dakwah (Muslim TV Ahmadiyah International) yang mengudara 24 jam-Non Stop setiap harinya guna mendukung dakwah Islam masuk ke pintu-pintu Asia, Eropa, Amerika dan seluruh dunia sehingga banyak dari mereka mulai tertarik, menghormati dan ingin tahu dan berkenalan dengan keindahan Islam sebagai Rahmatan lil ‘Alamiin.

6. Ahmadiyah telah membuka kembali missi dakwah Islam yang kosong di Andalusia (Spanyol) dengan mendirikan cabang di sana (Basyarat Mosque) setelah dakwah Islam vakum selama 500 tahun lebih di sana.

7. Ahmadiyah masuk lebih jauh hingga ke jantung Eropa melalui Perancis, Swiss hingga ke Jerman. Di Jerman sekarang ini Ahmadiyah sedang in project mendirikan 100 masjid di kota-kota besar di Jerman dan seiring dengan itu Islam sekarang diakui sebagai agama yang eksis di Jerman.

Bung FPI sangat menarik apabila anda menceritakan pula sudah sampai di berapa negara FPI berdakwah atau membuka missi dakwah Islamnya dan sudah berapa banyak non muslim atau atheist yang kemudian mencintai Islam dan Rasulullah saw berkat dakwah FPI di Russia, Eropa dan Amerika atau bahkan Israel ? Mari ber-Fastabiqul Khairat bung !

Sumber : http://jarikmataram.wordpress.com/2009/08/12/loh-ahmadiyah-hajinya-ke-mekkah-juga-ya/#more-448

08
Nov
09

Ahmadiyah : Pernyataan Jujur Para Tokoh Tentang Ahmadiyah

Bung Karno, Proklamator Kemerdekaan RI dan Presiden RI Pertama:
“Maka oleh karena itulah, walaupun ada beberapa fasal dari Ahmadiyah tidak saya setujui dan malahan saya tolak,….., tokh saya merasa wajib berterima kasih atas faedah-faedah dan penerangan-penerang an yang telah saya dapatkan dari mereka punya tulisan-tulisan yang rasional, moderen, broad minded dan logis itu”. (Di Bawah Bendera Revolusi : 346; Sinar Islam, Januari 1984 : 57 )

Dr. H.A.Karim Amarulah, Ulama dan Tokoh Pergerakan Kemerdekaan RI, ayah Prof. Dr. Hamka :
“Diatas nama Islam dan kaum Muslimin se-Dunia kita memuji sungguh kepada pergerakannya Ghulam Ahmad tentang mereka banyak menarik kaum Nasrani (Kristen) masuk agama Islam di tanah Hindustan dan lain-lain tempat…..”. (Al Qaulus-Shahih : 149; Ibid)

Prof. Dr. Hamka, Ulama dan Ketua MUI pertama :
“Adapun kaum Ahmadi (Ahmadiyah), dan usahanya melebarkan Islam di benua Eropa dan Amerika, dengan dasar ajaran mereka, faedahnya bagi Islam ada juga. Mereka menafsirkan Qur’an ke dalam bahasa-bahasa yang hidup di Eropa. Padahal zaman 100 tahun yang lalu masih merata kepercayaan tidak boleh menafsirkan Qur’an. Penafsiran Quran dari kedua golongan Ahmadiyah itu membangkitkan minat bagi golongan yang mengingini kebangkitan Islam ajaran Muhammad kembali buat memperdalam selidiknya tentang Islam…..”. (Pelajaran Agama Islam, Cet. I : 199; Ibid )

Muhammad Akram M.A., Cendekiawan Muslim :
“Pengaruh Jemaat Ahmadiyah memang jauh sekali. Ini disebabkan kepercayaan Pendiri Jemaat Ahmadiyah dan pengikutnya, bahwa jihad dengan pedang bukanlagh masanya sekarang. Yang diperlukan ialah jihad dengan pena, jihad dengan lisan dan tulisan. Pendirian mereka ini tidak sejalan dengan pendirian umat Islam lainnya, tetapi hakikat yang nyata ialah, kemampuan jihad dengan pedang tidak ada pada Ahmadiyah dan tidak pula terdapat pada umat Islam lainnya. Karena kepercayaan umum umat Islam terhadap jihad dengan pedang itu, maka akhirnya jihad ‘am dan dakwah pun tidak dilakukan. Orang Ahmadiyah yang mengakui jihad dengan dakwah itu merekalah yang melakukannya dengan menganggapnya sebagai kewajiban. Di sini mereka berhasil dan sukses”. (Maud-i-Kauthar, 193-194; Ibid)

Prof. Drs. K.H. Hasbullah Bakry S.H., Ulama dan Cendekiawan Muslim :
“Menurut pendapat saya, adalah suatu kesalahan yang amat besar telah dilakukan oleh Majlis Ulama kita baru-baru ini tanpa mendengar lebih dulu pendapat ulama lain, menyatakan Ahmadiyah bukan Islam (hal ini pasti bertentangan dengan ayat Alquran An-Nisa:94 yang mencegah kita mengkafirkan sesama Islam).
Kalau kita tidak boleh mengkafirkan golongan Syi’ah, begitu juga kita tidak boleh mengkafirkan golongan Ahmadiyah, sebab mereka tetap masih mengaku Islam dengan iman Islam. Kiranya para Ulama di Indonesia dapat menempati posisinya yang benar dalam membangun bangsa dan negara, amien”. (Kiblat, No.16/XXVII, hal 26 ).

Sumber : http://putradarweisy.blogspot.com/2009/05/pernyataan-jujur-para-tokoh-tentang.html

06
Nov
09

SBY & Menag Menolak Pembubaran Ahmadiyah

2 April 2009 — M Shodiq Mustika

Suasana kampanye menjelang pemilu tahun ini rupanya menguak perbincangan tentang masalah-masalah yang dinilai kontroversial. Salah satunya adalah keberadaan jamaah Ahmadiyah. Di situs ini pun, perbincangan ini telah menghasilkan diskusi yang agak panas. (Lihat “Perang PKS vs Ahmadiyah“.) Itulah sebabnya, ketika tadi pagi aku jumpai berita mengenai mengapa Presiden SBY dan Menteri Agama (Menag) belum dapat menerima seruan pembubaran Ahmadiyah, aku langsung tertarik untuk menayangkannya di sini supaya kita semua lebih mengetahui duduk perkaranya. Ini dia beritanya:

Menag: KH Nur Iskandar Tak Punya Otoritas Bicara atas Nama Kyai

Rabu, 1 April 2009 | 20:01 WIB
Laporan wartawan KOMPAS Imam Prihadiyoko

JAKARTA, KOMPAS.com — Kyai Nur Iskandar SQ tidak punya otoritas berbicara atas nama para kyai dan mengatasnamakan kepentingan umat Islam karena tak semua kyai dapat menerima dan sepaham dengan pemikiran Nur Iskandar yang menjadi pimpinan Pondok Pesantren Assidiqiyah Jakarta itu.

Demikian pandangan Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni dalam siaran pers Departemen Agama yang diterima Kompas di Jakarta, Rabu (1/4) malam. Sebelumnya, Kyai Nur melalui sebuah media di Jakarta menyebut bahwa Presiden tak bisa membubarkan dan atau menyatakan bahwa Ahmadiyah bukan Islam maka para kyai se-Indonesa akan menyerukan pada umat Islam untuk tidak memilih Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Pilpres 2009.

Maftuh menyatakan, klaim Kyai Nur mengatasnamakan umat Islam adalah sebagai suatu tindakan pembohongan karena hanya mewakili sekelompok kepentingan politik tertentu. Langkah ini dapat dikategorikan sebagai pembohongan publik.

Menag juga meminta agar para kyai yang selama ini dijadikan sebagai panutan masyarakat hendaknya dapat menjaga diri untuk tidak terpengaruh oleh tarikan-tarikan politik yang saat ini sedang memanas.

Maftuh juga menasihati Kyai Nur untuk mawas diri, sesuaikan perkataan dan perbuatan sebelum mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang dapat menimbulkan kekacauan di masyarakat.

Terkait dengan unjuk rasa tentang pembubaran Ahmadiyah, Maftuh mengatakan bahwa tuntutan pembubaran Ahmadiyah yang dilakukan oleh FPI dan FUI tidaklah pada tempatnya.

“Sikap pemerintah sudah tertuang dalam SKB tiga menteri (Menag, Mendagri, dan Jaksa Agung) soal Ahmadiyah. Dalam poin keenam, yaitu soal pengawasan dan penyadaran, kan memang belum dilaksanakan sepenuhnya, artinya masih berlangsung sampai saat ini. Jadi, tidak tepat jika kemudian minta dibubarkan karena SKB itu belum sepenuhnya dilaksanakan,” ujarnya.

Maftuh mengibaratkan SKB dengan keppres pembubaran Ahmadiyah seperti wudu dengan shalat. “Jadi jika wudu-nya belum dilakukan semuanya, tentunya belum bisa melaksanakan shalat. Ibaratnya seperti itu. Justru saya mengharapkan semua pihak untuk ikut mengawasi pelaksanaan SKB tersebut di lapangan,” ujarnya.

http://muslimmoderat.wordpress.com/2009/04/02/sby-menag-menolak-pembubaran-ahmadiyah/

05
Nov
09

Anggota JAI Babel Belum Ada yang Meninggalkan Ajarannya

PANGKALPINANG–Anggota Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), belum ada yang meninggalkan ajaran mereka dan keluar dari keanggotaan JAI, meski ada himbauan dari berbagai pihak agar mereka kembali ke syariat Islam yang benar.

“Sekitar 150-an jemaat masih tetap menjadi anggota JAI yang kami pimpin. Posisi Ahmadiyah juga tetap sebagai Ahmadiyah dengan semua ajaran yang kami yakini,” ujar mubaligh Ahmadiyah Bangka Belitung, Jamaluddin Feeli, di Pangkalpinang, Minggu.

Ia mempersilahkan bila ada yang mau keluar dari JAI, namun bagi pengurus Ahmadiyah, bila seseorang sudah enam bulan tidak membayar iuran anggota tanpa sebab yang jelas, tidak lagi diakui sebagai kelompok Ahmadiyah.

Setiap anggota Ahmadiyah didasarkan peraturan harus membayar iuran sebanyak 1/16 penghasilan mereka setiap bulan untuk berbagai kegiatan dan termasuk pendirian rumah ibadah.

Dari jumlah anggota sebanyak 150-an orang itu, hanya 30 persen saja yang membayar iuran anggota. Anggota lain karena keterbatasan pengurus untuk menjemput iuran terkait dengan lokasinya yang jauh bisa membayarkan enam bulan sekali atau lebih.

“Saat menagih iuran kami juga menanyakan secara langsung kepada jemaat, apakah mereka tetap sebagai anggota JAI supaya statusnya jelas dan mereka pada umumnya menjawab masih setia kepada JAI,” ujar Jamal yang mengenal Ahmadiyah ketika merantau ke Malaysia, negara yang kini melarang ajaran itu.

Anggota Ahmadiyah hidup terpencar-pencar dan bertetangga dengan kaum muslimin lainnya. Sebelumnya, menurut mubaligh yang mengaku lima tahun mendalami ajaran Ahmadiyah di Porong Jabar hingga diangkat sebagai pimpinan di Babel itu, anggotanya sempat hidup berkelompok, namun sejak harga komoditas perkebunan mereka anjlok sekarang sebagian pindah ke daerah lain.

Ia mempersilahkan bila ada anggotanya yang keluar dari JAI dan kenyataannya kalaupun ada yang keluar hanya dialami anggota yang ikut-ikutan atau tidak lagi membayar iuran anggota.

Jamaluddin menolak adanya klaim bahwa Ahmadiyah sebagai ajaran sesat, begitu juga menolak tuduhan pembusukan, melemahkan dan memecah belah umat Islam dari dalam.

Selain itu, Jamaluddin juga menyesalkan pelarangan ajaran Ahmadiyah yang berpusat di Inggris oleh negara tempat lahirnya Ahmadiyah yaitu di Pakistan dan beebrapa negara lain seperti Malaysia, Indonesia termasuk oleh Organisasi Konferensi Islam (OKI) dan MUI.

Dalam pandangan Jamaluddin, Ahmadiyah ikut memperkuat syiar Islam. Ahmadiyah juga terlibat dalam beberapa kegiatan kemanusiaan. antara/pur

Sumber: http://epaper.republika.co.id/berita/751/Anggota_JAI_Babel_Belum_Ada_yang_Meninggalkan_Ajarannya

05
Nov
09

17 Dalil Kenabiyan Masih Terbuka

A Nizami berkata : “

Saya lihat terjemah Qur’an Suryawan (orang Ahmadiyyah) benar2 beda.
Kalau kita lihat Al Qur’an terjemah Departemen Agama mau pun terjemah dari ulama Arab Saudi yang disebar ke seluruh dunia, maka terjemahnya betul2 beda.

Pertama, Al Ahzab:40. Pada terjemah Islam, arti Khaataman Nabiyyin artinya Muhammad penutup Nabi2. Artinya Nabi Muhammad Nabi terakhir dan tak ada lagi Nabi sesudahnya. Di berbagai hadits shahih di Bukhori, Muslim, dsb, menegaskan hal itu.

Kalau terjemah Ahmadiyyah, Nabi Muhammad cuma “Cincin Nabi2.” Hampir tidak ada maknanya. Bahkan orang bias memahami, Nabi cuma cincin/perhiasan Nabi2. Bukan Nabi…:)

Terjemah Ahmadiyah:

QS. (44:6-7) Allah Ta’ala bersifat Mursil (yang mengutus Rasul-Rasul Nya). Sifat Allah Ta’ala ini akan selalu dan terus bekerja selama lamanya. Sifat ini tidak terikat dengan tempat dan waktu. Jadi, adanya kenabian setelah Nabi Muhammad s.a.w. adalah tidak mustahil dengan mempertimbangkan salah satu sifat Allah Ta’ala ini.

Ini juga beda. Kalau terjemah Islam:

“sebagai rahmat dari Tuhanmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Tuhan Yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, jika kamu adalah orang yang meyakini.”

Terjemah Ahmadiyah:

QS.(22:76) – “Allah senantiasa memilih rasul-rasul-Nya dari antara malaikat-malaikat dan dari antara manusia”.

Terjemah Islam:
“Allah mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka. Dan hanya kepada Allah dikembalikan semua urusan.”

Terjemah Ahmadiyah:

QS.(3:180) – Dalam ayat tersebut terdapat perkataan: “yadzara”, “yamiidza”, “yuthli’a”, “yajtabii”. Bentuk perkataan tersebut adalah fi’il mudhari yang dipakai untuk zaman kini dan zaman yang akan datang. Jadi maksud ayat ini adalah Allah S.w.t. akan (terus) mengirimkan utusan-utusan-Nya untuk memisahkan yang baik dari yang buruk dan untuk memberitahukan tentang kabar-kabar ghaib.

Terjemah Islam:

Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi merek Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Terjemah Ahmadiyah:

QS.(7:36) Dalam ayat ini: “Wahai anak cucu Adam, jika datang kepadamu rasul-rasul dari antaramu …”. Yang dimaksudkan anak cucu Adam adalah umat manusia. Baik umat manusia terdahulu sebelum Nabi Muhammad s.a.w. dan umat manusia setelah Nabi Muhammad s.a.w. tetap akan didatangi oleh Rasul-Rasul Allah dari antara anak cucu Adam (umat manusia). Dengan kata lain ayat ini tidak terikat dengan tempat dan waktu.

Terjemah Islam:

“Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itu penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. “

Semua ayat2 Al Qur’an yang dikemukakan oleh Suryawan, orang Ahmadiyah ini, ternyata berbeda dgn terjemahan Al Qur’an yang umum dari Departemen agama mau pun dari Kerajaan Saudi Arabia. Apa Al Qur’an Ahmadiyah memang betul2 berbeda dengan Al Qur’an ummat Islam?

Jadi apa yang mau didiskusikan?

Alhamdulillah Al Qur’an dituliskan dalam bahasa Arab yang satu, sehingga tidak mudah diselewengkan artinya.

Agar tidak tersesat, marilah kita bersama2 membaca Al Qur’an serta hadits2 seperti “Shahih Bukhori”, “Shahih Muslim”, dsb.

“ma_suryawan”

, A Nizami

Soal 17 dalil yg diambil oleh Nizami dan Nurhuda dari Abul Ala Maududi, mari lihat penjelasan dibawah ini.

1. QS AL AHZAB 40: ” Bukanlah Muhammad itu bapak Salah seorang laki-laki di antara kamu tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup Nabi-nabi” Yang benar tulisannya adalah (kh-alif-t-m) yaitu “khaatam” – bukan “khatam” (kh-t-m). Kata “khaataman-nabiyyiin” sudah sering dijelaskan. “Khaataman-nabiyyiin berarti “cincin para nabi” atau “meterai para nabi” atau “seal of the prophets”, dan “khaataman- nabiyyiin” bukanlah berarti: Tidak boleh ada nabi lagi apapun juga setelah Nabi Muhammad saw. Sebab, dalam Al-Qur’an Karim banyak didapat penjelasan dapat datangnya nabi/rasul setelah Nabi Muhammad saw, beberapa diantaranya sbb:

QS.(44:6-7) – Allah Ta’ala bersifat Mursil (yang mengutus Rasul-Rasul-Nya). Sifat Allah Ta’ala ini akan selalu dan terus bekerja selama- lamanya. Sifat ini tidak terikat dengan tempat dan waktu. Jadi, adanya kenabian setelah Nabi Muhammad s.a.w. adalah tidak mustahil dengan mempertimbangkan salah satu sifat Allah Ta’ala ini.

QS.(22:76) – “Allah senantiasa memilih rasul-rasul-Nya dari antara malaikat-malaikat dan dari antara manusia”. Perkataan “yashthafii” (memilih) dalam ayat ini, menurut peraturan bahasa Arab adalah fi’il mudhari, yaitu menunjukkan pekerjaan yang sedang atau akan dilakukan. Jadi, Allah S.w.t. sedang atau akan memilih Rasul-Rasul-Nya menurut keadaan zaman atau menurut keperluannya. Dengan kata lain ayat ini tidak terikat dengan tempat dan waktu.

QS.(3:180) – Dalam ayat tersebut terdapat perkataan: “yadzara”, “yamiidza”, “yuthli’a”, “yajtabii”. Bentuk perkataan tersebut adalah fi’il mudhari yang dipakai untuk zaman kini dan zaman yang akan datang. Jadi maksud ayat ini adalah Allah S.w.t. akan (terus) mengirimkan utusan-utusan-Nya untuk memisahkan yang baik dari yang buruk dan untuk memberitahukan tentang kabar-kabar ghaib.

QS.(7:36) – Dalam ayat ini: “Wahai anak cucu Adam, jika datang kepadamu rasul-rasul dari antaramu …”. Yang dimaksudkan anak cucu Adam adalah umat manusia. Baik umat manusia terdahulu sebelum Nabi Muhammad s.a.w. dan umat manusia setelah Nabi Muhammad s.a.w. tetap akan didatangi oleh Rasul-Rasul Allah dari antara anak cucu Adam umat manusia). Dengan kata lain ayat ini tidak terikat dengan tempat dan waktu. Jadi, jelasnya kalau anda mengartikan ayat “khaataman nabiyyiin” sebagai nabi penutup/terakhir yaitu tidak adanya nabi apapun juga setelah Nabi Muhammad saw – maka akan bertentangan/bertabrakan dengan ayat-ayat tersebut diatas yg menjelaskan dapat datangnya kenabian setelah Nabi Muhammad saw. Padahal Allah Ta’ala telah menetapkan: Tidak ada pertentangan antara satu ayat dengan ayat lainnya

QS.(4:82). Jadi, arti harfiah/letterlijk “khaataman-nabiyyiin” adalah: meterai para nabi atau cincin para nabi. Arti maknawi/hakiki “khaataman-nabiyyiin” adalah: menunjukkan suatu rank/derajat/martabat/status/maqam. Dengan kata lain adalah: nabi yang tersempurna/terunggul/termulia dari para nabi. Sebab: kata “khaataman-nabiyyiin” adalah ism tunggal (i.e. “khaatam”) yang direndeng dengan ism jamak (i.e. “nabiyyiin”) – maka mengandung arti martabat/maqam/derajat/rank. Jadi, arti dan hakikat
Sesungguhnya “khaataman-nabiyyiin” adalah: yang termulia/tersempurna/terunggul diantara para nabi atau meterai para nabi atau cincin (perhiasan) para nabi, dst. Sekarang kita lihat penjelasan Hadits berikut ini: Peristiwa wafatnya Ibrahim (putera Rasulullah dari Hz. Maria Qibtiyah ra) tercatat sebagai berikut: “Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, berkatalah ia: “Ketika Ibrahim ibnu Rasulullah saw wafat, beliau (saw) menyembahyangkan jenazahnya dan berkata, “Sesungguhnya di sorga ada yang menyusukannya, dan kalau usianya panjang, ia akan menjadi nabi yang benar”. (Sunan Ibnu Majah, Abu Abdillah Alqazwaini, Darul Fikr, jld. II, hlm. 484, Hadits no. 1511).

Peristiwa wafatnya Ibrahim terjadi pada tahun 9 H, Sedangkan ayat “khaataman-nabiyyiin” turun pada tahun 5 H. Jadi, ucapan beliau saw mengenai Ibrahim sebagaimana ditemukan dalam Hadits itu adalah 4 tahun kemudian setelah beliau saw menerima ayat “khaataman- nabiyyiin”. Jika seandainya ayat “khaataman-nabiyyiin” kemudian diartikan sebagai “penutup/kesudahan/penghabisan/akhir” nabi-nabi yaitu enggak boleh ada nabi lagi apapun juga setelah beliau saw, maka seharusnya beliau mengatakan jikalau usianya panjang, tentu ia tidak akan pernah menjadi nabi karena akulah penutup nabi-nabi. Jadi, amat jelas bahwa Nabi saw yang menerima wahyu, dan beliau-lah yg paling mengetahui arti serta makna dari wahyu yang diterimanya dan beliau saw tidak mengungkapkan pengertian “khaatam” sebagai penutup atau terakhir, yaitu enggak boleh ada nabi apapun juga setelah beliau saw – seperti yg biasa diucapkan kyai2/mullah2/ulama2 Islam mainstream.

2. Imam Muslim dan yang lainnya meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: “Perumpamaan saya dan para Nabi sebelum saya seperti orang yang membangun satu bangunan lalu dia membaguskan dan membuat indah bangunan itu kecuali tempat batu yang ada di salah satu sudut. Kemudian orang-orang mengelilinginya dan mereka ta’juk lalu berkata: ‘kenapa kamu tidak taruh batu ini.?’ Nabi menjawab : Sayalah batu itu dan saya penutup Nabi-nabi” Bangunan yang dimaksud adalah Syari’at yang dibuat oleh Allah Ta’ala melalui para utusan-Nya. Syari’at (Bangunan) Tuhan secara bertahap dibangun ditiap masa dan mencapai puncak kesempurnaanya pada Syari’at (Bangunan) Islam, yang dibawa oleh Hz. Rasulullah saw (5:3). Oleh sebab itu tidak akan ada lagi nabi yang akan membawa Syari’at baru, sebab bangunan indah (Syari’at) tersebut telah sempurna. Tidak dapat lagi ditambah/dikurangi. Inilah maksud dari arti kalimat “saya adalah penutup nabi-nabi”. Jadi, jika Hadits tsb di-interpretasikan bahwa yang menjadi sebuah “batu terakhir” itu adalah Nabi Muhammad saw, maka itu adalah merupakan suatu penghinaan atas diri Nabi saw
sendiri. Apakah beliau saw hanya seperti sebuah batu saja untuk ditempatkan bagi sebuah bangunan yang sangat indah itu? Jika dimisalkan dengan tiang, mungkin dapat diterima. Tetapi jika Nabi saw hanya “sekedar batu bata terakhir” saja, sangat keterlaluan, padahal kedudukan nabi Muhammad saw jauh lebih tinggi dari semua nabi yang pernah ada, bahkan dari malaikat sekalipun. Jadi, jelaslah bahwa maksud Hadits ini adalah bahwa beliau saw adalah nabi yang terakhir membawa Syari’at. Tidak akan datang nabi lain yg membawa Syari’at.

3. Imam Muslim juga meriwayatkan dari Jubair bin Mut’im RA bahwa Nabi SAW bersabda: “Sesungguhnya saya mempunyai nama-nama, saya Muhammad, saya Ahmad, saya Al-Mahi, yang mana Allah menghapuskan Kekafiran karena saya, saya Al-Hasyir yang mana manusia berkumpul di kaki saya, saya Al-Aqib yang tidak ada Nabi setelahnya”

Dalam Hadits Tirmizi ditemukan: ” Anal ‘aaqibu wal ‘aqibul-ladziy laisa ba’di hu nabiyyun” maksudnya adalah tidak akan ada lagi nabi yang serupa/sederajat dengan Hz. Rasulullah saw. Nabi yang membawa Syari’at baru yang akan menggantikan Syari’at Islam tidak dapat datang lagi. Dalam Mirqat, Syarah Misykat, Jilid V, Hal. 376, Imam Mulla Ali Al- Qari berkata: “Lahirnya ungkapan itu (‘Aqib) adalah tafsir dari sahabat-sahabat atau dari orang yang kemudian. Dalam syarah Muslim, Syekh Ibn Arabi berkata, bahwa ‘aqib ialah orangyang menggantikan seseorang dalam sifat-sifat yang baik.

Jadi, dalam bahasa Arab, bahasa asli yang digunakan oleh para sahabat, mereka sudah mengerti apa arti “aqib” yang sebenarnya, sehingga para sahabat ra tidak ada yang protes ketika Hz. Aisyah ra melarang orang untuk mengatakan “laa nabiya ba’dahu” (Tidak ada nabi sesudahnya).

4. Abu Daud dan yang lain dalam hadist Thauban Al-Thawil, bersabda Nabi Muhammad SAW: “Akan ada pada umatku 30 pendusta semuanya mengaku nabi, dan saya penutup para Nabi dan tidak ada nabi setelahku”

Membatasi jumlah itu hanya sampai 30 orang pembohong yang akan mendakwakan dirinya nabi, sudah menunjukkan bahwa akan adanya nabi yang benar. Kalau tiap-tiap orang yang akan mendakwakan diri sbg nabi adalah pendusta, tentu Nabi Muhammad saw akan mengatakan bahwa tiap- tiap orang yang mendakwakan diri sebagai nabi semuanya adalah pembohong/pendusta.

Jika anda mau melihat dalam syarah Muslim, Ikmalul Ikmal, Jilid VI, hal 258, dikatakan: “Kebenaran Hadits ini sudah nyata, sebab jika dihitung jumlahnya orang-orang yang mendakwakan dirinya nabi dari sejak masa Nabi saw hingga sekarang pasti sudah tercapai jumlah tersebut, dan ini diketahui oleh orang-orang yang suka mempelajari riwayat (tarikh)”. – Penulis buku tsb wafat pada tahun 828 Hijriah.

Jadi, dalam masa 400 tahun sudah ada 30 orang yang Mendakwakan dirinya jadi nabi.

Jadi jelasnya, yang dimaksud oleh Hz. Rasulullah saw dengan “laa nabiyya ba’di” adalah tidak akan ada lagi nabi yang membawa Syari’at baru yang akan menggantikan Syari’at Islam.

5. Khutbah terakhir Rasulullah ” …Wahai manusia, tidak ada nabi atau rasul yang akan datang sesudahku dan tidak ada agama baru yang akan lahir. Karena itu, wahai manusia, berpikirlah dengan baik dan pahamilah kata-kata yang kusampaikan kepadamu. Aku tinggalkan dua hal: Al Qur’an dan Sunnah, contoh-contoh dariku; dan jika kamu ikuti keduanya kamu tidak akan pernah tersesat …” Sumbernya darimana? Ngarang ya? Atau jangan-jangan ini cuma karangan Maududi dan fans beratnya saja seperti Nizami dkk.

6. Rasulullah SAW menjelaskan: “Suku Israel dipimpim oleh Nabi-nabi. Jika seorang Nabi meninggal dunia, seorang nabi lain meneruskannya. Tetapi tidak ada nabi yang akan dating sesudahku; hanya para kalifah yang akan menjadi penerusku (Bukhari, Kitab-ul-Manaqib).

Hadits ini benar dan tidak bertentangan dengan Al-Qur’an Karim maupun Hadits lainnya. Tidak akan datang nabi yang membawa Syari’at baru dan setelah wafatnya Hz. Rasulullah saw, diteruskan oleh para khalifah rasulullah. Lihat kata “sayakunu khulafa” (akan ada khalifah-khalifah) menunjukkan maksud “dibelakang” atau “kemudian aku” itu adalah masa yang dekat, karena huruf SA dalam perkataan SAYAKUNU menunjukkan kepada masa yang dekat. Jadi, setelah beliau saw wafat, dalam waktu dekat tidak akan ada nabi.

Tapi ingat, ditempat lain Nabi saw bersabda: “Akan terjadi nubuat kenabian) sampai waktu yang disukai Allah Swt, kemudian akan terjadi khilafat seperti dalam nubuat sampai waktu yang dikehendaki Allah swt, kemudian akan berdiri kerajaan sampai waktu yang dikehendaki Allah swt, kemudian terjadi khilafat dalam nubuat. Kemudian beliau berdiam diri”.(Musnad Ahmad, Baihaqi, Misykat hal.461).

Juga dalam shahih Bukhari: “kaifa antum idza nazala
ibn maryama fikum wa imamukum minkum” – Bagaimana keadaan kamu [umat Islam] jika turun ibn maryama dari antara kamu dan menjadi imam bagi kamu? [Bukhari, kitabul-anbiya, chapter nuzul isa bin maryam] – bahwa Isa ibn Maryam yg akan datang berasal dari umat Islam.

7. Rasulullah SAW menegaskan: “Posisiku dalam hubungan dengan nabi-nabi yang datang sebelumku dapat dijelaskan dengan contoh berikut: Seorang laki-laki mendirikan sebuah bangunan dan menghiasinya dengan keindahan yang agung, tetapi dia menyisakan sebuah lubang di sudut untuk tempat sebuah batu yang belum dipasang. Orang-orang melihat sekeliling bangunan tersebut dan mengagumi keindahannya, tetapi bertanya-tanya, kenapa ada sebuah batu yang hilang dari lubang tersebut? Aku seperti batu yang hilang itu dan aku adalah yang terakhir dalam jajaran Nabi-nabi”. (Bukhari, Kitab-ul-Manaqib).

Bangunan yang dimaksud adalah Syari’at yang dibuat oleh Allah Ta’ala melalui para utusan-Nya. Syari’at (Bangunan) Tuhan secara bertahap dibangun ditiap masa dan mencapai puncak kesempurnaanya pada Syari’at (bangunan) Islam, yang dibawa oleh Hz. Rasulullah saw (5:3). Oleh sebab itu tidak akan ada lagi nabi yang akan membawa Syari’at baru, sebab bangunan indah (Syari’at) tersebut telah sempurna. Tidak dapat lagi ditambah/dikurangi. Inilah maksud dari arti kalimat “aku seperti batu yang hilang itu” artinya beliau yg membawa dan menyempurnakan Syari’at (Bangunan), sehingga beliau adalah nabi terakhir yang membawa Syari’at. Tidak akan datang nabi lain yg membawa Syari’at.

8. Rasulullah SAW menyatakan: “Allah telah memberkati aku dengan enam macam kebaikan yang tidak dinikmati Nabi-nabi terdahulu: – Aku dikaruniai keahlian berbicara yang efektif dan sempurna. – Aku diberi kemenangan kare musuh gentar menghadapiku – Harta rampasan perang dihalalkan bagiku. – Seluruh bumi telah dijadikan tempatku beribadah dan juga telah menjadi alat pensuci bagiku. Dengan kata lain, dalam agamaku, melakukan shalat tidak harus di suatu tempat ibadah tertentu. Shalat dapat dilakukan di manapun di atas bumi. Dan jika air tidak tersedia, ummatku diizinkan untuk berwudhu dengan tanah (Tayammum) dan membersihkan dirinya dengan tanah jika air untuk mandi langka. – Aku diutus Allah untuk menyampaikan pesan suciNYA bagi seluruh dunia. – Dan jajaran Kenabian telah mencapai akhirnya padaku (Riwayat Muslim, Tirmidhi, Ibnu Majah) Dalam hadist ini terlihat jelas dan tidak diragukan lagi bahwa banyak peraturan/hukum disebutkan dalam Hadits ini
dan yang dimaksudkan oleh peraturan-peraturan itu adalah Syari’at yang sempurna (Islam) telah berakhir pada kenabian Hz. Muhammad saw.

9. Rasulullah SAW menegaskan: “Rantai Kerasulan dan Kenabian telah sampai pada akhirnya. Tidak akan ada lagi rasul dan nabi sesudahku”. (Tirmidhi, Kitab-ur-Rouya, Bab Zahab-un-Nubuwwa; Musnad Ahmad; Marwiyat-Anas bin Malik).Idem. Lihat diatas ttg maksud “laa nabiyya ba’di”.

10. Rasulullah SAW menjelaskan: ‘Saya Muhammad, Saya Ahmad, Saya Pembersih dan kekafiran harus dihapuskan melalui aku; Saya Pengumpul, Manusia harus berkumpul pada hari kiamat yang datang sesudahku. (Dengan kata lain, Kiamat adalah satu-satunya yang akan datang sesudahku); dan saya adalah Yang Terakhir dalam arti tidak ada nabi yang dating sesudahku”. (Bukhari dan Muslim, Kitab-ul-Fada’il, Bab Asmaun-Nabi; Tirmidhi, Kitab-ul-Adab, Bab Asma-un-Nabi; Muatta’, Kitab-u-Asma-in-Nabi; Al-Mustadrak Hakim, Kitab-ut-Tarikh, Bab Asma-un-Nabi).

Bagaimana dengan pemahaman Hz. Aisyah ra? Beliau berkata: “Katakanlah, sesungguhnya ia [Muhammad] adalah khaatamul-anbiya’, tetapi jangan sekali-kali kamu mengatakan laa nabiyya ba’dahu (tidak ada Nabi sesudahnya)” (Durrun Mantsur, jld. V, hlm. 204; Takmilah Majmaul Bihar, hlm. 5)

Lagi, dipertegas dan dibenarkan oleh ulama-ulama Salaf sebagai berikut:

Syekh Muhyiddin Ibnu Arabi r.h. dalam kitabnya Futuuhatul Makiyyah menulis: “Inilah arti dari sabda Rasulullah s.a.w.. Sesungguhnya risalah dan nubuwat sudah terputus, maka tidak ada Rasul dan Nabi yang dating sesudahku yang bertentangan dengan Syari’atku. Apabila ia datang, ia akan ada di bawah Syari’atku’”. (Futuuhatul
Makiyyah, Ibnu Arabi, Darul Kutubil Arabiyyah Alkubra, Mesir, jld II, hlm. 3)

Imam Abdul Wahab Asy-Syarani r.h. berkata: “Dan sabda Nabi s.a.w.: tidak ada Nabi dan Rasul sesudah aku, adalah maksudnya: tidak ada lagi Nabi sesudah aku yang membawa Syari’at’” (Al-Yawaqit wal Jawahir, jld. II, hlm. 42)

Imam Thahir Al Gujrati berkata: “Ini tidaklah bertentangan dengan Hadits tidak ada Nabi sesudahku, karena yang dimaksudkan ialah tidak akan ada lagi Nabi yang akan membatalkan Syari’at beliau”. (Takmilah Majmaul Bihar, hlm. 85)

Sayyid Waliyullah Muhaddits Ad-Dahlawi berkata: “Dan khaatam-lah Nabi-Nabi dengan kedatangan beliau, artinya tidak akan ada lagi orang yang akan diutus Allah membawa Syari’at untuk manusia”. (Tafhimati Ilahiyyah, hlm. 53) .

Imam mazhab Hanafi yang terkenal, yaitu Mulla Ali al-Qari menjelaskan: “Jika Ibrahim hidup dan menjadi Nabi, demikian pula Umar menjadi Nabi, maka mereka merupakan pengikut atau ummati Rasulullah s.a.w.. Seperti halnya Isa, Khidir, dan Ilyas `alaihimus salaam. Hal itu tidak bertentangan dengan ayat Khaataman-Nabiyyiin. Sebab, ayat itu hanya berarti bahwa sekarang, sesudah Rasulullah s.a.w. tidak dapat lagi datang Nabi lain yang membatalkan Syari’at beliau s.a.w. dan bukan ummati beliau s.a.w.”. (Maudhu’aat Kabiir, hlm. 69).

Jadi, jelaslah maksud dan hakikat dari sabda suci Nabi saw: “laa nabiya ba’diy” (tidak ada nabi sesudahku) itu adalah seperti yang dijelaskan oleh Hz. Shiddiqah Aisyah ra dan para ulama terkemuka dalam dunia Islam.

11. Rasulullah SAW menjelaskan: “Allah yang Maha Kuasa tidak mengirim seorang Nabi pun ke dunia ini yang tidak memperingatkan ummatnya tentang kemunculan Dajjal (Anti-Kristus, tetapi Dajjal tidak muncul dalam Masa mereka). Aku yang terakhir dalam jajaran Nabi-Nabi Dan kalian ummat terakhir yang beriman. Tidak diragukan, suatu saat, Dajjal akan datang dari antara kamu”. (Ibnu Majah, Kitabul Fitan, Bab Dajjal). Dalam banyak kitab Hadits shahih ditemukan bahwa dajjal akan dibunuh oleh Imam Mahdi/Al-Masih ibn Maryam.

Jadi jelas bahwa akan ada kenabian tanpa Syari’at setelah Hz. Rasulullah saw.

12. Abdur Rahman bin Jubair melaporkan: “Saya Mendengar Abdullah bin `Amr ibn-`As menceritakan bahwa suatu Hari Rasulullah SAW keluar dari rumahnya dan bergabung Dengan mereka. Tindak-tanduknya memberi kesan seolah-olah Beliau akan meninggalkan kita. Beliau berkata: “Aku Muhammad, Nabi Allah yang buta huruf”, dan mengulangi pernyataan itu tiga kali. Lalu beliau menegaskan: “Tidak ada lagi Nabi sesudahku”. (Musnad Ahmad, Marwiyat `Abdullah bin `Amr ibn-`As).Lihat penjelasan diatas dari Hz. Siti Aisyah ra dan para ulama SALAF di no. 10.

13. Rasulullah SAW berkata: ” Allah tidak akan mengutus Nabi sesudahku, tetapi hanya Mubashirat”. Dikatakan, apa yang dimaksud dengan al-Mubashirat. Beliau berkata: Visi yang baik atau visi yang suci”. (Musnad Ahmad, marwiyat Abu Tufail, Nasa’i, Abu Dawud). (Dengan kata lain tidak ada kemungkinan turunnya wahyu Allah di masa yang akan datang. Paling tinggi, jika seseorang mendapat inspirasi dari Allah, dia akan menerimanya dalam bentuk mimpi yang suci). Yang ada dalam tanda kurung di kalimat terakhir: “Dengan kata lain tidak ada kemungkinan turunnya wahyu Allah di masa yang akan datang. Paling tinggi, jika seseorang mendapat inspirasi dari Allah, dia akan menerimanya dalam bentuk mimpi yang suci” – adalah bukan bagian dari Hadits. Itu adalah tulisan dan interpretasi Maududi, Seorang kyai/mullah/ulama Pakistan penentang sengit Ahmadiyah. Mengapa manusia (Maududi dan fans berat-nya seperti Nizami dkk) kok berani mengatakan bahwa wahyu tidak boleh turun lagi? Apakah manusia dapat meng-intervensi sunnah Allah? Bukankah Allah Ta’ala bersifat Mutakallim (Maha Berkata-kata), sehingga sifat tsb akan tetap bekerja untuk selama-lamanya Sebagai informasi, banyak diantara umat Islam yang juga menerima wahyu dari Allah Ta’ala seperti: Syekh Muhyiddin Ibn Arabi rh (Bapak kaum Sufi), Khawajah Miir Dard rh, Abdullah Ghaznawi rh, Syekh Abdul Qadir Jaelani rh dll.

14. Rasulullah SAW berkata: “Jika benar seorang Nabi akan datang sesudahku, orang itu tentunya Umar bin
Khattab”. Tirmidhi, Kitab-ul-Manaqib). Oleh karena nabi Muhammad saw yang diutus, maka Hz. Umar ra tidak diutus sebagai nabi. Jadi bukan tidak akan ada nabi yang akan diutus. Disini ada satu hal yang harus mendapat perhatian. Kenapa Nabi saw tidak menyebut nama Abu Bakr ra, padahal Abu Bakr seorang shiddiq, lebih tinggi dari Umar yang berpangkat syahid? Rahasianya adalah Sayyidina Umar ra diketahui oleh Rasulullah saw mempunyai bakat hokum undang-undang) melebihi dari para sahabat lainnya, termasuk Abu Bakr. Sering Hz. Umar memberikan saran kepada Hz. Rasulullah saw, dan akhirnya turun ayat-ayat yang membenarkan saran Hz. Umar tsb. Jadi, maksudnya Hadits ini adalah bahwa tidak akan datang nabi yang akan membawa Syari’at (hukum/undang-undang).

15. Rasulullah SAW berkata kepada `Ali,
“Hubunganmu denganku ialah seperti hubungan Harun dengan Musa. Tetapi tidak ada Nabi yang akan datang sesudahku”. (Bukhari dan Muslim, Kitab Fada’il as-Sahaba). Perkataan “laa nabiyya ba’diy” jelas khusus untuk Hz. Ali ra dan tidak berlaku untuk umum. Sebab kita temukan penegasannya atas Hadits itu dalam Hadits lain sbb: “Berkata ia (Rasulullah saw), “Wahai Ali, tidakkah engkau suka mempunyai kedudukan Harun disamping Musa, tetapi bedanya engkau bukan nabi” (Thabaqat Kabir, Jilid V, hal. 15).

16. Rasulullah SAW menjelaskan: “Di antara suku Israel sebelum kamu, benar-benar ada orang-orang yang
Berkomunikasi dengan Tuhan, meskipun mereka bukanlah NabiNYA. Jika ada satu orang di antara ummatku yang akan berkomunikasi dengan Allah, orangnya tidak lain daripada Umar. (Bukhari, Kitab-ul-Manaqib)

Telah terjawab dengan sangat jelas bahwa bukan hanya Hz. Rasulullah saw saja yang dapat “berkomunikasi” dengan Allah Ta’ala, orang yang bukan nabi juga dapat menerima anugerah wahyu (komunikasi) dengan Allah Ta’ala. Jadi, omongan Maududi dan para fans beratnya seperti Nizami dkk yg mengatakan bahwa wahyu enggak boleh turun lagi setelah Nabi Muhammad saw telah dibantah oleh Hadits ini.

17. Rasulullah SAW berkata: “Tidak ada Nabi yang akan dating sesudahku dan karena itu, tidak akan ada ummat
lain pengikut nabi baru apapun”. (Baihaqi, Kitab-ul-Rouya; Tabrani) Jawab : Pengertian “laa nabiyya ba’di” telah dijelaskan dengan komprehensif diatas.

Salam,
M. A. Suryawan

Bacalah artikel tentang Islam di:

http://www.nizami.org

05
Nov
09

JANJI-JANJI ALLAH TAALA KEPADA PENDIRI JEMAAT AHMADIYAH

Berikut ini kami turunkan beberapa wahyu yang merupakan janji-janji AllahTaala kepada Pendiri Jemaat Ahmadiyah:

Pada tahun 1882. Imam Mahdi a.s. menerima wahyu dari Allah swt. yang berbunyi:

يَأْتِيْكَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيْقٍ وَيَأْتُوْنَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيْقٍ.

Artinya:
“Orang-orang dari tempat yang jauh-jauh akan datang kepada engkau” (Tazkirah, halaman 49).

Ketika untuk pertama kalinya mengumumkan pendakwaannya, beliau masih seorang diri, tidak mempunyai teman. Adapun tempat beliau, Qadian, adalah sebuah kampung kecil. Tidak memiliki fasilitas modern dalam bentuk kantor pos, kantor telegrap atau stasiun kereta api dan lain-lain.. Keadaan sekitar tidak menarik parawisata. Di kampung yang sekecil itu pun, kebanyakan orang tidak mengenal kepada beliau. Di dalam keadaan demikian, beliau menerima wahyu tersebut diatas. Maka bagaimanakah kemudian kenyataannya?

Kini, ratusan ribu orang telah menjadi saksi atas kebenaran wahyu ini. Tahun demi tahun banyak orang yang datang ke sana, baik dari dalam negeri India/Pakistan, mapun dari benua-benua lainnya, hanya semata-mata untuk mencari ilmu kerohanian yang dikaruniakan oleh Allah Taala kepada Pendiri Jemaat Ahmadiyah, Hadhrat Masih Mau’ud a.s.

Untuk mudahnya mengenal hal ini dapat dilihat dari jumlah pengunjung pertemuan tahunan yang diselenggarakan di Pusat Jemaat (di samping pengunjung yang datang di setiap waktu). Pertemuan tahunan yang pertama diadakan pada tahun 1891, dengan jumlah pengunjung 75 orang. Waktu berjalan terus, dan pengunjung pun terus bertambah dan pada pertemuan tahunan (jalsah) akhir Desember 1979 yang lalu di Rabwah, Pakistan, pengunjung mencapai jumlah 175.000 orang yang datang dari berbagai benua: Afrika, Amerika, Eropa dan Asia sendiri termasuk Indonesia. Jadi selama 88 tahun mencapai kemajuan lebih dari 2000 kali lipat. Demikianlah janji Allah ini kini telah sempurna dengan seterang-terangnya.

Wahyu:
“Aku akan sampaikan tabligh engkau ke seluruh penjuru dunia” (Tazkirah).
Di kala beliau menerima wahyu ini, masih dalam keadaan seperti di atas. Di kala beliau mengumumkan pendakwaannya sebagai Imam Mahdi a.s. dan Almasih yang dijanjikan, spontan ditentang sekeras-kerasnya oleh para ulama dan pengikutnya pada waktu itu. Perlawanan dan pemagaran begitu hebat dan ketatnya, sehingga sampai ke dinding-dinding rumah beliau. Ditilik dari keadaan lahiriyah, mustahil bisa bertahan, apalagi harus meluas ke seluruh pelosok dunia. Akan tetapi bagaimanakah keadaannya sekarang? Dunia menjadi saksi atas kebenaran wahyu ini, bahwa tiada benua atau tempat yang penting di dunia ini, yang tidak didatangi oleh muballigh-muballigh Jemaat Ahmadiyah.

Wahyu :
“Seorang pemberi-ingat telah datang ke dunia, akan tetapi dunia tidak menerimanya. Tetapi Tuhan sendiri yang akan menerimanya, dan menegakkan kebenarannya dengan serangan-serangan yang hebat”(Barahin Ahmadiyah /Tazkirah).

Wahyu ini berisikan khabar ghaib, bahwa kedatangan beliau akan ditentang, tetapi Allah swt. dengan kudrat-Nya akan menegakkannya. Dan sebagai akibat dari penentangan ini, di dunia ini akan timbul kejadian-kejadian yang hebat, seperti peperangan, gempa bumi, penyakit dan lain-lain. Wahyu tersebut ditunjang oleh wahyu-wahyu lainnya, yang mengisyaratkan akan timbulnya peperangan, antara lain berbunyi :
“Akan datang racun dan tentara dari langit”.
“Asap akan datang dari langit”. (Tazkirah).

Wahyu tersebut mengisyaratkan akan terjadinya peperangan yang hebat yang menggunakan sarana-sarana seperti bom-bom, bom racun, bom atom, dan tentara yang diturunkan dari kapal terbang yang belum terjadi pada saat-saat sebelumnya.

Sehubungan dengan wahyu tersebut sebagai peringatan kepada dunia, dalam Tazkirah halaman 491, beliau menyatakan sebagai berikut :
“Hai orang-orang yang lalai, dari langit akan turun api, dan untuknya tidak ada obatnya yang lain kecuali menangis di hadapan Allah. Karena Allah swt. telah berfirman kepadaku, bahwa gada-Nya itu hampir sampai ke bumi”.

Khusus mengenai Tsar (Kaisar Rusia), beliau menulis :
“Sebagai akibat peperangan ini, akan terasa berbagai-bagai kesusahan di muka bumi. Sedang Kaisar Rusia akan menderita kesusahan yang lebih dahsyat lagi”.

Wahyu tersebut diterima oleh Pendiri Jemaat Ahmadiyah pada tahun 1905, dan Perang Dunia I terjadi pada tahun 1914 – 1918. Tsar jatuh pada Perang Dunia tersebut dengan sangat menyedihkan, tepatnya dalam revolusi Oktober 1917.

Wahyu :
“Hai Masih, mendo’alah untuk penyakit-penyakit yang menular dan yang telah mulai mengamuk”(Sirajul Munir, 1897).

Ketika turunnya wahyu ini, di Bombay, yang tadinya pernah berjangkit penyakit pes, keadaannya mulai normal. Penduduk Bombay sudah merasa senang, karena dengan usaha para dokter, penyakit pes lenyap sama sekali. Pada waktu itulah beliau mengumumkan wahyu tersebut, semata-mata di dorong oleh rasa cinta beliau kepada ummat manusia, agar dapat berjaga-jaga.

Tepat 6 Februari 1898, beliau menulis sebagai berikut :
“Saya melihat malaikat-malaikat sedang menanam pohon yang hitam warnanya dan rupanya sangat buruk lagi pendek-pendek. Pohon-pohon itu sudah ditanam di daerah Punjab dan lain-lain tempat di Hindustan. Kemudian saya menanyakan pohon apakah yang ditanam itu? Mereka menjawab, bahwa pohon-pohon itu adalah bibit penyakit pes”(Kisti Nuh).

Tak lama kemudian, maka benar-benar timbul penyakit pes itu dengan hebatnya, sehingga beribu-ribu orang mati karenanya.

Mengenai wabah pes ini, beliau menerima wahyu, bahwa beliau beserta orang-orang yang berada di dalam rumah beliau (Jemaat beliau) akan dipelihara dari wabah pes ini. Wahyu tersebut berbunyi:
“Allah akan memelihara engkau beserta orang-orang yang berada di dalam rumahmu” (Kisti Nuh).

Orang-orang yang berada di dalam lingkungan Jemaat beliau kemudian ternyata secara mengagumkan terpelihara dari wabah ini. Mengenai ikhtisar penjagaan yang dilakukan oleh pemerintah dengan melakukan penyuntikan umum beliau menulis demikian :

“Patut bersyukur, karena rasa kasihan kepada rakyat, dalam rangka membasmi wabah pes, pemerintah Inggris telah mengadakan gerakan untuk kedua kalinya. Dan demi kesejahteraan ummat Tuhan, pemerintah telah memikul biaya ratusan ribu rupee. Akan tetapi dengan segala hormat, kami ingin mengatakan kepada pemerintah yang baik hati itu, bahwa seandainya tiada suatu rintangan samawi,maka kamilah yang pertama-tama di antara semua warga yang akan minta disuntik. Rintangan samawi itu ialah, bahwa Tuhan menghendaki untuk memperlihatkan kepada manusia suatu tanda kasih sayang dari langit di zaman ini. Oleh karena itu Dia berfirman kepadaku, bahwa Dia akan menyelamatkan daku dari wabah pes ini beserta semua orang yang tinggal di dalam tembok rumahku – yaitu yang memfanakan diri secara sempurna serta ketaqwaannya yang setulus-tulusnya. Dan ini akan menjadi tanda Ilahi di zaman mutakhir ini, dengan mana Dia memperlihatkan perbedaan di antara satu kaum dengan kaum yang lain. Akan tetapi yang tidak mematuhi secara sempurna, mereka itu bukan dari padaku, maka tidak usah dihiraukan, demikian perintah Tuhan”(Kisti Nuh).
“Oleh karenanya bagi diriku dan semua orang yang tinggal di dalam dinding rumahku tidak perlu disuntik…”.

Peristiwa itu menjadikan banyak orang menggabungkan diri kepada Jemaat Ahmadiyah.

Adapun mengenai gempa, antara lain beliau menerima wahyu yang berbunyi: “Zalzalah ka dhaka” (Urdu) yang artinya ialah berbunyi: “Gempa bumi akan datang yang akan memusnahkan rumah-rumah yang tetap dan rumah-rumah yang dibikin untuk tinggal sementara”.

Di daerah Kangra, Punjab, India, ada sebuah pegunungan yang di atasnya banyak sekali didirikan rumah, villa, dan mandar-mandar(tempat persembahan orang Hindu), Maka pada tanggal 4 April 1905 sempurnalah wahyu itu, dan karena gempa itu melanda ratusan kilometer, maka semua rumah, villa dan mandar yang ada di atas pegunungan itu hancur sama sekali, dan menelan korban jiwa lebih dari dua puluh ribu orang.

Ada lagi suatu khabar ghaib mengenai seseorang sebagai tanda bagi bangsa India, khususnya bagi yang beragama Hindu. Pada zaman Pendiri Jemaat Ahmadiyah, di India ada suatu golongan dari agama Hindu, yang namanya Arya Samaj, yang telah berdiri lebih kurang 50 tahun. Golongan tersebut sangat aktip dalam menarik orang-orang Islam ke dalam agama Hindu, karena mereka melihat pemeluk agama Islam telah rusak dan tidak berpengaruh lagi. Cara mereka itu ialah dengan jalan menghamburkan fitnah, perkataan kotor (caci maki) terhadap Islam dan Rasul Suci Mhammad saw.

Di antara pemimpin mereka ada seorang yang masyhur bernama Lekh Ram. Ia sangat lancang memfitnah Islam dan Rasulullah saw. dan Pendiri Jemaat Ahmadiyah. Ia juga selalu menantang siapa pun di antara orang Islam yang dapat menunjukkan sebuah tanda dan mukjizat tentang kebenaran Islam yang harus disiarkan lebih dahulu di kalangan manusia umumnya. Sehubungan dengan itu, Hadhrat Masih Mau’ud a.s. memohon khabar kepada Allah swt mengenai apa yang akan terjadi atas diri Lekh Ram itu.

Bulan Februari 1893, beliau menerima wahyu dalam bahasa Arab yang artinya: “Anak sapi yang bersuara yang akan menderita siksa”. Kemudian beliau menjelaskan dalam tulisannya, bahwa Allah swt. telah memberi khabar kepada beliau, bahwa Lekh Ram dalam tempo 6 tahun sejak saat itu, akan menerima azab yang hebat sehingga ia akan binasa. Dan jika dalam tempo 6 tahun itu ternyata Lekh Ram tidak binasa, maka katakanlah bahwa beliau itu pendusta.Kemudian khabar ghaib itu disiarkan dalam beberapa surat khabar di India.

Pada tanggal 2 April 1893, bertepatan dengan 14 Ramadhan 1310 H, beliau melihat dalam kasyaf, seorang yang nampaknya bermuka ganas berkata kepada beliau a.s. dan menanyakan tentang Lekh Ram. Sambil memberi isyarat bahwa ia adalah malaikat, yang diperintahkan untuk membinasakan Lekh Ram. Khabar ghaib tersebut sempurna pada tanggal 6 Maret 1897, sehari sesudah Idul Fitri. Ketika Lekh Ram berada di tingkat atas di sebuah rumah dengan mendapat pengawalan yang ketat di tingkat bawah,dan ditemani oleh seorang laki-laki yang bermaksud masuk agama Hindu. Di kala ia sedang duduk dengan santainya, kemudian menggeliat tiba-tiba orang tersebut menghunjamkan pisau ke arah perutnya sehingga ususnya berhamburan keluar. Lekh Ram menjerit dan tidak lama kemudian mati di rumah sakit sedang pembunuhnya menghilang secara misterius.

Suatu kejadian yang demikian telah terjadi pula di Amerika, semata-mata suatu mu’jizat bagi benua itu pada umumnya dan bagi ummat Kristen khususnya. Pada tahun 1888, seorang termasyhur bernama Dr. John Alexander Dowie, pindah dari Skotlandia ke Amerika. Ia banyak memberikan khotbah-khotbah agama sehingga pengaruhnya menanjak melebihi pendeta-pendeta Kristen yang lain. Terutama di kala ia mendakwakan diri sebagai Elia, untuk membersihkan jalan, guna kedatangan Almasih yang kedua kalinya, di kala itu pengikutnya bertambah banyak. Kemudian ia membeli tanah dan mendirikan sebuah kota bernama Zion. Bahkan selanjutnya ia mengatakan bahwa Almasih akan turun di kota Zion itu. Dowie sangat memusuhi Islam. Pada tahun1902 ia menyiarkan surat selebaran, yang menerangkan bahwa tiap-tiap orang Islam yang tidak mau mengikut agama Kristen akan dibinasakan.

Setelah khabar ini sampai kepada Pendiri Jemaat Ahmadiyah, maka segera beliau menyiarkan surat-surat selebaran yang isinya menerangkan kebagusan Islam, kemudian menantang Dowie. Dalam tantangan itu beliau menulis :

“Apa perlunya membinasakan berjuta-juta orang Islam. Sayalah seorang yang datang dari Tuhan (Allah swt.). Dan sayalah Almasih yang ditunggu-tunggu. Marilah kita bermubahalah (kontes do’a) supaya dunia dapat mengenal, agama manakah yang benar dan agama manakah yang salah”.

Selebaran-selebaran itu disiarkan dalam berbagai surat kabar di Amerika, di Eropa hingga tahun 1903.

Terhadap tantangan itu Dr. Alexander Dowie tidak menjawab apa-apa, melainkan mengeluarkan kecaman terhadap agama Islam dengan perkataan-perkataan yang kotor. Pada tanggal 14 Februari 1903, Alexander Dowie menulis dalam surat kabarnya, bahwa ia berdo’a kepada Tuhan, “Hai Tuhan, hancurkanlah agama Islam itu selekasnya”.

Setelah pendiri Jemaat Ahmadiyah mengetahui, bahwa Dr. Alexander Dowie tidak juga berhenti dari kata-kata kotornya itu, maka beliau mengeluarkan lagi selebaran yang isinya menerangkan, bahwa beliau datang ke dunia ini untuk menjelaskan Tauhid Ilahi dan menghapuskan syirik.

“Allah Swt. sudah memberi tanda kebenaran kepadaku, bahwa jika Dr.Alexander Dowie mau bermubahalah denganku, baik dengan terang-terangan maupun dengan isyarat, ia akan meninggal dunia dengan penderitaan, kesedihan dan kesusahan di waktu saya masih hidup. Dahulu pernah aku memanggil kepadanya untuk bermubahalah, tapi sayang ia tidak memberikan jawaban. Sekarang saya memberi tempo kepadanya selama tujuh bulan lamanya”.
Selebaran ini disiarkan juga di Amerika dan Eropa.

Waktu tersiarnya selebaran itu Dr. Alexander Dowie sedang dalam keadaan jaya. Ia mempunyai murid yang banyak serta kekayaan yang melimpah. Hadiah berdatangan dari mana-mana, sehingga simpanannya di bank berjumlah jutaan dollar. Singkatnya ia berada dalam keadaan yang benar-benar jaya, baik dari segi ketenaran, maupun kejayaan dan kesehatan. Tentang tantangan pendiri Jemaat Ahmadiyah, banyak muridnya yang bertanya,mengapa Dowie tak ingin menjawabnya. Ia mengatakan: “Kalau saya injakkan kaki di atas ulat-ulat itu, niscaya mereka akan hancur. Dan kalau saya bukan nabi yang datang dari Tuhan, maka tidak akan ada satu lagi nabi pun”. Katanya kemudian: “Saya telah kedatangan malaikat yang menerangkan bahwa ia akan menang di atas musuhnya.

Kejadian berikutnya, pada tanggal 9 Desember 1904, tiba-tiba Dowie mendapat penyakit lumpuh, hingga tak dapat menggerakkan badan. Di saat itu pula timbul kekacauan intern dalam golongannya. Murid-muridnya banyak yang meninggalkannya. Kemudian ia sering berpindah-pindah tempat, hingga akhirnya pada tangal 8 Maret 1907, Dowie mati dalam keadaan yang sangat menyedihkan. Pengikutnya tinggal 4 orang dan kekayaannya hanya tinggal 30 dollar.

Atas kemenangan pendiri Jemaat Ahmadiyah dalam kontes do’a atau mubahalah ini, harian “Herald of Boston”, 23 Juni 1904 menulis :

“Dowie meninggal dan kawan-kawannya menjauhkan diri dari dia. Ia menderita kelumpuhan dan penyakit gila. Ia mengalami kematian yang sangat menyedihkan. Kotanya, Zion, terpecah oleh kekalutan intern. Mirza (Pendiri Jemaat Ahmadiyah, pen.) tampil ke muka dengan terang-terangan dan menyatakan bahwa ia akan menang dalam tantangannya”.

Dua kejadian di atas telah membuktikan kebenaran sebuah janji Allah Taala dalam salah satu wahyu yang ditujukan kepada Pendiri Jemaat Ahmadiyah. Wahyu tersebut berbunyi: “Aku akan menghinakan orang yang menghinakan engkau, wahai Ahmad”.

Wahyu :
“Aku beserta engkau dan orang-orang yang percaya kepada engkau”.

Sekarang kesaksian wahyu ini telah menjadi kenyataan, bahwa Jemaat Ahmadiyah sekalipun banyak mendapat perlawanan dan rintangan-rintangan yang berat, namun bahteranya setahap demi setahap melaju ke depan dengan tetap dan pasti.

Masih Mau’ud a.s. menulis :
“Wahai seluruh ummat manusia, dengarlah, bahwa nubuwatan ini dari Dzat yang menciptakan langit dan bumi. Ia akan menyebarkan Jemaat-Nya ini ke seluruh penjuru bumi dan akan memberi kemenangan kepada mereka di atas golongan yang lain dengan hujjah-hujjah dan burhan yang nyata. Hari itu akan datang bahkan sudah dekat, bahwa di bumi ini (hanya mazhab inilah) yang akan disebut-sebut dengan penuh kehormatan. Allah swt. akan memberi berkat yang luar biasa kepada mazhab dan gerakan ini. Dan setiap orang yang berfikir untuk menghancurkan Jemaat ini akan menemui kegagalan. Kemenangan ini untuk selama-lamanya, hingga saat bila kiamat akan tiba”.

“Ingatlah bahwa tiada seorang pun yang akan turun dari langit. Semua fihak yang tak menyenangi kita akan mati. Seorang pun di antara mereka tidak akan melihat Isa Ibnu Maryam turun dari langit. Dan keturunan mereka yang menggantikan mereka pun akan mati. Di antara mereka tak seorang pun yang akan menyaksikan turunnya Isa Almasih dari langit. Sesudah itu secara turun temurun dari keturunan mereka akan menemui ajal, dan mereka ini pun tak akan ada yang dapat melihat putera Maryam turun dari langit”.

“Ketika itu Allah Swt. akan menimbulkan kegelisahan dalam hati mereka, bahwa masa kemenangan salib pun telah berlalu, dan dunia telah mengalami perubahan total, tetapi Ibnu Maryam belum turun dari langit. Ketika itu orang-orang yang berakal pun akan menjauhkan diri dari kepercayaan ini. Dan mulai hari ini, tidak akan genap abad ketiga, bila orang-orang yang menantikan Isa Almasih – baik orang Islam maupun orang Kristen – akan menjadi putus asa, dan meninggalkan akidah yang palsu itu. Dan di dunia ini hanya ada satu mazhab dan satu penghulu (Nabi Muhammad saw. pen.)”.

“Banyak rintangan akan ditemui dan banyak percobaan akan datang. Tetapi Tuhan akan melenyapkan semua itu dan akan memenuhi janji-Nya. Dan Tuhan telah bersabda kepadaku: Aku akan curahkan rahmat demi rahmat kepadamu yang demikian banyaknya sehingga raja-raja (kepala-kepala negara) akan mencari rahmat dari padamu. Karena itu wahai kamu yang mendengar, ingatlah selalu kata-kata ini dan simpanlah nubuwatan ini dalam peti-petimu dengan aman, karena ia adalah perkataan Tuhan yang harus menjadi sempurna pada suatu hari”(Tazkiratus-Syahadatain).

Pendiri Jemaat Ahmadiyah menulis :
“Setiap orang yang bermaksud menyerang padaku berarti orang itu menempatkan dirinya dalam api yang sedang menyala-nyala. Ketahuilah orang itu bukannya menyerang padaku, tetapi menyerang kepada wujud (Allah) yang mengutusku. Wujud itu berfirman : “Inni Muhiinun man araada ihaanataka”. Maksudnya: “Aku akan menghina orang-orang yang bermaksud menghinamu”. Orang-orang yang demikian tidak tersembunyi dari pandangan Allah Taala. Jangan kamu mengira bahwa untuk kebenaranku Dia telah berhenti memperlihatkan tanda-tanda-Nya. Sekali-kali tidak. Sekarang juga Dia akan penuhi dunia ini dengan tanda demi tanda sebagai saksi-saksi yang hidup untuk menyokongku. Dia akan memperlihatkan juga tanda-tanda yang maha hebat, serta menimbulkan bulu-roma dan ketakutan. Sudah lama Dia melihat perbuatan-perbuatan buruk dilakukan oleh manusia. Tapi Dia hanya bersabar. Sekarang Dia akan datang semisal hujan yang turun pada musimnya dan kemudian api petirnya akan menyambar orang-orang jahat, yang tidak takut kepada-Nya, dan kesombongannya sudah melampaui batas. Orang-orang itu mencoba menyembunyikan perbuatan-perbuatan jahat serta kelakuannya yang buruk. Tetapi Tuhan senantiasa melihat mereka itu. Apakah orang-orang jahat itu dapat menentang iradah Allah swt.? Apakah mereka dapat memusuhi Tuhan dan akan memperoleh kemenangan?” (Barahin Ahmadiyah jilid V halaman 84).

“Dalam suatu mimpi, aku menampak diriku memasang pelana pada kudaku untuk suatu maksud tertentu, tetapi aku tidak tahu ke mana aku harus pergi dan untuk tujuan apa. Aku mempunyai perasaan dalam hati bahwa aku sedang bersiap-siap dengan penuh hasrat untuk suatu urusan. Aku memakai beberapa senjata dan dengan mengikuti jalan orang saleh, aku menunggang kudaku sambil bertawakkal kepada Allah. Kemudian aku merasa bahwa aku berada pada jalan dari beberapa orang penunggang yang bersenjata, dan yang datang ke rumahku dengan tujuan hendak memusnahkanku. Aku seorang diri dan aku tidak punya topi besi atau alat penjagaan lainnya selain senjata-senjata yang dikaruniakan Tuhan kepadaku untuk mempertahankan diri. Aku tidak suka mundur dari pertarungan itu dan duduk di dalam dengan ketakutan, dan karena itu aku bergerak segera ke suatu arah dengan penuh tenaga dan upaya untuk mencapai maksud yang ada dalam pikiranku, dan upaya itu ialah untuk memperoleh hasil-hasil yang paling baik dari segi pandangan dunia dan agama.

”Tiba-tiba aku melihat ribuan orang, yang semuanya menunggang kuda, sambil marah menuju dengan cepat ke arahku. Demi melihat mereka, aku merasa gembira sekali seakan-akan aku telah memperoleh ganimah besar dan aku merasakan dorongan besar di hatiku untuk melawan mereka dan aku mulai mengejar mereka bagai pemburu mengejar mangsanya. Lalu aku menderapkan kudaku menuju mereka untuk mengetahui keadaan mereka, dan aku yakin di hatiku bahwa aku akan menang terhadap mereka.

“Ketika aku telah mendekati mereka lalu melihat bahwa pakaian mereka telah lusuh dan cabik-cabik. Roman mereka menjijikkan dan mereka nampak seperti orang-orang musyrik dan mereka mengenakan pakaian orang-orang fasiq. Aku melihat bahwa mereka sedang mengatur gerakan kuda mereka dengan maksud hendak melakukan penjarahan dan aku memperhatikan mereka dengan seksama sekali sambil maju cepat ke arah mereka sebagai juara yang berani. Kudaku bergerak maju ke muka begitu kencang sehingga seakan-akan ia sedang dipacu oleh suatu kekuatan yang tidak terlihat, sebagaimana onta digalakkan oleh senandung penunggangnya. Aku juga gembira melihat keindahan dan kecantikan langkah-langkahnya.

“Lalu mereka berbalik tiba-tiba untuk mematahkan kekuatan dan rencanaku, untuk menghancurkan buah-buah tamanku, dan untuk menumbangkan pohon-pohonku, dan untuk merampas semua itu. Mereka maju kearah tamanku dan masuk ke dalamnya. Hal itu memuatku kuatir dan aku menjadi sangat gelisah, karena aku memperkirakan bahwa mereka ingin memusnahkan buah-buahan tamanku dan memotong dahan-dahannya. Aku maju secepatnya kepada mereka dan aku sadar bahwa saat itu adalah waktu yang sangat berbahaya dan musuh-musuhku telah membuat perumahan mereka di tanahku. Aku mulai menaruh takut dalam hatiku seperti seorang yang lemah dan penakut, tetapi aku maju terus ke tamanku sehingga aku dapat menilai keadaan.

“Ketika aku masuk ke dalam tamanku dan memeriksa hati-hati dan mencoba menemukan tempat di mana mereka berhenti aku melihat dari suatu jarak bahwa mereka semuanya telah jatuh berguguran dan bertebaran sebagai orang-orang mati di petak tengah taman. Lalu kekuatiranku lenyap dan aku menjadi tenang dan maju ke arah mereka dengan cepat dan gembira. Ketika aku telah tiba di dekat mereka aku melihat bahwa mereka semuanya mati tiba-tiba karena dihina dan ditimpa kemurkaan Tuhan. Kulit mereka terkelupas, kepala mereka hancur lebur, leher mereka tersayat-sayat dan tangan serta kaki mereka terkudung dan berserakan dalam potongan-potongan kecil. Mereka telah dihancurkan sekonyong-konyong seperti suatu kaum telah dihancurkan sekaligus oleh sambaran petir. Mereka telah ditimpa kehancuran besar.

“Kemudian aku berdiri pada tempat di mana mereka telah berkumpul untuk menentang aku, yang telah menjadi tempat kehancuran mereka, dan mataku meneteskan butiran-butiran besar air mata dan aku mendo’a: Tuhanku, biarlah hidupku menjadi korban di jalan Engkau. Engkau telah menganugerahkan karunia khusus kepadaku dan Engkau telah menolong hamba-Mu dengan suatu cara yang belum pernah ditemui dalam riwayat bangsa-bangsa. Tuhanku, Engkau telah menghancurkan mereka dengan tangan-Mu malahan sebelum kedua pihak bertempur atau dua jarak berkelahi atau dua pahlawan masuk ke dalam gelanggang. Engkau melakukan apa yang Engkau inginkan. Tak ada penolong yang seperti Engkau. Engkau telah menolong dan membebaskan aku. Wahai Engkau Yang Paling Pemurah, sekiranya Engkau tidak menaruh kasihan kepadaku, maka tak ada kemungkinan bagiku untuk menghindari semua bencana dan penderitaan ini.

“Aku tersentak ketika aku masih asyik bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Besar dan ruhku masih menghadap kepada-Nya. Semua pujian adalah untuk Allah, Tuhan sekalian alam”.
“Aku menafsirkan mimpi ini dengan arti bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa akan mengirimkan bantuan dan sukses-Nya tanpa campur tangan dari benda-benda luar dan dari usaha-usaha manusia, karena Dia ingin hendak menyempurnakan karunia-Nya kepadaku dan hendak memasukkanku ke dalam rahmat-Nya.

“Kini aku akan menafsirkan itu bagimu secara terperinci, supaya kamu memperoleh penilaian yang betul tentang itu. Menghancurkan tangan dan memotong leher musuh-musuh berarti mematahkan keangkuhan dan kesombongan mereka yang penuh kebanggaan dan merendahkan atau menistakan mereka. Mengudung tangan mereka berarti mematahkan kekuatan perlawanan mereka, menggagalkan mereka, menghentikan mereka melakukan perlawanan dan pertandingan, mencegah mereka memperoleh alat-alat persenjataan, dan membuat mereka tidak berdaya. Memotong kaki mereka berarti menangkis semua hujjah mereka, menutup segala jalan lari bagi mereka, menghukum mereka dan membuat mereka menjadi orang-orang tangkapan. Ini adalah rahmat Allah Yang berkuasa atas segala-galanya. Dia menghukum orang yang Dia kehendaki dan mengampuni orang yang Dia kehendaki. Dia mengalahkan bagi siapa yang Dia ingini dan membiarkan kemenangan kepada orang yang Dia kehendaki dan tak seorang pun dapat menggagalkan-Nya”(Ainah Kamalati Islam, halaman 578-581).

Sumber :
Buku Kami Orang Isalam PB. JAI Tahun 2007




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.